Pembangunan Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) terus menunjukkan perkembangan berarti, khususnya pada Tahap 3 yang meliputi ruas Cihideng hingga Sukabumi. Pantauan terkini per 8 Mei 2025 mengonfirmasi bahwa pekerjaan konstruksi telah memasuki fase penting, yakni pembetonan main road di kawasan Desa Cihulang, Kabupaten Sukabumi. Pekerjaan ini menandai langkah besar menuju realisasi tol yang telah lama dinanti untuk mengatasi kepadatan lalu lintas dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah selatan Jawa Barat.
Meski beberapa hari terakhir cuaca kurang bersahabat dengan curah hujan yang tinggi dan langit mendung, proses konstruksi tetap berjalan. Menurut laporan dari kanal YouTube Edwar Widodo, yang dikenal rutin mengabarkan perkembangan proyek Bocimi, saat ini telah dilakukan pembetonan dasar atau lean concrete (LC)—sebuah tahapan krusial sebelum pengecoran utama jalan tol dilakukan. Kehadiran alat berat seperti crane, excavator, dan mesin borile di lapangan menjadi bukti nyata bahwa proyek ini dijalankan dengan serius dan terencana.
Salah satu titik fokus pembangunan berada di Desa Cihulang yang tidak hanya menjadi lintasan utama jalan tol, tetapi juga lokasi calon rest area serta dua jembatan vital: Jembatan Cihulang dan Jembatan Cikolawing. Di area Jembatan Cihulang, aktivitas pembangunan pondasi tengah berlangsung. Jalur alat berat telah dibuka hingga menjangkau Sungai Cihulang yang menjadi titik penting dalam pembangunan struktur jembatan.
Di sisi lain, pekerjaan pada Jembatan Cikolawing juga menunjukkan kemajuan. Lokasi ini berada di wilayah Legok Picung dan Kamandoran, di mana pembangunan overpass telah dipersiapkan untuk mendukung konektivitas antarwilayah. Setelah melewati Sungai Cikolawing, jalur tol akan melintasi Kecamatan Nagrak, tepatnya Kampung Nagrak Hilir. Keberadaan struktur-struktur ini mencerminkan tantangan topografi yang cukup kompleks, namun juga sekaligus menegaskan pentingnya pembangunan tol dalam membuka akses yang selama ini sulit dijangkau melalui jalan konvensional.
Perlu diketahui, Tol Bocimi Tahap 3 dirancang memiliki 12 jembatan utama yang akan melintasi sejumlah sungai besar dan kecil. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan Seksi 2 yang hanya memiliki 9 jembatan. Hal ini menunjukkan bahwa konstruksi di tahap ini lebih menantang secara teknis, namun tetap dijalankan dengan ketelitian tinggi guna memastikan keamanan dan keberlanjutan infrastruktur dalam jangka panjang.
Lebih dari sekadar proyek jalan, Tol Bocimi merupakan harapan bagi masyarakat Sukabumi dan sekitarnya untuk mendapatkan akses yang lebih cepat, nyaman, dan aman menuju ibu kota Jakarta maupun ke kota-kota lain di Jawa Barat. Saat ini, perjalanan dari Jakarta ke Sukabumi sering kali memakan waktu lebih dari empat jam, terutama saat akhir pekan atau musim liburan. Dengan beroperasinya Tol Bocimi secara penuh hingga Seksi 3 dan selanjutnya Seksi 4, waktu tempuh tersebut diharapkan dapat dipangkas secara signifikan hingga kurang dari dua jam.
Selain aspek fungsional, keindahan alam di sepanjang trase tol juga menjadi nilai tambah tersendiri. Dari arah Sukabumi menuju Jakarta, para pengendara akan disuguhi panorama Gunung Salak di sisi kiri dan Gunung Gede Pangrango di sisi kanan. Kombinasi antara infrastruktur modern dan lanskap alam yang memesona menjadikan pengalaman berkendara di Tol Bocimi tidak hanya efisien, tetapi juga menyenangkan.
Pembangunan jalan tol ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi yang luas, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi. Dengan akses transportasi yang lebih lancar, arus distribusi barang dan jasa dapat meningkat, wisatawan lebih mudah mengunjungi destinasi-destinasi alam dan budaya di wilayah ini, serta membuka peluang investasi baru di sektor perhotelan, perdagangan, hingga properti.
Pemerintah pusat dan daerah pun terus berkoordinasi dalam mengawal proyek ini sebagai bagian dari komitmen pembangunan infrastruktur yang merata. Tol Bocimi termasuk dalam jaringan strategis nasional yang mendapat prioritas karena dinilai mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, terutama antara kawasan metropolitan Jabodetabek dengan daerah penyangga di selatan Jawa Barat.
Proyek ini juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pengurangan kesenjangan antarwilayah serta peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan infrastruktur dasar yang memadai. Dalam jangka panjang, keberadaan Tol Bocimi akan menjadi salah satu penggerak utama bagi tumbuhnya kawasan ekonomi baru di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.
Dengan kerja keras para pekerja konstruksi di lapangan yang tak kenal lelah meski di tengah cuaca buruk, serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, Tol Bocimi Tahap 3 diharapkan dapat selesai sesuai target dan segera beroperasi untuk mendukung mobilitas dan pembangunan nasional.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

