Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan terus menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis demi mendukung pelayanan publik dan pertumbuhan wilayah. Salah satu upaya penting yang dilakukan adalah percepatan pembangunan Bendungan Tiga Dihaji, yang dinilai sebagai proyek vital dalam pengelolaan sumber daya air, penyediaan air baku, ketahanan energi, dan peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Dalam rangka mempercepat realisasi proyek tersebut, Bupati OKU Selatan, Abusama Anwar, bersama Sekretaris Daerah M. Rahmatullah dan jajaran Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, melakukan kunjungan kerja ke Jakarta pada Rabu, 16 April 2025. Dalam lawatannya, Bupati melakukan roadshow ke sejumlah kementerian terkait, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Salah satu agenda utama dalam roadshow tersebut adalah kunjungan ke Direktorat Sumber Daya Air Kementerian PUPR. Di hadapan para pejabat kementerian, Bupati menyampaikan pentingnya percepatan pembangunan Bendungan Tiga Dihaji, yang saat ini progresnya baru mencapai sekitar 50 persen. Ia menegaskan bahwa keberadaan bendungan ini sangat penting dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat OKU Selatan dan mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya di sektor ketahanan pangan dan energi.
“Kabupaten OKU Selatan memiliki potensi sumber daya air dan tanah yang sangat besar. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal karena infrastruktur pendukung seperti bendungan masih belum selesai. Oleh karena itu, kami datang langsung ke kementerian untuk mendorong percepatan pembangunan Bendungan Tiga Dihaji,” ujar Bupati Abusama.
Menurut Bupati, salah satu kendala utama dalam pembangunan bendungan tersebut adalah keterbatasan dan efisiensi anggaran. Oleh karena itu, ia meminta perhatian lebih dari pemerintah pusat agar dukungan pendanaan dapat ditingkatkan demi kelangsungan proyek tersebut.
Menambahkan pernyataan Bupati, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU-TR) OKU Selatan, A. Farid, menyebutkan bahwa masih banyak wilayah di OKU Selatan yang belum terjangkau oleh jaringan air bersih yang dikelola secara profesional. Saat ini, sebagian besar masyarakat masih bergantung pada sumur bor, yang kualitas airnya belum sesuai dengan standar kesehatan.
“Kami berharap air bersih yang nanti akan dikelola oleh PDAM bisa menjangkau lebih banyak masyarakat dan memenuhi standar kesehatan yang layak. Keberadaan Bendungan Tiga Dihaji akan sangat mendukung upaya ini,” jelas A. Farid.
Perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) VIII Sumatera, Kamlan, dalam pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya sejak 2014 telah melakukan sosialisasi tentang manfaat dari proyek Bendungan Tiga Dihaji. Menurutnya, bendungan ini tidak hanya penting untuk Kabupaten OKU Selatan, tetapi juga memberikan manfaat bagi wilayah lain seperti Ogan Komering Ilir (OKI). Selain untuk pengelolaan air baku, bendungan ini juga dirancang untuk mendukung pasokan listrik di wilayah selatan Sumatera.
Dukungan dari pihak kementerian pun mengalir. Perwakilan Direktorat Air Tanah dan Air Baku Kementerian PUPR menyatakan bahwa pihaknya telah memulai desain teknis untuk penyediaan air baku sejak tahun 2023. Namun, pembangunan di wilayah hulu bendungan masih membutuhkan sejumlah pekerjaan lanjutan untuk bisa memenuhi target fungsional secara menyeluruh.
“Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji merupakan proyek lintas direktorat, dan pelaksanaannya di lapangan dilakukan oleh BWSS VIII. Kami berkomitmen menyelesaikan proyek ini paling lambat tahun 2027,” ujar perwakilan Direktorat.
Direktur Air Tanah dan Air Baku Kementerian PUPR menambahkan bahwa percepatan proyek ini memerlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, baik pusat maupun daerah. Pihaknya berjanji akan terus mendorong percepatan melalui pembahasan lintas sektor dan penguatan koordinasi teknis di lapangan.
Sebagai penutup pertemuan, Bupati Abusama menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk nyata dari keseriusan Pemkab OKU Selatan dalam mendukung program pembangunan nasional.
“Kami bertekad menjadikan OKU Selatan sebagai salah satu kawasan penyangga ketahanan air dan energi di Sumatera Selatan. Kehadiran kami di kementerian adalah bentuk nyata dukungan kami terhadap visi Indonesia Emas 2045,” tutup Bupati Abusama.
Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji tidak hanya akan memberikan dampak signifikan dalam hal pelayanan dasar seperti air bersih dan irigasi, tetapi juga menjadi pendorong transformasi energi dan pembangunan ekonomi lokal. Diharapkan, dengan sinergi yang terus diperkuat antara pemerintah pusat dan daerah, proyek strategis ini dapat selesai tepat waktu dan membawa manfaat besar bagi masyarakat OKU Selatan serta wilayah sekitarnya.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

