cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

Pemkab Jembrana Genjot Peningkatan Infrastruktur Jalan Berkat Bantuan Dana BKK Badung

Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali mengebut program pembangunan infrastruktur jalan tahun ini dengan suntikan dana segar dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung. Dana sebesar Rp49,6 miliar yang dikucurkan tersebut menjadi pendorong utama dalam upaya Pemkab Jembrana untuk memperbaiki kualitas konektivitas antarwilayah serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di seluruh kecamatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Jembrana, I Wayan Sudiarta, mengungkapkan bahwa bantuan ini sangat krusial dalam mempercepat pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Ia menegaskan bahwa program perbaikan jalan telah dimulai dan akan terus berlanjut hingga seluruh target tercapai.

“Dengan bantuan BKK dari Kabupaten Badung, tahun ini Jembrana bisa melanjutkan berbagai kegiatan perbaikan jalan, pemeliharaan berkala, rehabilitasi jalan, serta peningkatan kapasitas struktur jalan di lima kecamatan. Kegiatan ini sudah berjalan,” jelas Sudiarta pada Selasa, 20 Mei 2025.

Ia menambahkan, total anggaran tersebut akan digunakan untuk tujuh jenis kegiatan utama. Kegiatan ini mencakup pembangunan jalan baru, pelebaran jalan, serta peningkatan struktur dan kekuatan badan jalan yang telah mengalami penurunan kualitas. Total panjang ruas jalan yang akan disentuh dalam program ini mencapai hampir 29 kilometer, tersebar merata di seluruh kecamatan yang ada di Jembrana.

Bagi Kabupaten Jembrana, yang memiliki topografi beragam mulai dari wilayah pesisir hingga perbukitan, peningkatan kualitas jalan merupakan fondasi penting dalam mendorong pemerataan pembangunan. Selain mempercepat konektivitas antarwilayah, jalan yang baik juga menunjang sektor-sektor vital seperti pertanian, perdagangan, pendidikan, hingga pariwisata.

Fokus pada Infrastruktur Strategis: Jembatan Yehembang

Salah satu proyek yang menjadi perhatian khusus dalam program ini adalah perbaikan jembatan gantung di atas Sungai Yehembang. Jembatan ini sebelumnya mengalami kerusakan parah dan akhirnya roboh akibat banjir bandang yang menerjang beberapa waktu lalu. Dengan panjang bentang mencapai 34 meter, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga di sekitar Kecamatan Mendoyo, terutama dalam mendukung aktivitas harian dan distribusi hasil pertanian.

“Jembatan gantung tersebut roboh terkena banjir bandang, dan kali ini bisa diperbaiki. Kehadiran jembatan ini tidak hanya akan mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mempercepat distribusi hasil pertanian dan ekonomi lokal,” ujar Sudiarta.

Perbaikan jembatan ini dinilai sangat strategis, mengingat daerah sekitar Sungai Yehembang merupakan kawasan pertanian yang cukup produktif. Dengan infrastruktur yang baik, hasil-hasil pertanian dari desa-desa sekitar dapat lebih mudah diangkut ke pasar atau sentra distribusi lainnya. Di sisi lain, akses yang lebih baik juga akan mendukung mobilitas masyarakat dalam mengakses layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya.

Dampak Positif Bantuan Dana Antarwilayah

Bantuan dari Kabupaten Badung ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antarwilayah di Bali bisa mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan. Kabupaten Badung, sebagai daerah dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang tinggi berkat sektor pariwisata, menunjukkan kepeduliannya terhadap pembangunan di daerah lain yang membutuhkan dukungan.

Sinergi ini sekaligus menjadi cerminan nilai gotong royong dalam pembangunan daerah yang inklusif. Bantuan tersebut tidak hanya sekadar aliran dana, melainkan bentuk nyata solidaritas dan semangat membangun Bali secara menyeluruh. Pemkab Jembrana pun menyambut baik sinergi ini dan berkomitmen mengelola bantuan tersebut secara akuntabel dan tepat sasaran.

Dalam pelaksanaannya, seluruh proyek infrastruktur yang dibiayai melalui dana BKK ini dipastikan mengikuti standar teknis yang ditetapkan pemerintah pusat dan daerah. Dinas PUPR Kabupaten Jembrana juga melibatkan pengawasan ketat untuk memastikan kualitas hasil pekerjaan serta ketepatan waktu penyelesaian proyek.

Pembangunan Jalan Dorong Ekonomi Rakyat

Secara umum, program peningkatan infrastruktur jalan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. Konektivitas yang baik akan memperluas akses masyarakat ke pasar, membuka peluang investasi, serta menekan biaya logistik dan transportasi, terutama bagi pelaku usaha kecil dan petani.

Di tengah upaya pemulihan ekonomi pascapandemi dan tekanan inflasi, program ini membawa harapan baru bagi masyarakat Jembrana. Infrastruktur jalan yang baik bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga menyangkut kualitas hidup, produktivitas ekonomi, dan daya saing daerah.

Pemkab Jembrana optimistis bahwa program ini akan memberikan dampak langsung dan jangka panjang. Dengan dukungan dan partisipasi masyarakat, serta pengelolaan anggaran yang transparan dan profesional, pembangunan infrastruktur jalan tahun 2025 diharapkan menjadi tonggak penting dalam pembangunan wilayah barat Pulau Bali ini.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/