Jakarta – Tingkat keterisian perkantoran ‘hijau’ atau ramah lingkungan (green office) semakin lama semakin meningkat. Harga sewanya yang kompetitif menjadi salah satu alasan kantor ramah lingkungan banyak diincar.
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Knight Frank Indonesia dengan judul Jakarta Property Highlight 2H24, tingkat okupansi green office di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta sebesar 74,21% pada Semester II 2024. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan pada Semester I 2024 yaitu sekitar 70%.
Rata-rata pertumbuhan harga untuk green office sebesar 4% year-on-year (yoy). Kompetisi harga dan kondisi tenant market, menjadikan green office sebagai alternatif bagi occupier yang berminat meningkatkan kualitas ruang kantornya.
Sementara itu, pertumbuhan sektor perkantoran di CBD Jakarta meningkat tipis. Setidaknya ditandai dengan kenaikan okupansi sekitar 2% dari semester pertama menjadi 76,46% pada semester kedua tahun 2024. Selain itu, pertumbuhan harga yang positif juga terjadi pada beberapa kelas perkantoran di CBD Jakarta, yaitu kelas Premium Grade A dan Grade A.
Rata-rata harga sewa ruang kantor di CBD Jakarta meningkat tipis, sekitar 1,5% yoy. Kisaran harganya sebagai berikut.
Premium : Rp 293.359 per bulan per meter persegi
Grade A : Rp 226.703 per bulan per meter persegi
Grade B : Rp 161.097 per bulan per meter persegi
Grade C : Rp 137.961 per bulan per meter persegi
Beberapa sektor yang menyewa ruang kantor di CBD Jakarta berasal dari bidang IT, pertambangan batu bara, pertambangan minyak dan gas, energy, dan kendaraan listrik.
Di sisi lain, Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip menuturkan perlu adanya daya adaptasi pada sektor perkantoran terhadap dinamika perkembangan artificial intelligence (AI).
“Merujuk Property Outlook 2025, sektor perkantoran diperkirakan masih akan menghadapi tantangan di tahun ini. Terlepas dari tantangan tersebut, diperlukan daya adaptasi pada sektor perkantoran terhadap dinamika perkembangan AI, yang diprediksi akan menjadi game changer dalam mempengaruhi operasional dan format ruang kerja yang adaptif, cerdas, efisien dan fleksibel,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (14/2/2025).
Source Artikel: www.detik.com/properti

