Pemerintah Kota Tangerang menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi persoalan banjir dan pergeseran tanah yang kerap melanda sejumlah kawasan permukiman, khususnya di wilayah Kecamatan Pinang. Salah satu langkah konkret yang saat ini tengah dilakukan adalah pembangunan turap beton di sepanjang bantaran Kali Angke yang melintasi Perumahan Pinang Griya.
Proyek pembangunan turap beton sepanjang 88 meter dengan tinggi 4,5 meter ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam pengendalian banjir serta mencegah erosi yang mengancam permukiman warga. Kegiatan ini dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang dan ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2025.
Respons Cepat Atas Longsornya Turap Lama
Kepala Bidang Tata Air Dinas PUPR Kota Tangerang, Teja, menjelaskan bahwa pembangunan turap beton ini merupakan respons cepat atas kejadian longsornya turap sebelumnya yang menyebabkan terganggunya aliran air dan menimbulkan kekhawatiran warga terhadap potensi banjir dan pergeseran tanah.
“Kami melihat progres pembangunan turap berjalan sesuai dengan target yang ditentukan. Saat ini proyek sudah masuk dalam tahap penataan bantaran kali, pemasangan tiang pancang, serta persiapan pengecoran yang akan dilakukan dalam waktu dekat,” jelas Teja saat ditemui di lokasi proyek.
Langkah ini merupakan bagian dari program strategis Pemkot Tangerang dalam memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, seiring dengan meningkatnya intensitas curah hujan dan kondisi lingkungan yang rawan genangan.
Antusiasme Warga dan Pengawasan dari Kecamatan
Camat Pinang, Syarifudin Harja Winata, menuturkan bahwa pembangunan turap beton ini disambut positif oleh masyarakat sekitar. Selama ini, warga Perumahan Pinang Griya kerap dilanda kekhawatiran terhadap ancaman banjir yang datang tiba-tiba akibat luapan Kali Angke, terutama saat musim hujan.
“Pembangunan turap beton ini dinilai menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengantisipasi bencana banjir. Kami dari pihak kecamatan akan terus membantu memantau progres pembangunan di lapangan agar dapat berjalan lancar dan tepat waktu,” ungkap Syarifudin.
Ia juga menambahkan bahwa peran serta masyarakat sangat penting, terutama dalam menjaga lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah ke aliran sungai agar fungsi turap bisa maksimal dalam jangka panjang.
Dukungan dan Peninjauan Langsung oleh Wali Kota
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pembangunan turap beton tersebut. Dalam keterangannya, Sachrudin menyebut bahwa proyek ini merupakan bentuk tanggapan cepat dari pemerintah terhadap laporan masyarakat mengenai kerusakan turap yang dapat berimbas serius jika tidak segera ditangani.
“Alhamdulillah, Pemkot melalui Dinas PUPR langsung merespons begitu menerima informasi mengenai turap yang longsor di Kecamatan Pinang. Perbaikan berjalan lancar dan insyaallah dapat segera berfungsi sebagaimana mestinya,” ujar Sachrudin.
Ia menekankan bahwa pembangunan fasilitas pengendalian banjir seperti ini merupakan prioritas utama Pemkot Tangerang dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah memang gencar melakukan revitalisasi dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di berbagai wilayah, terutama daerah rawan genangan.
Solusi Permanen untuk Wilayah Rawan Banjir
Turap beton yang sedang dibangun di Pinang Griya bukan hanya bertujuan mengatasi permasalahan saat ini, namun juga sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan sistem pengairan yang lebih stabil dan tahan terhadap tekanan cuaca ekstrem. Selain mencegah pergeseran tanah, struktur ini juga akan menahan erosi dan mengarahkan aliran sungai agar tidak merusak fasilitas umum maupun permukiman warga.
Proyek ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkot Tangerang dalam meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi. Hal ini penting mengingat Kota Tangerang sebagai wilayah urban dengan populasi padat sangat rentan terhadap dampak banjir, terutama bila sistem drainase dan pengendalian air tidak berjalan optimal.
Harapan ke Depan
Diharapkan setelah pembangunan turap ini selesai, kawasan Pinang Griya dan sekitarnya dapat menikmati kondisi lingkungan yang lebih aman dari risiko banjir dan longsor. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk terus menjaga lingkungan, salah satunya dengan tidak mendirikan bangunan terlalu dekat dengan bantaran sungai serta tidak membuang sampah sembarangan.
Wali Kota Sachrudin juga menyampaikan bahwa pembangunan turap ini menjadi bagian dari upaya besar menjadikan Kota Tangerang lebih tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim dan fenomena cuaca ekstrem yang makin sering terjadi.
“Insyaallah ke depan kita akan terus mengembangkan fasilitas serupa di titik-titik rawan banjir lainnya, agar seluruh masyarakat Tangerang bisa hidup lebih nyaman dan aman,” pungkasnya.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

