Pembangunan infrastruktur strategis di sektor pertanian terus menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Salah satu proyek vital yang kini tengah didorong percepatan penyelesaiannya adalah pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS). Proyek ini dianggap sebagai kunci penting untuk mendukung pengairan lahan pertanian di wilayah Sumsel, yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menyatakan komitmennya untuk segera menyurati Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, guna mendorong percepatan pembangunan bendungan tersebut. Hal itu disampaikan Gubernur usai menerima audiensi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII, Feriyanto Pawenrusi, dalam pertemuan yang membahas perkembangan proyek dan strategi percepatannya.
“Langsung saja buat surat permohonan secepatnya. Kita sampaikan alasannya dan tembuskan ke Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian. Ini akan segera kita lakukan karena mendukung ketahanan pangan sesuai Asta Cita Bapak Presiden,” ujar Herman Deru dalam pernyataan resminya pada Jumat (11/4/2025).
Meningkatkan Produksi Pertanian Sumsel
Menurut Gubernur, Bendungan Tiga Dihaji akan menjadi infrastruktur vital untuk mendukung sistem irigasi pertanian di sejumlah kabupaten/kota di Sumsel. Kehadirannya akan memberikan suplai air yang lebih stabil dan memadai, terutama pada musim kemarau, sehingga petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada curah hujan.
“Bendungan ini penting untuk memperkuat posisi Sumsel sebagai salah satu lumbung pangan Indonesia. Dengan pengairan yang lebih terjamin, produktivitas pertanian akan meningkat secara signifikan,” jelasnya.
Untuk itu, Herman Deru telah memerintahkan Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sumsel, Basyaruddin Akhmad, untuk segera merancang dan mengirim surat resmi ke Presiden Prabowo Subianto. Surat tersebut juga akan ditembuskan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo sebagai bentuk koordinasi antarinstansi.
Permasalahan Teknis dan Perubahan Desain
Kepala BBWS Sumatera VIII, Feriyanto Pawenrusi, dalam audiensi tersebut menjelaskan bahwa proyek Bendungan Tiga Dihaji awalnya ditargetkan rampung pada awal tahun 2024. Namun, berbagai kendala di lapangan, khususnya terkait pembebasan lahan dan perubahan desain teknis, membuat jadwal penyelesaian mundur hingga tahun 2026.
“Awalnya kita menargetkan selesai di 2024, tetapi ada beberapa hambatan teknis seperti pembebasan lahan dan penyesuaian desain. Sekarang targetnya selesai 2026,” terang Feriyanto.
Meski begitu, ia menekankan bahwa pembangunan bendungan ini sangat krusial, terutama untuk meningkatkan debit air Sungai Komering, yang merupakan salah satu sumber air utama di wilayah Sumatera Selatan. Debit air yang cukup akan berbanding lurus dengan peningkatan luas area tanam dan hasil panen.
Atensi dari Pemerintah Pusat
Dukungan terhadap percepatan penyelesaian Bendungan Tiga Dihaji tidak hanya datang dari tingkat provinsi. Menurut Feriyanto, saat pelaksanaan panen raya serentak di 14 provinsi secara virtual pada 7 April lalu, Gubernur Sumsel menyampaikan langsung usulan terkait proyek ini, yang kemudian mendapat atensi khusus dari Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini dikonfirmasi oleh Menteri PUPR dalam rapat virtual sehari setelahnya. Menteri menyampaikan bahwa Presiden telah mencatat usulan tersebut dan meminta jajarannya untuk memberi perhatian khusus terhadap proyek bendungan di Sumatera Selatan.
“Pak Menteri mengatakan Sumsel harus jadi perhatian karena mereka sudah menyampaikan langsung ke Presiden,” ujar Feriyanto. Ia juga menyebut bahwa Menteri PUPR menyarankan agar Pemerintah Provinsi Sumsel segera menyurati Presiden secara resmi, dengan tembusan kepada kementerian terkait, agar proses percepatan proyek bisa segera dimulai.
Sinergi Antarinstansi dan Harapan Masyarakat
Proyek bendungan ini menjadi contoh nyata perlunya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga teknis seperti BBWS dalam membangun infrastruktur strategis yang berdampak luas bagi masyarakat. Pemerintah Provinsi Sumsel berharap, dengan adanya surat resmi dan dukungan politik yang kuat dari Presiden, hambatan yang ada dapat segera diatasi.
Di sisi lain, masyarakat, khususnya petani di wilayah OKU Selatan dan sekitarnya, menaruh harapan besar terhadap keberlanjutan dan percepatan proyek ini. Mereka berharap bahwa selesainya bendungan ini akan membawa perubahan nyata dalam sistem pertanian mereka—membuka akses air yang lebih baik, mengurangi risiko gagal panen, dan meningkatkan kesejahteraan.
Penutup
Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji bukan hanya proyek konstruksi biasa, tetapi investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan kuat dari Gubernur Sumatera Selatan, atensi dari Presiden Prabowo Subianto, serta koordinasi intensif dengan kementerian terkait, harapan akan terwujudnya bendungan yang mampu menopang kebutuhan air pertanian semakin mendekati kenyataan. Diharapkan pada 2026, bendungan ini sudah bisa beroperasi penuh dan menjadi tonggak kemajuan pertanian di Bumi Sriwijaya.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

