Sub-sektor konstruksi menjadi salah satu elemen penting yang turut mendorong pertumbuhan investasi di Indonesia pada Triwulan I-2025. Berdasarkan data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total realisasi investasi nasional mencapai angka yang menggembirakan, yakni sebesar Rp 465,2 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 15,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), mengindikasikan keberlanjutan pemulihan dan ekspansi ekonomi nasional.
Dalam komposisi realisasi investasi tersebut, sub-sektor konstruksi mencatatkan kontribusi sebesar Rp 10,06 triliun dengan jumlah proyek yang mencapai 357.563 unit. Investasi di sektor ini mencakup dua jenis sumber pembiayaan, yaitu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Berdasarkan peringkat kontribusi dari 23 sub-sektor yang tercatat, konstruksi berada di posisi ke-15 secara keseluruhan.
Rinciannya, untuk PMDN, investasi di sektor konstruksi mencapai Rp 8,08 triliun dengan total 55.187 proyek. Kontribusi ini menempatkan sub-sektor konstruksi di peringkat ke-10 dalam kategori investasi domestik, menandakan adanya minat yang cukup besar dari pelaku usaha nasional terhadap pengembangan infrastruktur dan pembangunan fisik.
Sementara itu, dari sisi Penanaman Modal Asing (PMA), investasi di sektor konstruksi tercatat sebesar 123,99 juta Dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 1,98 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.000 per dolar AS). Jumlah proyek PMA mencapai 2.376 unit, dan dari segi peringkat, sektor konstruksi berada di posisi ke-19 dari total 23 sub-sektor. Posisi ini menunjukkan bahwa walaupun investasi asing di sektor konstruksi masih tergolong rendah dibandingkan sektor lainnya, tetap ada kepercayaan investor asing terhadap potensi pertumbuhan sektor ini di Indonesia.
Kontribusi sub-sektor konstruksi sangat krusial dalam mendukung pembangunan nasional, baik dalam bentuk infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, pelabuhan, hingga kawasan industri. Sektor ini juga memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap sektor lain, seperti manufaktur, logistik, dan properti, sehingga peningkatan investasinya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.
Pemerintah Indonesia sendiri terus mendorong kemudahan berusaha dan perbaikan iklim investasi guna menarik lebih banyak investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Peningkatan efisiensi perizinan, transparansi regulasi, dan penguatan kerja sama strategis dengan mitra internasional menjadi fokus utama untuk menarik minat investor di sektor-sektor prioritas, termasuk konstruksi.
Ke depan, dengan terus meningkatnya kebutuhan infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di berbagai daerah, sektor konstruksi diprediksi akan tetap menjadi pilar penting dalam strategi investasi nasional. Oleh karena itu, meskipun peringkat kontribusinya saat ini masih di tengah-tengah, potensi pertumbuhan sektor konstruksi masih sangat terbuka lebar, terutama jika didukung oleh regulasi yang kondusif dan kepastian hukum yang lebih baik bagi investor.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

