Lombok, NTB – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (PLN UIW NTB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan bendungan Pandanduri di Kabupaten Lombok Timur sebagai sumber energi baru terbarukan (EBT), melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTMH) Pandanduri.
General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi PLN untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060 dan khususnya NZE untuk wilayah NTB pada tahun 2050. Dalam keterangannya di Mataram, Selasa (29/4), Sudjarwo menegaskan bahwa pemanfaatan potensi lokal seperti bendungan Pandanduri merupakan hasil kolaborasi strategis antara PLN, pemerintah daerah, serta pihak pengembang energi terbarukan.
“Pemanfaatan bendungan ini sebagai salah satu langkah kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah dan pengembang EBT untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal,” ujar Sudjarwo.
PLTMH Pandanduri yang dibangun oleh PT Brantas Energi memiliki kapasitas sebesar 2 x 290 kilowatt (KW), atau total 580 KW. Proyek ini kini telah memasuki tahap akhir konstruksi dengan progres pembangunan mencapai 97 persen per akhir April 2025. Kehadiran PLTMH Pandanduri diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi wilayah Lombok sekaligus memperbesar kontribusi energi bersih dalam bauran energi setempat.
Sudjarwo secara langsung menandatangani peresmian proyek pembangunan ini, menandakan komitmen kuat PLN terhadap transisi energi di NTB. Ia juga meninjau langsung lokasi proyek untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana. Dalam kunjungannya, ia menekankan bahwa proyek ini tidak hanya soal penambahan kapasitas listrik, tetapi merupakan bentuk investasi jangka panjang menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar proyek pembangkitan, tetapi investasi untuk masa depan NTB yang lebih bersih, lebih mandiri, dan lebih berkelanjutan,” tegas Sudjarwo.
Sistem kelistrikan di Lombok saat ini memiliki kapasitas pembangkit energi terbarukan sekitar 38 megawatt (MW), yang setara dengan 8,02 persen dari total kapasitas sistem. Sebagian besar kapasitas ini berasal dari pengembang swasta atau Independent Power Producer (IPP). Dengan tambahan 580 KW dari PLTMH Pandanduri, bauran energi terbarukan Lombok akan semakin meningkat, memperluas akses listrik ramah lingkungan khususnya untuk masyarakat di sekitar wilayah Pandanduri.
Data kelistrikan NTB menunjukkan bahwa bauran energi terbarukan di Pulau Lombok berasal dari tiga sumber utama: tenaga surya, tenaga bayu, dan tenaga air. Energi surya menyumbang 17 MW melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), tenaga bayu menyumbang 21 MW melalui Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Lombok Timur, dan kini tenaga air turut diperkuat dengan hadirnya PLTMH Pandanduri.
Selain itu, PLN juga tengah mengembangkan teknologi co-firing biomassa di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai bagian dari strategi transisi energi. Langkah ini menunjukkan upaya terintegrasi PLN dalam memanfaatkan berbagai jenis energi terbarukan demi mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
PLN UIW NTB juga aktif membangun kolaborasi multipihak dalam pengembangan proyek-proyek EBT. Selain menggandeng sektor swasta, PLN bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam hal penyediaan lahan, proses perizinan, hingga dukungan teknis lainnya. Hal ini bertujuan untuk mempercepat realisasi pembangunan pembangkit EBT di berbagai wilayah NTB.
Sudjarwo menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas sektor dalam mencapai target NZE. Ia percaya bahwa setiap langkah kecil dalam penyediaan energi bersih hari ini akan berdampak besar bagi generasi mendatang.
“Setiap kilowatt energi bersih yang dihasilkan hari ini adalah langkah untuk menuju masa depan yang lebih baik demi generasi mendatang. PLN NTB akan terus hadir di garis depan dalam transisi energi ini,” ungkapnya.
Keberadaan PLTMH Pandanduri merupakan salah satu bagian dari upaya besar PLN UIW NTB dalam membangun masa depan energi yang berkelanjutan di wilayah ini. Proyek ini sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai provinsi percontohan dalam pengembangan energi hijau di Indonesia. Dengan strategi yang terukur dan dukungan berbagai pihak, PLN optimistis bahwa target bauran energi terbarukan di NTB dapat terus meningkat secara progresif dalam beberapa tahun ke depan.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

