cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

InJourney Dorong Infrastruktur Pariwisata Berkelanjutan di ICI 2025

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menegaskan komitmennya dalam membangun infrastruktur pariwisata berkelanjutan melalui partisipasinya dalam International Conference on Infrastructure (ICI) 2025, yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 11–12 Juni 2025. Konferensi bergengsi ini mengusung tema “Sustainable Infrastructure for the Future: Innovation and Collaboration”, menjadi wadah strategis bagi berbagai pemangku kepentingan lintas sektor untuk berdialog dan berkolaborasi guna menciptakan infrastruktur yang inklusif, tangguh, dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Konferensi ini dihadiri lebih dari 7.000 peserta dari 26 negara, termasuk lembaga keuangan global seperti World Bank, International Finance Corporation (IFC), dan Asian Development Bank (ADB). Hadir pula investor ternama seperti Macquarie (Australia), GIC (Singapura), dan The Asia Group, yang menjadikan ICI 2025 sebagai momentum penting untuk membangun jejaring dan memperkuat komitmen investasi pada infrastruktur nasional.

Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah panel bertajuk “Infrastructure for Livability: Building Communities of the Future”, di mana Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menjadi pembicara utama. Dalam paparannya, Maya menekankan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya di sektor aviasi dan pariwisata, harus lebih dari sekadar membangun fisik semata. Infrastruktur harus mampu menghubungkan masyarakat, memperkuat identitas lokal, serta membuka potensi ekonomi kreatif.

“Dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau, konektivitas adalah kunci utama dalam menyatukan bangsa. InJourney hadir untuk membangun konektivitas tersebut melalui transformasi infrastruktur pariwisata dan bandara, dari hulu ke hilir,” ujar Maya.

InJourney saat ini tengah melakukan transformasi besar-besaran terhadap bandara di Indonesia, dimulai dari dua gerbang utama pariwisata Indonesia: Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali (DPS). Kedua bandara ini menyumbang sekitar 80% dari arus wisatawan domestik dan mancanegara.

Transformasi tersebut tidak hanya sebatas fisik, tetapi juga menyentuh aspek pelayanan dan pengalaman penumpang. Maya menyampaikan bahwa bandara kini harus menjadi cerminan wajah bangsa, yang memberikan kesan pertama dan terakhir yang mendalam bagi setiap wisatawan. Konsep bandara sebagai pusat gaya hidup (lifestyle hub) diperkenalkan untuk menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat melalui integrasi antara ruang publik, konektivitas udara, dan pariwisata.

Selain itu, InJourney juga melakukan transformasi sumber daya manusia (SDM) sebagai pilar penting dalam pengembangan industri ini. Saat ini, grup InJourney memiliki lebih dari 49.000 karyawan, dan berkontribusi terhadap sektor yang lebih luas dengan 25 juta lebih pekerja di industri aviasi dan pariwisata.

“Transformasi SDM ini memberikan efek berantai terhadap peningkatan kualitas layanan dan daya saing pariwisata nasional,” tambah Maya.

Dalam area pameran ICI 2025, InJourney menampilkan berbagai inisiatif unggulan seperti pengembangan Yogyakarta International Airport (YIA) yang memiliki potensi strategis dan keunggulan lokasi. Selain sektor kebandarudaraan, InJourney juga memperkenalkan kawasan destinasi pariwisata yang mereka kelola, antara lain The Nusa Dua Bali, The Mandalika (NTB), The Golo Mori (NTT), dan Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan (KEK) Sanur, Bali.

Kawasan-kawasan ini dirancang sebagai destinasi kelas dunia yang terintegrasi dengan infrastruktur pendukung serta atraksi pariwisata yang beragam, mulai dari event internasional, pusat kesehatan, hingga fasilitas berstandar global. Pengembangan kawasan ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan dan menghidupkan ekosistem ekonomi lokal.

Tak hanya mengandalkan dana pemerintah, InJourney juga menawarkan skema investasi strategis bagi mitra lokal maupun internasional. Maya Watono menjelaskan adanya pemanfaatan aset prioritas untuk kerja sama jangka panjang dan konsep bundling packages antar entitas dalam ekosistem InJourney, yang bertujuan menciptakan nilai tambah menyeluruh.

“Kami membuka peluang kolaborasi strategis yang saling menguntungkan. Tidak hanya untuk investasi bandara, tetapi juga untuk kawasan wisata dan fasilitas pendukung lainnya,” jelas Maya.

Melalui kehadirannya di ICI 2025, InJourney menegaskan posisi strategisnya sebagai penggerak utama ekosistem pariwisata dan aviasi nasional. Dengan pendekatan yang holistik—menggabungkan infrastruktur, teknologi, SDM, dan kolaborasi internasional—InJourney ingin membangun masa depan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan kompetitif secara global.

Partisipasi aktif InJourney dalam forum seperti ICI 2025 bukan hanya tentang eksistensi korporasi, tetapi juga tentang peran nyata dalam mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui inovasi, kolaborasi, dan integrasi sektor, harapan besar dibangun untuk menciptakan komunitas masa depan yang hidup, tangguh, dan berdaya saing di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/