cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

Usulan Pembangunan Dermaga Nelayan di Teluk-Labuan

Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah pesisir yang memiliki potensi besar dalam sektor kelautan dan perikanan. Salah satu kecamatan dengan aktivitas nelayan yang cukup tinggi adalah Kecamatan Labuan. Namun, tingginya aktivitas ini tidak diimbangi dengan infrastruktur yang memadai, khususnya dalam hal fasilitas dermaga pelabuhan bagi para nelayan. Akibatnya, penumpukan kapal nelayan di muara-muara sungai menjadi masalah klasik yang belum kunjung terselesaikan.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang mengambil langkah konkret dengan mengusulkan pembangunan dermaga pelabuhan nelayan di Desa Teluk-Labuan. Usulan ini muncul sebagai jawaban atas keluhan para nelayan yang selama ini tidak memiliki tempat yang layak untuk bersandar. Selama bertahun-tahun, kapal-kapal nelayan terpaksa bersandar di bibir sungai seperti di Muara Sungai Cipunten Agung dan Muara Caringin, yang tidak hanya menimbulkan kemacetan perairan, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan dan kerusakan kapal.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Uun Junandar, menjelaskan bahwa pembangunan dermaga ini sangat penting untuk mendukung kegiatan ekonomi nelayan setempat. Ia menegaskan bahwa usulan ini telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Banten dengan harapan segera mendapat perhatian dan direalisasikan.

“Kami usulkan dermaga pelabuhan, agar nelayan memiliki tempat berlabuh atau bersandar, sehingga tidak harus bertumpuk di muara sungai,” kata Uun kepada wartawan, Rabu, 7 Mei 2025. Ia menyebut bahwa kondisi saat ini cukup memprihatinkan, karena perahu-perahu nelayan memenuhi bibir sungai dan saling berdesakan tanpa tempat berlabuh yang layak.

Menurut Uun, keberadaan dermaga akan membawa dampak positif jangka panjang, tidak hanya untuk kenyamanan dan keselamatan para nelayan, tetapi juga bagi peningkatan ekonomi daerah. Ia tidak menutup kemungkinan jika kelak dermaga tersebut berkembang menjadi pelabuhan nelayan yang lebih besar dan modern.

“Kalau ke depannya bisa menjadi pelabuhan, kenapa tidak? Itu lebih bagus. Yang penting sekarang para nelayan memiliki tempat bersandar yang memadai,” ujarnya.

Dampak Penumpukan Kapal Nelayan

Penumpukan kapal di muara sungai tidak hanya mengganggu aktivitas melaut, tetapi juga berdampak terhadap ekosistem perairan dan kualitas hidup masyarakat pesisir. Kondisi ini sering menimbulkan konflik antarnelayan terkait lokasi bersandar, keterlambatan berlayar, dan bahkan potensi kecelakaan akibat saling bersinggungan saat air pasang.

Selain itu, tumpukan kapal di daerah yang tidak dirancang sebagai tempat bersandar menyebabkan sedimentasi dan pencemaran air, yang lambat laun bisa merusak daya dukung lingkungan pesisir. Oleh karena itu, pembangunan dermaga menjadi solusi yang tidak hanya bersifat praktis, tetapi juga strategis secara lingkungan.

Desa Teluk-Labuan: Lokasi Strategis Pembangunan Dermaga

Pemilihan Desa Teluk-Labuan sebagai lokasi usulan dermaga bukan tanpa alasan. Desa ini terletak strategis di wilayah pesisir dan menjadi pusat aktivitas perikanan di Kecamatan Labuan. Letaknya yang dekat dengan jalur transportasi utama dan akses laut yang memadai menjadikan desa ini pilihan ideal sebagai lokasi pembangunan dermaga.

Dengan adanya dermaga di Teluk-Labuan, para nelayan tidak perlu lagi bersandar di lokasi-lokasi sempit dan tidak resmi. Hal ini akan meningkatkan efisiensi waktu bongkar muat hasil tangkapan laut, mempercepat distribusi ke pasar, serta memudahkan pengawasan dan pengelolaan sumber daya laut.

Harapan Para Nelayan

Para nelayan di Labuan menyambut baik usulan pembangunan dermaga ini. Mereka berharap pembangunan segera direalisasikan agar kegiatan melaut menjadi lebih tertib dan aman. Selama ini, mereka merasa termarjinalkan karena tidak adanya infrastruktur pendukung meskipun aktivitas perikanan di wilayah ini cukup tinggi.

“Sudah lama kami harapkan dermaga ini. Setiap kali pulang melaut harus berebut tempat sandar, bahkan kadang sampai menunggu kapal lain keluar dulu,” ujar seorang nelayan setempat.

Mereka juga berharap pembangunan dermaga ini dibarengi dengan fasilitas pendukung lainnya seperti tempat pelelangan ikan, tempat penyimpanan bahan bakar, air bersih, dan bengkel perahu. Dengan begitu, dermaga tidak hanya menjadi tempat bersandar, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi nelayan yang terintegrasi.

Dukungan Pemerintah Provinsi Diharapkan

Langkah Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang untuk mengusulkan pembangunan dermaga ke Pemerintah Provinsi Banten merupakan bagian dari sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi dalam membangun infrastruktur yang berpihak pada masyarakat. Dengan alokasi anggaran yang tepat dan perencanaan yang matang, dermaga di Teluk-Labuan bisa menjadi percontohan pengelolaan dermaga nelayan berbasis kebutuhan lokal.

Jika usulan ini disetujui dan direalisasikan dalam waktu dekat, maka tidak hanya nelayan yang merasakan manfaatnya, tetapi juga masyarakat luas melalui peningkatan ekonomi lokal, pengurangan konflik antarnelayan, dan pelestarian lingkungan pesisir.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/