Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur nasional harus dirancang untuk memperkuat ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim. Hal ini penting karena pembangunan tidak boleh menjadi sumber kerentanan, tetapi harus menjadi benteng pertahanan kita dalam menghadapi dinamika alam dan perubahan zaman.
Tantangan pembangunan saat ini tidak lagi bersifat teknis semata, tetapi juga semakin kompleks akibat perubahan iklim. Meningkatnya frekuensi bencana dan ketidakpastian lingkungan turut memperburuk situasi. Oleh karena itu, strategi pembangunan ke depan harus lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Penggunaan data ilmiah dalam proses perencanaan juga dinilai sangat penting, termasuk data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Data yang akurat dan penegakan yang ilmiah dapat membantu dalam mengambil keputusan yang tepat dalam pembangunan infrastruktur.
Salah satu contoh yang disoroti AHY adalah bencana banjir di Bekasi, Jawa Barat. Permasalahan banjir seperti itu tidak bisa lagi diselesaikan dengan pendekatan konvensional, melainkan dengan solusi yang permanen dan berkelanjutan. Langkah-langkah mitigasi yang sudah dilakukan, seperti normalisasi sungai, penguatan tanggul, peningkatan kapasitas tampungan air, serta peninjauan ulang terhadap tata ruang di wilayah hulu, dapat membantu dalam mengurangi risiko bencana.
AHY juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta dalam menghadapi risiko bencana dan perubahan iklim. Dengan bekerja sama, kita dapat memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak menjadi sumber kerentanan, tetapi justru menjadi benteng pertahanan kita ke depan.
Dalam menghadapi perubahan iklim, kita harus memiliki strategi yang tangguh dan berkelanjutan. Pembangunan infrastruktur nasional harus dirancang untuk memperkuat ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak menjadi sumber kerentanan, tetapi justru menjadi benteng pertahanan kita ke depan.
Sumber:
¹ Departemen Pekerjaan Umum. PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PU MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM GLOB.
² Kementerian PUPR. Perencanaan dan Pemograman Infrastruktur Sektor PUPR Responsif.
³ Pusat Perubahan Iklim –Institut Teknologi Bandung. Sintesis Dasar: Adaptasi Perubahan Iklim, Pengurangan Risiko Bencana.
⁴ Ketahanan Kota di Indonesia: Strategi Terbaik Hadapi Krisis Iklim yang.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

