JAKARTA – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (PLN UIP Sulawesi) kembali menunjukkan kiprahnya dalam pembangunan berkelanjutan melalui inovasi tanggung jawab sosial perusahaan. Komitmen ini membuahkan hasil gemilang dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025, di mana PLN UIP Sulawesi meraih penghargaan Platinum untuk kategori Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam seremoni bergengsi yang digelar di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta dan diterima langsung oleh Senior Manager PLN UIP Sulawesi, Nur Akhsin, mewakili manajemen perusahaan. Inisiatif yang mendapat apresiasi luas ini dijalankan melalui program bertajuk “Menanam Harapan di Bawah Menara”, sebuah pendekatan inovatif yang memadukan pembangunan infrastruktur kelistrikan dengan pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
Sinergi Infrastruktur dan Pemberdayaan Ekonomi
Dalam pernyataannya, General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata dari arah transformasi PLN. Perusahaan kini tidak hanya berfokus pada pembangunan jaringan dan pembangkit listrik, tetapi juga menjadikan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas yang berjalan seiring.
“PLN tidak hanya membangun pembangkit dan jaringan listrik. Lebih dari itu, kami hadir untuk memastikan bahwa listrik menjadi penggerak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Wisnu.
Program Menanam Harapan di Bawah Menara menyasar Kelompok Tani Kopi “Batui Oishi” yang berlokasi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Berawal dari pemanfaatan lahan yang berada di bawah jaringan transmisi 150 kV antara GI PLTMG Luwuk dan GI Luwuk, program ini berkembang menjadi ekosistem pertanian yang modern dan berdaya saing.
Melalui program ini, para petani mendapatkan bantuan alat pertanian modern, bibit kopi unggul, pelatihan barista, dan pendampingan bisnis dari hulu hingga hilir. Salah satu terobosan utama adalah penerapan konsep Electrifying Agriculture, yaitu pemanfaatan listrik sebagai sumber energi utama menggantikan mesin diesel yang selama ini digunakan dalam operasional kebun.
Dampak Nyata di Lapangan
Ketua Kelompok Tani Batui Oishi, Muh Fadly, mengungkapkan betapa besar manfaat yang dirasakan petani dari program ini. Menurutnya, sebelum adanya dukungan dari PLN, biaya operasional menjadi beban yang cukup besar, terutama untuk pembelian bahan bakar.
“Sebelum ada bantuan PLN, kami harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 20.000 untuk solar tiap kali menyiram kebun. Sekarang, dengan listrik, cukup Rp 1.000 saja—hemat 95 persen,” jelas Fadly.
Tak hanya soal efisiensi biaya, hasil produksi pun meningkat drastis. Sebelumnya hanya sekitar 50 kg biji kopi yang dihasilkan per bulan, kini produksi telah menembus 120 kg per bulan, berkat peralatan modern dan pelatihan pengolahan yang tepat. Bahkan, kopi hasil panen kelompok ini kini telah dipasarkan ke luar daerah, membuktikan kualitas dan daya saingnya.
Apresiasi Nasional dan Komitmen Lanjut
Dalam kesempatan yang sama, Ketua La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi, memberikan apresiasi tinggi kepada PLN UIP Sulawesi dan perusahaan-perusahaan lain yang telah membuktikan bahwa praktik bisnis dapat sejalan dengan pembangunan sosial.
“Semua pemenang hari ini adalah contoh nyata bahwa keberhasilan bisnis dapat berjalan beriringan dengan pembangunan sosial dan lingkungan,” ujar La Tofi.
Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari sisi ekonomi, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan. Berdasarkan evaluasi Social Return on Investment (SROI), inisiatif ini telah berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani, penghematan waktu dan biaya, serta pengurangan emisi karbon akibat peralihan energi ke sumber yang lebih ramah lingkungan.
PLN UIP Sulawesi menegaskan bahwa keberhasilan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen jangka panjang dalam memperluas manfaat sosial dari pembangunan infrastruktur kelistrikan di seluruh wilayah Sulawesi dan Indonesia pada umumnya.
Membangun Masa Depan Berkelanjutan
Program Menanam Harapan di Bawah Menara menjadi bukti konkret bahwa transformasi PLN tidak sebatas pada aspek teknis dan operasional. Program ini menghadirkan model pembangunan partisipatif yang mengedepankan kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.
Dengan pendekatan holistik yang mencakup pelatihan keterampilan, teknologi modern, elektrifikasi pertanian, dan pengembangan ekonomi lokal, PLN menunjukkan bagaimana infrastruktur kelistrikan dapat menjadi katalisator perubahan sosial yang signifikan.
PLN UIP Sulawesi bertekad untuk mereplikasi program ini di berbagai daerah lain, menjadikannya sebagai pilar penting dalam strategi keberlanjutan perusahaan. Ke depan, pembangunan energi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitarnya.
Dengan penghargaan Platinum di Nusantara CSR Awards 2025 ini, PLN UIP Sulawesi sekali lagi menegaskan perannya sebagai agen pembangunan yang mengusung semangat keberlanjutan, inovasi, dan inklusi ekonomi demi masa depan Indonesia yang lebih cerah dan berdaya.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

