Lebak, Banten – Pemerintah terus memperkuat pembangunan infrastruktur strategis guna meningkatkan ketahanan air, pangan, dan energi di Indonesia. Salah satu proyek penting dalam agenda ini adalah Bendungan Multifungsi Karian yang terletak di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Pada Jumat (10/1), Bendungan Karian mendapat kunjungan kerja dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU), Diana Kusumastuti.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Disambut langsung oleh Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU, Bob Arthur Lombogia, rombongan meninjau langsung berbagai fungsi dan potensi strategis yang dimiliki bendungan ini.
Mengatasi Krisis Air dan Land Subsidence
Dalam kunjungannya, Menko AHY menyoroti pentingnya Bendungan Karian sebagai penyedia air baku bagi wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Menurutnya, dukungan air baku dari bendungan ini sangat krusial untuk mengurangi ketergantungan terhadap pengambilan air tanah, terutama di wilayah Jakarta Utara yang rawan mengalami penurunan permukaan tanah (land subsidence).
“Selain untuk suplai air bersih, bendungan ini punya peran penting dalam mewujudkan ketahanan air. Dengan kapasitas pelayanan sekitar 13.900 liter per detik, manfaatnya bisa dirasakan hingga 8 juta jiwa di wilayah Banten, Jawa Barat, dan Jakarta,” ungkap AHY.
Ia juga menekankan bahwa penggunaan air permukaan dari bendungan akan sangat membantu mengurangi eksploitasi air tanah yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama penurunan muka tanah, yang berdampak serius pada infrastruktur dan kelangsungan lingkungan hidup.
Infrastruktur Raksasa dengan Manfaat Multifungsi
Bendungan Karian dinobatkan sebagai bendungan terbesar ketiga di Indonesia. Dengan luas genangan maksimum mencapai 1.740 hektare dan kapasitas tampung air hingga 314,7 juta meter kubik, bendungan ini dirancang untuk berbagai keperluan strategis.
Dari sisi penyediaan air baku, bendungan ini dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan tiga provinsi. Provinsi Banten mendapat alokasi terbesar yakni 9.500 liter/detik, disusul Jakarta 3.450 liter/detik, dan Jawa Barat 950 liter/detik. Penyediaan air ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan ketahanan air jangka panjang di wilayah padat penduduk.
Tak hanya itu, Bendungan Karian juga berfungsi sebagai penyokong utama sektor pertanian. Wamen PU Diana Kusumastuti menjelaskan bahwa bendungan ini akan menyuplai air irigasi untuk Daerah Irigasi Ciujung seluas 21.350 hektare. Dengan adanya suplai air yang stabil, indeks pertanaman (IP) diperkirakan akan meningkat signifikan dari 207% menjadi 271%.
“Ini sangat mendukung program ketahanan pangan nasional. Petani bisa panen lebih dari dua kali dalam setahun karena pasokan air lebih terjamin,” ujar Wamen Diana.
Potensi Energi dan Wisata
Selain fungsi utama dalam hal air baku dan irigasi, Bendungan Karian juga menyimpan potensi besar untuk mendukung ketahanan energi nasional. Pemerintah berencana mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung berkapasitas hingga 318,6 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) sebesar 1,8 MW di kawasan bendungan ini.
Pengembangan energi bersih dari bendungan ini menjadi langkah penting dalam diversifikasi sumber energi nasional sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon.
“Dengan memanfaatkan sumber daya air secara maksimal, kita bisa memproduksi energi terbarukan yang ramah lingkungan, sesuai dengan agenda nasional menuju transisi energi bersih,” tambah Diana.
Tak ketinggalan, bendungan ini juga diproyeksikan sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Lebak. Dengan panorama alam yang indah dan aksesibilitas yang makin baik, kawasan ini diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Potensi ini akan membuka peluang usaha baru dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Pengendalian Banjir dan Mitigasi Bencana
Fungsi penting lain dari Bendungan Karian adalah sebagai alat pengendali banjir. Dengan sistem pengaturan aliran air yang canggih, bendungan ini mampu mereduksi risiko banjir di wilayah hilir, mencakup area seluas 1.221 hektare.
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir sejumlah pejabat tinggi dari Kementerian PUPR seperti Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Direktur Bendungan dan Danau Adenan Rasyid, Direktur Air Baku dan Air Tanah Ismail Widadi, serta Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau-Ciujung-Cidurian.
Dengan kehadiran Bendungan Karian sebagai infrastruktur multifungsi, pemerintah berharap seluruh potensi bendungan ini dapat dimaksimalkan untuk memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Mulai dari penyediaan air, pertanian, energi, pariwisata hingga pengendalian banjir, semuanya menjadi bagian dari visi besar membangun Indonesia yang berketahanan, sejahtera, dan berkelanjutan.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

