Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 resmi memulai pembangunan Jembatan Peti Bubur yang berlokasi di Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar). Proyek ini merupakan bagian dari program peningkatan kualitas infrastruktur dasar yang bertujuan memperkuat konektivitas wilayah dan mempercepat arus distribusi barang serta mobilitas masyarakat.
Jembatan Peti Bubur merupakan salah satu dari tiga proyek pembangunan jembatan strategis yang masuk dalam prioritas tahun anggaran 2025. Dua lainnya adalah Jembatan Lubuk Buayo dan Jembatan Sungai Tarok. Ketiganya berada di lokasi-lokasi vital yang berfungsi sebagai penghubung utama kawasan pertanian dan perkebunan dengan pusat distribusi, termasuk akses menuju Pelabuhan Teluk Tapang.
Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di Kecamatan Sungai Beremas yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi kelapa sawit terbesar di Pasaman Barat.
Jawaban atas Kebutuhan Akses yang Lebih Baik
Selama ini, masyarakat di Nagari Air Bangis dan sekitarnya menghadapi tantangan dalam akses transportasi yang masih terbatas. Kondisi jalan dan jembatan yang belum optimal menjadi hambatan utama dalam distribusi hasil bumi, khususnya kelapa sawit, yang merupakan komoditas andalan daerah. Dengan dibangunnya Jembatan Peti Bubur, harapannya konektivitas antara Bunga Tanjung dan Pelabuhan Teluk Tapang bisa berjalan lebih lancar dan efisien.
“Keberadaan jembatan ini sangat penting untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat, terutama kelapa sawit yang menjadi andalan di Kecamatan Sungai Beremas,” ujar Iyon, seorang tokoh pemuda setempat, Senin (19/5/2025).
Menurut Iyon, proyek ini merupakan kelanjutan logis dari program pemerintah sebelumnya yang berfokus pada peningkatan akses jalan. Kini, pembangunan jembatan menjadi prioritas lanjutan untuk melengkapi sistem transportasi darat secara menyeluruh.
“Kalau tahun-tahun kemarin fokus di jalan, sekarang giliran jembatan. Ada tiga titik pembangunan tahun ini,” tambahnya.
Proyek Multilokasi dengan Anggaran Terukur
Pengawas proyek dari CV Shafrina Konstruksi Abadi, Agung, menjelaskan bahwa proyek pembangunan jembatan Peti Bubur dipercayakan kepada perusahaannya dengan nilai kontrak sebesar Rp10,6 miliar. Ia menyebutkan bahwa pekerjaan akan dimulai pada pertengahan tahun 2025 dan ditargetkan selesai sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Pemprov Sumbar.
“Untuk jembatan Peti Bubur ini, CV Shafrina Konstruksi Abadi dipercaya sebagai pelaksana dengan nilai kontrak sebesar Rp10,6 miliar,” jelas Agung.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan dua jembatan lainnya—Lubuk Buayo dan Sungai Tarok—akan dikerjakan oleh kontraktor berbeda. Hal ini disesuaikan dengan kebijakan pembagian paket proyek dari pemerintah daerah guna menjamin efisiensi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan pekerjaan.
“Untuk dua jembatan lagi, akan disesuaikan dengan kebijakan proyek bersama kontraktor masing-masing,” tutupnya.
Akselerasi Infrastruktur Penunjang Ekonomi Daerah
Pembangunan infrastruktur seperti jembatan bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga bagian penting dari upaya meningkatkan daya saing daerah. Dalam konteks Pasaman Barat, keberadaan jembatan yang layak dan fungsional akan membuka lebih banyak peluang investasi, mempercepat mobilitas barang hasil perkebunan dan pertanian, serta memangkas biaya logistik yang selama ini membebani petani dan pelaku usaha lokal.
Dengan akses yang lebih baik, arus transportasi dari wilayah hulu ke hilir, termasuk ke Pelabuhan Teluk Tapang yang strategis, akan lebih lancar. Ini akan membuka akses perdagangan yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.
Selain manfaat ekonomi, pembangunan jembatan ini juga akan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Konektivitas yang terjamin menjadi landasan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil atau terisolasi.
Harapan Masyarakat dan Komitmen Pemerintah
Antusiasme masyarakat terhadap pembangunan ini sangat besar, namun pada saat yang sama, mereka juga berharap proses pembangunan dapat berjalan transparan, tepat waktu, dan dengan kualitas yang terjamin. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat diharapkan terus mengawal pelaksanaan proyek agar sesuai dengan rencana dan spesifikasi teknis.
Dengan adanya keterlibatan masyarakat, tokoh lokal, serta pengawasan dari pihak independen, diharapkan pembangunan jembatan ini akan menjadi contoh keberhasilan proyek infrastruktur daerah yang dikerjakan dengan prinsip good governance.
Penutup
Pembangunan Jembatan Peti Bubur di Nagari Air Bangis merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur yang berdampak langsung pada masyarakat. Dengan anggaran yang telah disiapkan dan pelaksanaan yang mulai digulirkan tahun 2025 ini, proyek ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam penguatan ekonomi lokal dan konektivitas wilayah.
Tidak hanya mempermudah akses dan distribusi hasil pertanian, jembatan ini juga diharapkan menjadi simbol kemajuan dan semangat gotong royong antara pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat. Ke depan, pembangunan infrastruktur seperti ini diharapkan dapat terus berkelanjutan demi terciptanya pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Sumatera Barat.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

