cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

Empat Ruas Jalan Tol di Sumatera Masih Digratiskan untuk Dukung Arus Balik Lebaran 2025

Dalam rangka mendukung kelancaran arus balik Lebaran 2025, pemerintah melalui Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Karya masih mengoperasikan secara fungsional empat ruas jalan tol di wilayah Sumatera. Pengoperasian fungsional ini berarti masyarakat dapat melintas tanpa dikenakan tarif, sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas tinggi pasca Lebaran. Namun, kebijakan ini hanya berlaku hingga Kamis, 10 April 2025, dan setelah itu ruas-ruas tersebut akan kembali ditutup atau dikenakan tarif sesuai regulasi.

Keempat ruas jalan tol yang digratiskan ini merupakan bagian dari proyek besar Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), yang menjadi salah satu fokus pembangunan infrastruktur nasional. Ruas-ruas tersebut antara lain:

  1. Tol Betung – Tempino – Jambi (Betajam) Seksi 3 (Bayung Lencir – Tempino)

  2. Tol Binjai – Langsa (Binsa) Seksi Tanjung Pura – Pangkalan Brandan

  3. Tol Pekanbaru – Padang (Pacin) Seksi Padang – Sicincin (35,90 km)

  4. Tol Sigli – Banda Aceh (Sibanceh) Seksi Padang Tiji – Seulimeum (23,95 km)

Pembukaan ruas tol fungsional ini tidak hanya bertujuan untuk mempercepat perjalanan masyarakat yang kembali dari kampung halaman, tetapi juga untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan nasional dan jalur alternatif lainnya yang sering mengalami kemacetan saat arus balik.

Menurut keterangan dari Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, Adjib Al Hakim, keempat ruas tol tersebut hanya dibuka untuk kendaraan Golongan I, yaitu mobil pribadi dan kendaraan kecil lainnya. Sementara itu, kendaraan berat seperti truk dan bus belum diizinkan melintas. Pembatasan ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan kelancaran selama operasional fungsional berlangsung.

Operasional jalan tol secara fungsional ini diberlakukan setiap hari sejak masa arus balik dimulai, dan hanya dibuka pada pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Ketentuan ini berlaku khususnya untuk ruas Pacin dan Sibanceh Seksi 1, dengan pengawasan ketat untuk memastikan tidak ada pelanggaran jenis kendaraan yang melintas.

Sebelumnya, ruas Tol Palembang – Betung (Paltung) Seksi 2 GT Rengas/Musi Landas – Pangkalan Balai sepanjang 30,67 km juga sempat dibuka secara fungsional dan digratiskan. Namun, pada Selasa, 8 April 2025 pukul 17.00 WIB, ruas ini ditutup lebih awal dari jadwal karena mengikuti diskresi Kepolisian Daerah setempat, yang mempertimbangkan aspek keamanan dan kelancaran lalu lintas di sekitar wilayah tersebut.

Selama periode arus mudik yang berlangsung pada 24 hingga 31 Maret 2025, tercatat sebanyak 63.619 kendaraan telah melintasi ruas-ruas tol tersebut. Dari jumlah tersebut, ruas Tol Padang – Sicincin menjadi yang paling banyak diminati oleh pengguna jalan, dengan total 33.794 kendaraan tercatat melintas. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan infrastruktur tol untuk perjalanan mudik yang lebih cepat dan nyaman.

Puncak trafik terjadi pada H-3 Lebaran, yakni 28 Maret 2025, dengan total 9.783 kendaraan yang melintas, disusul dengan Hari H Lebaran, 31 Maret 2025, yang mencatat rekor tertinggi dengan 9.997 kendaraan. Angka ini mengindikasikan tingginya mobilitas masyarakat dalam periode tersebut, sekaligus menjadi tolok ukur efektivitas pengoperasian tol secara fungsional dalam mengurai kemacetan di jalur utama.

Kebijakan pembukaan jalan tol secara fungsional ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, khususnya para pemudik yang merasa sangat terbantu. Selain lebih cepat, perjalanan melalui tol juga dinilai lebih aman dan nyaman dibandingkan jalur biasa yang penuh risiko seperti tikungan tajam, kondisi jalan berlubang, dan kepadatan lalu lintas.

Meski begitu, pengguna jalan tetap diimbau untuk berhati-hati dan mematuhi peraturan selama melintas di jalan tol fungsional. Fasilitas di jalan tol ini belum sepenuhnya lengkap seperti rest area, penerangan jalan, dan petugas layanan jalan tol yang tersedia secara penuh. Oleh karena itu, penting bagi pengendara untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan memastikan bahan bakar cukup sebelum memasuki ruas tol fungsional.

Setelah tanggal 10 April 2025, keempat ruas tol tersebut akan kembali dievaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah akan ditutup sementara sambil menunggu penyelesaian konstruksi dan fasilitas pendukung, atau mulai diberlakukan tarif secara resmi. Hutama Karya bersama dengan pemerintah dan pihak terkait akan terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan seluruh proses transisi berjalan dengan lancar.

Dengan semakin banyaknya ruas tol yang dibuka, baik secara fungsional maupun komersial, diharapkan ke depan mobilitas masyarakat di Pulau Sumatera akan semakin mudah dan efisien. Proyek Jalan Tol Trans Sumatera tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur nasional, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah yang dilaluinya.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/