cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

Gubernur Khofifah Indar Parawansa Kunjungi Keluarga Korban Longsor Cangar, Sampaikan Duka dan Janji Perbaikan Infrastruktur

Mojokerto, 5 April 2025 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan duka ke keluarga korban longsor tragis yang terjadi di kawasan Cangar, Sabtu (5/4/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memberikan dukungan moral, menyampaikan belasungkawa secara langsung, serta memastikan langkah penanganan pasca-bencana dapat berjalan secara maksimal.

Dalam kunjungan pertamanya, Khofifah mendatangi Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Ia didampingi oleh Bupati Sidoarjo Subandi serta beberapa kepala perangkat daerah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Di lokasi ini, Khofifah menemui keluarga dari tujuh korban jiwa yang semuanya berada dalam satu kendaraan jenis Toyota Innova saat musibah terjadi.

Ketujuh korban tersebut, yang merupakan satu keluarga besar, diketahui sedang melakukan perjalanan silaturahmi sebelum longsor menimpa mereka. Duka mendalam menyelimuti rumah duka, dan kehadiran Gubernur Khofifah menjadi wujud kepedulian serta penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas kejadian ini. Para korban dipanggil oleh Allah dalam perjalanan silaturahmi ke rumah keluarganya. Semoga semua yang dipanggil dalam keadaan khusnul khotimah,” ujar Khofifah dengan penuh empati.

Setelah dari Sidoarjo, Gubernur melanjutkan kunjungannya ke Dusun Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Di lokasi ini, ia menemui keluarga korban lain yang menjadi korban saat mengendarai mobil pick-up di lokasi yang sama. Turut hadir mendampingi Gubernur Khofifah dalam kunjungan ini adalah Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra.

Kunjungan ke kedua lokasi ini tidak hanya sebagai bentuk simpati, tetapi juga menjadi momen evaluasi dan penyampaian rencana konkret Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam merespons bencana. Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk segera mengambil langkah-langkah strategis dalam memperbaiki jalur longsor tersebut.

“Kami sudah koordinasikan dengan Pemkab Mojokerto agar lokasi kejadian bisa segera diperbaiki. Konstruksi yang dibangun nantinya akan dibuat lebih kokoh agar bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintasi jalur ini,” jelas Khofifah.

Untuk sementara, jalan yang menjadi lokasi longsor tersebut masih ditutup total. Penutupan akan terus berlangsung hingga batas waktu yang akan diumumkan kemudian, menunggu hasil asesmen dan pembersihan jalur. Proses asesmen sendiri ditargetkan selesai pada tanggal 7 April 2025.

“Setelah hasil asesmen keluar, baru bisa diputuskan apakah perlu dibangun plengsengan di kanan-kiri jalan atau dilakukan pelebaran sungai. Mohon masyarakat bersabar menunggu hasil final asesmen,” tambahnya.

Bencana longsor yang terjadi di kawasan pegunungan Cangar ini menelan korban jiwa dan menyebabkan duka mendalam bagi banyak pihak. Bencana tersebut sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur di wilayah rawan bencana, terutama di jalur-jalur pegunungan yang kerap digunakan masyarakat untuk mobilitas harian maupun saat momen liburan.

Selain memberikan dukungan secara moril, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan bantuan langsung kepada keluarga korban. Gubernur Khofifah menyerahkan santunan sebesar Rp10 juta untuk masing-masing korban jiwa sebagai bentuk empati dan dukungan bagi keluarga yang tengah berduka.

Langkah cepat dan empati yang ditunjukkan oleh Khofifah dalam menangani musibah ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, terutama masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Tak hanya menunjukkan kepekaan sebagai pemimpin, kehadiran langsung Gubernur juga memberikan semangat bagi masyarakat untuk tetap kuat dan bersatu dalam menghadapi musibah.

Di akhir kunjungan, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat Jawa Timur untuk saling menguatkan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim penghujan yang masih berisiko tinggi terhadap bencana alam seperti longsor dan banjir.

“Kita semua harus waspada dan siap menghadapi potensi bencana, tidak hanya pemerintah, tetapi seluruh masyarakat. Sinergi dan gotong royong menjadi kunci agar kita bisa lebih tangguh menghadapi tantangan ini,” pungkas Khofifah.

Peristiwa ini menjadi refleksi bersama bahwa penanganan bencana tidak hanya berhenti pada respons cepat pascakejadian, tetapi juga pada langkah-langkah pencegahan dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Pemprov Jatim berkomitmen untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting dalam perencanaan pembangunan ke depan, terutama di wilayah rawan bencana.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/