Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan daya saing nasional melalui penguatan infrastruktur. Salah satu fokus utama yang tengah digarap adalah pembangunan jalan tol strategis di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menghubungkan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat dengan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. Proyek ambisius ini diharapkan mampu menurunkan biaya logistik, mempercepat mobilitas, dan mendorong pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam kunjungannya ke NTB pada akhir Juli 2025, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang terencana dan terintegrasi menjadi kunci bagi kemajuan daerah. Setelah mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, Kota Mataram, AHY menyampaikan bahwa kondisi infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan di NTB mengalami perkembangan yang menggembirakan.
“Infrastruktur di NTB semakin berkembang. Hal ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar AHY yang juga sempat mencicipi kuliner khas daerah, Soto NTB, bersama Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.
Menurut AHY, pembangunan jalan tol dari barat ke timur Pulau Lombok, termasuk yang melintasi Kabupaten Bima, akan menjadi tulang punggung bagi konektivitas NTB. Tol Lembar-Kayangan akan menghubungkan dua pelabuhan utama yang selama ini menjadi titik vital bagi pergerakan barang dan manusia di kawasan tersebut. Proyek ini tidak hanya akan menghemat waktu tempuh, tetapi juga akan memperkuat posisi NTB sebagai simpul penting dalam rantai logistik nasional.
Dari sisi pemerintah pusat, proyek ini telah masuk dalam radar prioritas nasional, mengingat dampaknya yang besar terhadap efisiensi ekonomi. Estimasi anggaran untuk pembangunan jalan tol ini mencapai Rp22 triliun. AHY memastikan bahwa pemerintah pusat siap memberikan dukungan melalui pendekatan kolaboratif dengan Pemerintah Provinsi NTB serta pemerintah kabupaten/kota yang terlibat.
“Proyek ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Pemerintah pusat, provinsi, dan daerah harus berkolaborasi. Ini peluang besar, bukan hanya untuk mengatasi kemacetan, tapi juga memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi,” terang AHY.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dinilai memiliki visi yang progresif dan realistis dalam membawa NTB menuju kemakmuran. Dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam dan manusia, Gubernur Iqbal bertekad menjadikan NTB sebagai provinsi yang tidak hanya berkembang, tetapi juga mampu menyumbang devisa nasional. Menurut AHY, visi tersebut perlu ditopang oleh infrastruktur yang kuat dan modern.
Pembangunan jalan tol ini dinilai akan memberikan dampak langsung dalam menurunkan biaya logistik secara signifikan. Saat ini, jalur dari Pelabuhan Lembar ke Kayangan membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam karena kepadatan dan kondisi jalan. Jika tol terbangun, waktu tempuh bisa ditekan menjadi hanya 1,5 jam. Efisiensi ini tidak hanya bermanfaat bagi pengusaha logistik, tetapi juga akan menurunkan harga barang dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Sadimin, menyambut baik rencana ini dan menyebutkan bahwa tol Lembar-Kayangan akan menjadi solusi strategis untuk mengatasi kendala distribusi. “Jalur ini sangat penting karena menjadi bagian dari arus logistik nasional. Dengan keberadaan tol, distribusi akan lebih cepat dan mendorong lahirnya pusat-pusat ekonomi baru,” ungkap Sadimin.
Lebih lanjut, AHY juga menyoroti potensi sektor UMKM, pariwisata, dan industri kreatif di NTB. Ia menyebutkan bahwa banyak potensi daerah yang masih belum tergarap maksimal karena keterbatasan akses dan infrastruktur. Dengan hadirnya jalan tol, aksesibilitas ke berbagai destinasi wisata dan sentra ekonomi akan meningkat drastis, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
NTB memiliki posisi geografis yang sangat strategis di jalur perdagangan dan pelayaran Indonesia bagian timur. Maka dari itu, pembangunan infrastruktur seperti jalan tol seharusnya dipandang sebagai investasi jangka panjang yang membawa multiplier effect besar. Selain konektivitas, proyek ini juga menyentuh aspek keadilan sosial dengan membuka peluang bagi daerah-daerah yang selama ini tertinggal.
Lebih dari sekadar konektivitas fisik, jalan tol Lembar-Kayangan menjadi simbol komitmen pemerintah dalam membangun dari pinggiran. Dalam kerangka Indonesia Sentris yang terus digaungkan oleh pemerintah, NTB diharapkan menjadi lokomotif baru pembangunan kawasan timur, dan jalan tol ini adalah salah satu langkah konkrit menuju arah tersebut.
Melalui kolaborasi antara pusat, provinsi, dan masyarakat, pembangunan jalan tol Lembar-Kayangan diharapkan dapat segera terealisasi dan menjadi fondasi bagi pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di NTB. Infrastruktur yang kuat bukan hanya membangun jalan, tetapi juga membuka jalan menuju kesejahteraan yang lebih merata.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

