Bandung – Dalam upaya mendukung pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menuju visi besar Indonesia Emas 2045, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyelesaikan pembangunan sejumlah gedung universitas di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu proyek strategis tersebut adalah pembangunan Gedung Universitas Persatuan Islam (Unipi) Persis yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama bagi kemajuan bangsa. “Kami berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan infrastruktur pendidikan demi mencetak generasi unggul dan kompetitif secara global,” ujarnya.
Pembangunan gedung baru Unipi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam merehabilitasi dan membangun ulang fasilitas pendidikan tinggi. Hal ini diharapkan akan memperkuat kapasitas institusi pendidikan dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh secara moral dan spiritual.
Progres Pembangunan Capai 41 Persen
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumawati bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Atip Latipulhayat yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan pada Kamis (29/5). Dalam kunjungan tersebut, Diana mengungkapkan bahwa progres pembangunan telah mencapai 41 persen.
“Hari ini saya bersama Pak Wamen Dikdasmen hadir untuk mengecek pembangunan Unipi. Alhamdulillah progresnya sudah 41 persen dan kami optimistis proyek ini rampung sesuai jadwal,” kata Diana kepada media.
Ia menekankan bahwa kualitas bangunan, estetika arsitektur, dan keberlanjutan harus menjadi perhatian utama selama pengerjaan proyek berlangsung. “Saya minta kontraktor menjaga mutu pekerjaan. Bangunan ini bukan hanya tempat belajar, tetapi simbol peradaban dan masa depan pendidikan Islam di Indonesia,” lanjutnya.
Dibangun di Lahan 11.000 m2
Gedung Unipi dibangun di atas lahan seluas 11.000 meter persegi di Jalan Rancamalang, Margaasih, Kabupaten Bandung. Terdiri atas dua gedung masing-masing lima lantai, proyek ini memiliki total luas bangunan mencapai 15.942 meter persegi. Pekerjaan dimulai pada 9 Oktober 2024 dan ditargetkan selesai pada 8 Oktober 2025.
Pembangunan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, melalui kontraktor PT Waskita Beton Precast. Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp117,1 miliar.
Selain gedung utama, proyek juga mencakup pembangunan ground water tank, rumah pompa, power house, plaza, dan area parkir. Komponen infrastruktur pendukung ini dirancang agar menunjang kegiatan akademik dan operasional kampus secara menyeluruh.
Apresiasi dari Kementerian Pendidikan dan Persis
Wakil Menteri Dikdasmen Atip Latipulhayat menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Kementerian PU dalam proyek pembangunan gedung Unipi ini. Ia menilai, sinergi antarlembaga pemerintah menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan cita-cita pendidikan nasional.
“Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian Bu Wamen yang memeriksa langsung kondisi proyek. Ini bukan sekadar kunjungan, tapi bentuk nyata kolaborasi untuk menghasilkan gedung pendidikan yang fungsional dan berkualitas tinggi,” ujarnya.
Menurut Atip, keberadaan kampus Unipi dengan fasilitas yang memadai akan sangat mendukung pengembangan pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Islam. Ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata Persis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Peran Strategis dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045
Pemerintah menetapkan pembangunan manusia unggul sebagai prioritas utama dalam peta jalan menuju Indonesia Emas 2045. Investasi dalam infrastruktur pendidikan seperti kampus Unipi merupakan wujud konkret dari strategi jangka panjang tersebut.
Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat, M. Reva, menambahkan bahwa proyek ini bukan hanya membangun gedung, tetapi membangun harapan generasi masa depan. “Kami berharap fasilitas ini mampu melahirkan intelektual-intelektual muslim yang membawa perubahan positif bagi bangsa,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, hadir pula Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Dian Alma’ruf dan Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat Tomi Hendratno, yang ikut memastikan pelaksanaan proyek sesuai standar kualitas dan waktu yang telah ditetapkan.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan target penyelesaian pada Oktober 2025, diharapkan seluruh civitas akademika Unipi dapat segera memanfaatkan gedung baru ini untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Wamen Diana menutup kunjungannya dengan harapan bahwa proyek ini dapat menjadi role model pembangunan infrastruktur pendidikan yang berorientasi pada kualitas, efisiensi, dan keberlanjutan. “Semoga ini menjadi inspirasi bagi pembangunan kampus-kampus lainnya di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Pembangunan Gedung Unipi menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan tinggi, sekaligus menyiapkan SDM unggul yang mampu menjawab tantangan global di masa depan.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

