cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

Arus Balik Lebaran 2025 di Jalan Tol Trans Sumatera Meningkat Drastis, Pengelola Imbau Pengendara Tetap Waspada

Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) mencatat lonjakan signifikan dalam volume kendaraan yang melintas selama arus balik Lebaran 2025. Peningkatan arus kendaraan ini terjadi pada H+6 Lebaran, tepatnya pada Minggu, 6 April 2025. Data yang dirilis oleh PT Hutama Karya, selaku pengelola jalan tol ini, menunjukkan bahwa total kendaraan yang melintasi JTTS dari Provinsi Lampung hingga Aceh mencapai 180.722 unit. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 93,91% dibandingkan trafik normal pada hari yang sama.

Executive Vice President (EVP) Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menyampaikan bahwa tren peningkatan arus lalu lintas di JTTS sudah menjadi fenomena tahunan, terutama saat momen libur besar seperti Lebaran. “Berdasarkan data yang kami himpun, trafik kendaraan pada 6 April 2025 mencapai 180.722 kendaraan. Ini meningkat tajam dari kondisi normal. Sementara itu, untuk ruas tol fungsional yang dibuka selama periode Lebaran, tercatat ada 13.276 kendaraan yang melintas,” jelas Adjib dalam keterangannya pada Senin (7/4/2025).

Lonjakan Volume Kendaraan di Ruas Utama dan Fungsional

Sejumlah ruas utama di JTTS mencatat volume lalu lintas yang signifikan. Ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), yang merupakan jalur strategis penghubung wilayah tengah dan selatan Sumatera, menjadi salah satu yang paling padat dengan 29.256 kendaraan melintas. Disusul oleh ruas Palembang–Indralaya–Prabumulih dengan volume 22.511 kendaraan, serta ruas Bayung Lencir–Tempino sebanyak 10.638 kendaraan.

Selain itu, Adjib juga mengungkapkan adanya peningkatan trafik pada tiga ruas tol fungsional yang dibuka secara khusus untuk mendukung kelancaran mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. Ketiga ruas tersebut adalah:

  1. Ruas Tol Padang–Sicincin (Pekanbaru–Padang) yang mencatat volume 7.400 kendaraan,

  2. Ruas Tol Seulimeum–Padang Tiji (Sigli–Banda Aceh Seksi 1) dengan 3.572 kendaraan,

  3. Ruas Tol Kramasan–Pangkalan Balai (Palembang–Betung) yang mencatat 2.304 kendaraan.

Dibukanya ruas tol fungsional ini membantu menyebar arus kendaraan dan mengurangi kepadatan di jalur utama, serta memberikan akses yang lebih cepat dan aman bagi para pemudik dan pengendara arus balik.

Imbauan untuk Pengendara Selama Arus Balik

Seiring dengan meningkatnya volume kendaraan, Adjib mengingatkan para pengendara untuk tetap berhati-hati di jalan, terutama dalam kondisi lalu lintas yang padat dan cuaca yang tidak menentu. Ia juga menekankan pentingnya memastikan saldo kartu tol elektronik (e-toll) mencukupi sebelum melakukan perjalanan jauh di JTTS.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengendara agar selalu mengecek saldo e-toll sebelum berangkat dan tetap mematuhi aturan lalu lintas. Istirahatlah secara berkala jika merasa lelah, dan jangan memaksakan diri saat mengemudi,” ujar Adjib.

Selain itu, Adjib menyampaikan komitmen Hutama Karya untuk terus memberikan pelayanan terbaik selama periode arus balik ini. Pihaknya telah menyiapkan berbagai upaya antisipatif untuk mengurangi kepadatan, seperti penambahan petugas layanan di gerbang tol, penyediaan fasilitas istirahat yang memadai, serta peningkatan pengawasan dan patroli di sepanjang ruas tol yang dikelola.

“Kami berkomitmen menciptakan pengalaman mudik dan balik yang tenang, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh pengguna jalan di JTTS,” tambahnya.

JTTS sebagai Tulang Punggung Transportasi Darat Sumatera

Jalan Tol Trans Sumatera saat ini telah menjadi salah satu infrastruktur strategis nasional yang sangat vital dalam menunjang mobilitas masyarakat Pulau Sumatera. Dibangun dengan panjang ribuan kilometer dari Lampung hingga Aceh, JTTS telah mempersingkat waktu tempuh antarprovinsi secara signifikan, sekaligus memperlancar arus logistik dan distribusi barang.

Saat momen besar seperti Idul Fitri, keberadaan JTTS sangat krusial dalam memfasilitasi pergerakan jutaan orang yang ingin bersilaturahmi ke kampung halaman mereka. Namun, lonjakan kendaraan seperti yang terjadi pada arus balik tahun ini juga menjadi pengingat bahwa manajemen lalu lintas dan kesiapan infrastruktur harus terus ditingkatkan.

Pemerintah dan pengelola jalan tol diharapkan terus berkolaborasi dalam mengembangkan JTTS, termasuk mempercepat penyelesaian ruas-ruas tol yang masih bersifat fungsional agar dapat segera beroperasi penuh dan meningkatkan kapasitas jalan.

Penutup

Arus balik Lebaran 2025 di Jalan Tol Trans Sumatera menunjukkan lonjakan yang signifikan, menjadi indikasi betapa pentingnya infrastruktur ini bagi masyarakat. Dengan kesiapan petugas, koordinasi antarinstansi, serta kedisiplinan pengendara, diharapkan proses arus balik dapat berjalan lancar hingga tuntas.

Bagi para pengendara, tetap utamakan keselamatan, patuhi rambu-rambu, dan manfaatkan layanan yang disediakan demi perjalanan yang aman dan nyaman bersama keluarga tercinta.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/