Jakarta – Pemerintah baru saja mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD TA 2025. Salah satu pembiayaan yang terkena efisiensi adalah Sekolah Unggulan Garuda, sebuah sekolah yang ditujukan untuk mendidik talenta unggul di Indonesia.
Sekolah Unggulan Garuda memiliki konsep yang unik, yaitu hanya mengajarkan materi Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Menurut Menteri Pendidikan Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro, tujuan dari konsep ini adalah untuk mengembangkan industri STEM di Indonesia.
“Kita nggak punya industri sama sekali, kita lemah STEM-nya sekarang dan menurut saya juga harus punya konsep,” jelasnya.
Sekolah Unggulan Garuda juga akan menyediakan guru yang berkualitas dengan reputasi internasional. Selain siswa, para guru juga akan diseleksi secara ketat. “Guru kita buat dulu hebat, baru nanti anaknya bisa hebat,” ujarnya.
Namun, Sekolah Unggulan Garuda sudah terkena efisiensi anggaran sebesar 60 persen. Anggaran Sekolah Unggulan Garuda yang semula Rp 2 triliun akan dikurangi sebesar Rp 1,2 triliun. Mendikti Usul Anggaran Sekolah Unggulan Garuda Tetap Seperti Semula.
Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan bahwa Sekolah Unggulan Garuda termasuk dalam Program Quick Win Unggulan. Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar anggaran Sekolah Unggulan Garuda tetap seperti semula yakni Rp 2 triliun.
“Efisiensi oleh DJA (Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu) 60 persen. Dan karena ini program quick win unggulan cepat, maka kami usulkan kembali supaya pagunya tetap pada posisi Rp 2 triliun,” katanya dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR.
Sekolah Unggulan Garuda akan terdiri dari 20 Sekolah Unggulan Garuda di gedung baru dan 20 SMA yang sudah ada (existing) yang akan ditingkatkan sebagai sekolah unggulan. Pembangunan sekolah baru akan dilaksanakan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Nusa Tenggara Timur (NTT), Bangka Belitung, dan Sulawesi Utara.
Dengan demikian, nasib Sekolah Unggulan Garuda masih belum jelas. Apakah anggaran yang dikurangi akan mempengaruhi kualitas pendidikan di sekolah ini? Atau apakah pemerintah akan menemukan cara lain untuk mendanai sekolah ini? Hanya waktu yang akan menjawab.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

