Pada awal tahun 2025, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029. Dalam peraturan tersebut, ada sejumlah perubahan penting terkait dengan Proyek Strategis Nasional (PSN), yang salah satunya menyangkut proyek besar di Trenggalek, Jawa Timur: Bendungan Bagong. Proyek ini, yang sebelumnya menjadi bagian dari PSN, kini tidak lagi tercantum dalam daftar proyek strategis nasional. Keputusan ini menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai nasib dan kelanjutan pembangunan Bendungan Bagong yang sudah berlangsung selama beberapa tahun.
Bendungan Bagong Tidak Lagi Masuk dalam PSN
Dalam Perpres 12 Tahun 2025, tercatat bahwa ada 77 PSN yang ditetapkan untuk periode 2025-2029. Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 proyek merupakan kelanjutan dari pemerintahan sebelumnya, sementara sisanya adalah proyek baru yang diprioritaskan. Namun, satu hal yang cukup mengejutkan adalah penghapusan Bendungan Bagong dari daftar PSN. Sebelumnya, proyek yang terletak di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Trenggalek ini diperkirakan menjadi salah satu proyek yang akan membawa dampak signifikan bagi wilayah tersebut, baik dari sisi pengendalian banjir, irigasi, maupun penyediaan air bersih.
Namun, meskipun Bendungan Bagong tidak lagi tercatat sebagai PSN dalam RPJMN 2025-2029, hal ini tidak serta merta berarti proyek tersebut akan berhenti begitu saja. Sebagai informasi, Bendungan Bagong adalah salah satu proyek yang sudah dimulai sejak 2018 dan sempat mengalami penundaan akibat sejumlah kendala teknis, salah satunya adalah pembebasan lahan yang sangat rumit.
Tanggapan Bupati Trenggalek
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, memberikan tanggapan yang cukup positif meskipun proyek Bendungan Bagong tidak lagi menjadi bagian dari PSN. Menurutnya, penghapusan status PSN tidak akan menghentikan pembangunan proyek tersebut. Ia percaya bahwa pemerintah pusat tetap memiliki komitmen yang kuat untuk menyelesaikan proyek ini, meskipun mungkin prosesnya akan lebih lambat dari yang diharapkan.
“Saya rasa, meskipun bukan masuk PSN, tetapi itu adalah milik pemerintah pusat dan saya yakin pemerintah pusat punya komitmen untuk tidak membiarkan itu mangkrak. Jadi saya yakin pasti akan tetap diselesaikan,” kata Bupati M. Nur Arifin pada konferensi pers pada Maret 2025. Ia juga menambahkan bahwa meskipun penyelesaian proyek diperkirakan akan lebih lambat, hal tersebut tidak mempengaruhi komitmen pemerintah daerah dan pusat untuk menyelesaikan proyek yang sudah mencapai kemajuan signifikan tersebut.
Progres Pembangunan Bendungan Bagong
Menurut informasi yang diberikan oleh Bupati Arifin, progres pembangunan Bendungan Bagong sudah mencapai 52 persen. Meskipun terdapat penundaan dan kendala teknis selama proses pembangunan, hal ini menunjukkan bahwa pembangunan bendungan tersebut masih berjalan. Pada awalnya, proyek ini direncanakan akan selesai pada tahun 2022, namun akibat berbagai masalah, terutama terkait pembebasan lahan dan kendala lainnya, proyek ini terhambat dan diharapkan baru dapat diselesaikan pada 2026, yang berarti molor selama empat tahun.
Proyek ini bernilai sekitar Rp 2,1 triliun dan dirancang untuk memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Trenggalek, termasuk pengendalian banjir, penyediaan air irigasi untuk sektor pertanian, dan pasokan air bersih untuk keperluan domestik dan industri. Kehadiran Bendungan Bagong juga diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan pembangunan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Kendala yang Menghambat Pembangunan
Salah satu kendala terbesar yang dihadapi dalam pembangunan Bendungan Bagong adalah pembebasan lahan. Sejak awal, proyek ini terhambat oleh masalah pembebasan tanah yang sulit dan membutuhkan waktu lebih lama dari yang direncanakan. Pada periode 2018 hingga 2022, tim yang terlibat dalam proyek ini kesulitan memperoleh tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan bendungan. Proses negosiasi dengan pemilik tanah, serta masalah hukum terkait status tanah, turut memperlambat kemajuan proyek ini.
Namun, meskipun ada tantangan besar, pemerintah daerah dan pusat terus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini, dengan harapan proyek ini dapat selesai dalam beberapa tahun ke depan. Progres pembangunan yang sudah mencapai 52 persen memberikan harapan bahwa kendala yang ada dapat diatasi.
Manfaat Jangka Panjang Bendungan Bagong
Bendungan Bagong, meskipun sempat menghadapi penundaan, tetap memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Salah satu manfaat utamanya adalah pengendalian banjir yang dapat mengurangi risiko bencana alam yang sering melanda wilayah Trenggalek. Selain itu, bendungan ini juga akan menyediakan air irigasi yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut. Selain itu, pasokan air bersih untuk keperluan domestik dan industri juga diharapkan dapat dipenuhi dengan adanya bendungan ini.
Manfaat-manfaat ini sangat berarti bagi masyarakat Trenggalek, yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian dan kegiatan terkait air. Kehadiran Bendungan Bagong diyakini akan mempercepat pembangunan daerah serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kesimpulan
Meskipun Bendungan Bagong tidak lagi menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam RPJMN 2025-2029, proyek ini tetap memiliki prospek yang cerah dan diyakini akan terus dilanjutkan. Pembangunan yang telah mencapai 52 persen menunjukkan bahwa proyek ini tetap berjalan meskipun menghadapi berbagai kendala. Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, serta komitmen untuk menyelesaikan pembangunan, diharapkan Bendungan Bagong dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Trenggalek dalam waktu dekat.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

