Rencana pembangunan pelabuhan di kawasan bekas PT Koba Tin, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, kembali mencuat ke permukaan. Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyampaikan bahwa proyek strategis ini masih dalam tahap kajian dan perencanaan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersabar dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan mengenai progres pembangunan yang tengah digagas tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Algafry setelah dirinya bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bangka Tengah dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan pelabuhan. Meskipun telah dilakukan survei lapangan dan memperoleh dukungan prinsip dari Gubernur, namun Algafry menegaskan bahwa prosesnya masih dalam tahap awal.
“Kita bersama Forkopimda Bangka Tengah dan Pak Gubernur memang sudah melakukan peninjauan lokasi untuk menyukseskan niat pembangunan pelabuhan,” ujar Algafry, Minggu (18/5).
Solusi Masalah Pelayaran dan Penguatan Koridor Ekonomi
Lebih jauh, Bupati Algafry mengungkapkan bahwa pembangunan pelabuhan ini dirancang sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan pelayaran kapal yang selama ini terjadi di wilayah Pulau Bangka. Letak geografis Bangka Tengah yang strategis membuat kawasan ini memiliki potensi besar untuk menjadi simpul logistik dan transportasi laut yang efisien.
Selain sebagai solusi praktis untuk pelayaran, pelabuhan ini juga diharapkan menjadi salah satu koridor ekonomi baru di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan adanya pelabuhan yang representatif, kegiatan ekspor-impor dan distribusi barang antarpulau akan semakin mudah, cepat, dan murah. Ini tentu akan membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi masyarakat Bangka Tengah.
“Rencana pembangunan pelabuhan ini pada dasarnya menjadi potensi besar yang bisa membangun ekonomi masyarakat,” tegas Algafry.
Harapan dan Penekanan untuk Tidak Menyebar Informasi Simpang Siur
Meskipun pembangunan pelabuhan telah mendapatkan atensi dari pemerintah daerah dan provinsi, Algafry berharap masyarakat tidak bersikap reaktif secara berlebihan. Ia mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terkonfirmasi secara resmi.
“Walaupun sudah disepakati oleh Gubernur Bangka Belitung, tapi saya berharap masyarakat tidak perlu heboh, sehingga memicu informasi simpang siur,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur skala besar seperti pelabuhan memerlukan proses panjang yang melibatkan banyak aspek teknis, administratif, hingga politis. Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman dan kesabaran dari semua pihak agar proyek ini dapat berjalan dengan baik, tanpa tekanan sosial yang justru bisa menghambat proses yang sedang berlangsung.
Kaji Ulang dan Keterlibatan Investor
Salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam rencana pembangunan pelabuhan ini adalah kebutuhan untuk melakukan kajian mendalam. Kajian ini mencakup aspek kelayakan ekonomi, dampak lingkungan, studi teknis, serta analisis risiko yang harus disusun secara komprehensif sebelum proyek bisa masuk ke tahap realisasi.
Algafry mengakui bahwa pemerintah daerah tidak bisa serta-merta merealisasikan proyek ini tanpa perhitungan yang matang. Ia menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga sedang mempertimbangkan opsi untuk menggandeng investor, sehingga proyek tersebut tidak terlalu membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Pembangunan pelabuhan ini memang tidak mudah, karena pemerintah harus membuat kajian mendalam terlebih dahulu. Selain itu, kita juga harus mempertimbangkan melibatkan pihak investor agar tidak mengganggu anggaran pemerintah,” jelasnya.
Keterlibatan investor dinilai strategis, sebab selain membantu pendanaan, mereka juga biasanya memiliki pengalaman dan jaringan luas dalam mengelola pelabuhan. Skema kerja sama pemerintah dengan pihak swasta (Public-Private Partnership/PPP) menjadi salah satu solusi yang realistis untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur besar tanpa terlalu membebani anggaran negara atau daerah.
Optimisme dan Komitmen untuk Kemajuan Daerah
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, Algafry tetap optimistis bahwa rencana pembangunan pelabuhan ini akan membawa dampak jangka panjang yang positif bagi masyarakat Bangka Tengah. Ia menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proyek ini bersama stakeholder terkait, baik di tingkat daerah maupun provinsi, hingga bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Yang pasti sabar saja dulu. Mudah-mudahan ada potensi besar yang bisa bermanfaat untuk masyarakat kita,” katanya menutup pernyataannya.
Penutup
Rencana pembangunan pelabuhan di kawasan bekas PT Koba Tin merupakan salah satu wacana strategis yang dapat menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan ekonomi Bangka Tengah. Meski saat ini masih dalam tahap kajian, kehadiran pelabuhan tersebut di masa depan diyakini akan membuka peluang ekonomi baru, mempercepat arus barang dan jasa, serta mendukung pengembangan sektor industri, perikanan, dan pariwisata di Bangka Belitung.
Namun demikian, seperti disampaikan Bupati Algafry Rahman, kesabaran dan dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan dalam proses panjang ini. Dengan pendekatan yang matang dan kolaboratif, pelabuhan Koba diharapkan akan menjadi simbol kemajuan baru bagi Bangka Tengah.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

