Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya tiga faktor pendukung utama dalam melaksanakan angkutan Lebaran 2025, yaitu keamanan dan keselamatan, perhatian khusus, serta sinergi dan kolaborasi. Hal ini disampaikan pada Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran 2025 bersama Kementerian BUMN, Sekretaris Kabinet, serta BUMN sektor transportasi ¹.
Tiga Faktor Pendukung Utama Angkutan Lebaran 2025
1. Keamanan dan Keselamatan
Menhub Dudy menekankan bahwa keamanan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam melaksanakan angkutan Lebaran 2025. Ia mengingatkan bahwa angkutan Lebaran melibatkan banyak orang dan moda transportasi, sehingga keamanan dan keselamatan harus menjadi fokus utama. “Dari mulai kereta, satu rangkaian bisa 6 kereta atau lebih, di mana 1 kereta bisa memuat 60-300 orang. Kapal laut memuat 3 ribu orang. Pesawat memuat 150-300 orang. Kemudian bus bisa memuat 50 orang. Jadi bisa kita lihat berapa besar masyarakat yang kita angkut. Di pundak kita semua ada tanggung jawab mengantarkan masyarakat sampai tujuan dengan selamat,” ujar Menhub Dudy.
2. Perhatian Khusus
Menhub Dudy juga menekankan pentingnya perhatian khusus dalam melaksanakan angkutan Lebaran 2025. Ia mengingatkan bahwa Lebaran merupakan tradisi tahunan, namun perhatian khusus harus tetap diberikan untuk memastikan kelancaran dan keamanan angkutan. “Kita harus memperhatikan betul aspek sekecil apapun dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kita masing-masing sebagai penyelenggara transportasi,” sebut Menhub Dudy.
3. Sinergi dan Kolaborasi
Menhub Dudy juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam melaksanakan angkutan Lebaran 2025. Ia mengingatkan bahwa semua stakeholder harus bekerja sama dan bersinergi untuk memastikan kelancaran dan keamanan angkutan. “Kami dari Kemenhub sangat terbuka. Kami siap dihubungi setiap hari, 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Hal apa yang dibutuhkan operator atau para pelaksana di lapangan, kami akan dukung,” kata Menhub Dudy.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN Dony Oskaria juga meminta seluruh direksi BUMN sektor transportasi memastikan kesiapan angkutan Lebaran dengan melihat langsung kondisi di lapangan, terutama di titik-titik yang berisiko atau berbahaya. Sementara itu, Seskab Teddy mengingatkan BUMN sektor transportasi untuk melaksanakan tugas dengan maksimal dengan meminimalkan dan mencegah terjadinya kesalahan yang mengorbankan masyarakat.
Dengan demikian, pelaksanaan angkutan Lebaran 2025 diharapkan dapat berjalan lancar dan aman, serta memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

