Jakarta – Pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Ciamis (Getaci) akan dievaluasi ulang.
Pasalnya, proyek skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) tersebut memiliki porsi dukungan konstruksi (dukon) yang besar.
Artinya, selain dibiayai oleh badan usaha sebagai investor, proyek tersebut juga memerlukan suntikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Rachman Arief Dienaputra mengatakan bahwa dukon yang diberikan untuk Tol Getaci lebih dari separuh biaya proyek.
“Kemarin saya lapor Pak Menteri, saat ada kebutuhan dukon yang cukup besar itu harus kita evaluasi dulu karena kita alokasinya sekarang sangat terbatas, apakah dimungkinkan dukonnya Rp 4 triliun-Rp 5 triliun,” ucap Rachman Arief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/02/2025).
Ada pun trase dari Garut-Bandung dinilai butuh pembiayaan besar sebab lokasinya yang naik-turun.
Sebagai informasi, rencana awalnya Tol Getaci sepanjang 206,65 kilometer membentang sampai Cilacap dan akan mulai dibangun pada akhir tahun 2022.
Sebelumnya, Konsorsium BUMN-Swasta PT Jasamarga Gedebage Cilacap yang terdiri dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Kemitraan PT Daya Mulia Turangga-Gama Group-PT Jasa Sarana, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, telah menjadi pemenang tender proyek Tol Getaci.
Namun, Konsorsium BUMN tersebut mundur karena masalah restrukturisasi salah satu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Kemudian proyek Tol Getaci kembali dilelang ulang.
Source Artikel: www.kompas.com/properti

