cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

Infrastruktur Indonesia untuk Kehidupan Lebih Baik dan Berkelanjutan

Jakarta akan menjadi tuan rumah perhelatan penting bertajuk International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 yang akan digelar pada 11–12 Juni 2025. Konferensi ini diharapkan menjadi panggung utama dalam merumuskan arah pembangunan infrastruktur Indonesia ke depan yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mempertimbangkan kualitas hidup masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Pemerintah Indonesia kini mengubah paradigma pembangunan infrastruktur. Tak lagi sekadar membangun jalan, jembatan, atau pelabuhan, namun lebih jauh mendorong hadirnya infrastruktur yang manusiawi, berkelanjutan, dan inklusif. Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ke depan harus menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan dengan alam.

Infrastruktur untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa, 27 Mei 2025, AHY menyampaikan bahwa salah satu pokok bahasan utama dalam ICI 2025 adalah tentang perumahan dan kehidupan masyarakat. Menurutnya, infrastruktur yang baik harus mampu meningkatkan kualitas hidup warga, dimulai dari tempat tinggal yang layak.

“Bagaimana kehidupan masyarakat, rumah-rumah yang semakin layak, yang semakin berkualitas, itu bisa menghadirkan kualitas kehidupan yang semakin baik,” ujar AHY. Ia menekankan bahwa pemenuhan hak dasar masyarakat seperti perumahan, pendidikan, dan kesehatan harus menjadi prioritas utama dalam desain dan implementasi infrastruktur nasional.

Pemerintah juga menyoroti pentingnya pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), yaitu konsep pembangunan yang memadukan kawasan pemukiman, perkantoran, dan fasilitas publik dengan sistem transportasi massal. TOD dinilai efektif dalam mengatasi kemacetan di kota-kota besar serta meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat urban.

“Kita berharap ini juga bisa disampaikan dan bisa didiskusikan, termasuk model TOD di kota-kota besar yang kita berharap bisa mengurai kepadatan dan kemacetan, dan pada akhirnya produktivitas akan terjaga,” tambah AHY.

Pembangunan Ramah Lingkungan

Tak hanya berfokus pada pembangunan sosial dan ekonomi, ICI 2025 juga akan menyoroti isu lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari agenda pembangunan infrastruktur. Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh merusak kelestarian alam. Infrastruktur justru harus menjadi solusi atas tantangan perubahan iklim dan bencana alam yang kian meningkat.

“Kita tahu infrastruktur itu untuk manusia tapi juga infrastruktur untuk alam. Kita ingin membangun ekonomi, tapi juga menjaga keseimbangan bumi kita yang hanya satu ini harus kita jaga,” tegas AHY.

Dalam konteks ini, pemanfaatan teknologi dalam mitigasi bencana, pengurangan emisi, serta pengembangan transportasi hijau menjadi prioritas. Pemerintah berkomitmen mengurangi polusi melalui pengembangan kendaraan listrik, sistem transportasi massal yang efisien, serta infrastruktur ramah lingkungan lainnya.

Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya besar Indonesia dalam mewujudkan target net zero emission pada tahun 2060. “Pada akhirnya, kita semua bisa mewujudkan net zero emission 2060 sebagai bagian dari tanggung jawab moral kita sebagai bangsa di dunia,” ujar AHY.

Etalase Investasi Global

International Conference on Infrastructure 2025 bukan hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga akan menjadi etalase besar bagi proyek-proyek infrastruktur prioritas nasional. Pameran yang diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan ICI 2025 akan menampilkan proyek-proyek strategis yang sedang berjalan maupun yang akan dibuka untuk pendanaan dan kemitraan di masa mendatang.

AHY menyatakan bahwa partisipasi sektor swasta, baik dari dalam maupun luar negeri, sangat penting demi keberlanjutan pembangunan infrastruktur nasional. Pemerintah siap menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan melalui pendekatan kemitraan strategis.

“Kita berharap semuanya mendapatkan keuntungan yang baik dari investasi di Indonesia,” katanya.

Dalam forum ini, berbagai investor global telah menunjukkan ketertarikan untuk ikut serta dalam pembangunan infrastruktur Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa potensi Indonesia dalam bidang infrastruktur masih sangat besar dan menarik bagi dunia internasional. Dengan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas regulasi, tata kelola, dan transparansi, Indonesia optimis mampu menjaring lebih banyak mitra strategis untuk mewujudkan infrastruktur yang tangguh dan berdaya saing.

Konferensi ICI 2025 diharapkan mampu menyatukan semangat seluruh pemangku kepentingan dalam membangun infrastruktur yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga berdampak sosial dan ekologis. Kehadiran infrastruktur harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan menjaga kelestarian bumi.

“Mudah-mudahan ini akan menyatukan semangat kita semua untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur dan kewilayahan ke depan,” pungkas AHY.

Dengan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi, ICI 2025 bukan hanya menjadi momentum penting bagi Indonesia, tetapi juga kontribusi nyata bangsa ini dalam menghadirkan masa depan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/