cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

Properti Komersial Sewa: Pertumbuhan Pasokan Meningkat

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa Indeks Pasokan Properti Komersial kategori sewa pada triwulan IV 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 2,89 persen secara tahunan (yoy). Kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan pada triwulan III 2024 yang sebesar 2,45 persen (yoy).

Pertumbuhan pasokan properti komersial kategori sewa ini terjadi pada mayoritas segmen, kecuali apartemen sewa. Segmen yang mengalami kenaikan pasokan antara lain hotel, convention hall, perkantoran sewa, serta ritel sewa.

Untuk segmen ritel sewa, kenaikan pasokan tercatat di Jakarta, Bodebek, dan Surabaya. Sementara itu, kenaikan pasokan pada segmen hotel terutama terjadi di Jakarta dan Bandung.

Secara triwulanan, Indeks Pasokan Properti Komersial kategori sewa juga tercatat meningkat dari sebesar 0,27 persen (qtq) pada triwulan III 2024 menjadi sebesar 0,56 persen (qtq) pada triwulan IV 2024. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan pasokan pada segmen ritel sewa di Jakarta, Bodebek, dan Surabaya.

Di sisi lain, Indeks Pasokan Properti Komersial kategori jual tercatat tumbuh relatif stabil sebesar 0,11 persen (yoy) dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya. Properti Komersial kategori jual meliputi lahan industri, warehouse complex, perkantoran jual, serta ritel jual.

Sementara secara triwulanan, Indeks Pasokan Properti Komersial kategori jual relatif tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Kondisi ini didorong oleh relatif stabilnya pasokan pada seluruh segmen kategori jual.

Pertumbuhan pasokan properti komersial kategori sewa yang lebih tinggi dibandingkan dengan kategori jual menunjukkan bahwa permintaan akan properti komersial untuk disewakan masih tinggi. Hal ini dapat menjadi indikator bahwa ekonomi Indonesia masih berpotensi untuk tumbuh dan berkembang.

Namun, perlu diingat bahwa pertumbuhan pasokan properti komersial juga perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas dan kemampuan infrastruktur pendukung. Dengan demikian, dapat tercipta lingkungan bisnis yang kondusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/