Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 3 yang digarap melalui Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Hutama Karya (Persreo), PT Wijaya Karya (Persreo) Tbk, dan PT Brantas Abipraya (Persero) menyabet rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) “Proyek Jalan Bebas Hambatan dengan Tingkat Efisiensi Waktu Tertinggi”.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Direktur Utama MURI, Osmar Semesta Susilo, kepada Executive Vice President (EVP) Divisi Sipil Umum Hutama Karya, Rizky Agung Saputra, di Auditorium MURI, Jakarta, Jumat (1/8/2025).
EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menjelaskan bahwa proyek tol sepanjang 15,47 km ini berhasil diselesaikan dalam 473 hari kalender, jauh lebih cepat dari target kontrak 600 hari.
Efisiensi waktu pengerjaan ini mencapai 21,7 persen, menjadi yang tertinggi dalam sejarah pembangunan jalan tol di Indonesia.
“Proyek ini tidak hanya selesai lebih cepat, tetapi juga mempertahankan standar kualitas dan keselamatan kerja yang tinggi,” kata Adjib.
Profil Tol Bayung Lencir-Tempino
Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 3 sepanjang 15,47 km merupakan bagian dari proyek Tol Bayung Lencir-Tempino yang memiliki panjang keseluruhan sekitar 34 km.
Jalan tol perdana di Provinsi Jambi yang telah beroperasi sejak 17 Oktober 2024 ini juga merupakan bagian dari Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi dengan total panjang 169,9 km.
Proyek Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 3 dikerjakan oleh penyedia jasa KSO PT Hutama Karya, PT Wijaya Karya, dan PT Brantas Abi Praya dengan nilai kontrak Rp 2,759 triliun.
Untuk sumber pembiayaan pelaksanaan konstruksi kontrak tersebut berasal dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2023-2024.
Sumber dukungan konstruksi proyek ini diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan pembagian porsi antara lain, 60 persen milik Hutama Karya, 25 persen milik Wijaya Karya, dan 15 persen milik Brantas Abipraya.
Lingkup pekerjaan KSO HK-Wika-Brantas dalam proyek jalan tol ini meliputi pekerjaan galian dan timbunan, pekerjaan struktur (interchange, overpass, box culvert), pekerjaan pile slab, dan perkerasan jalan.
Tol ini akan ditunjang sejumlah fasilitas, seperti satu simpang susun, serta dirancang dengan jumlah lajur 2×2 dengan maksimal kecepatan rencana 80 kilometer per jam.
Secara keseluruhan, pembangunan Tol Bayung Lencir-Tempino terbagi menjadi tiga seksi atau paket.
Paket 1 dibangun sepanjang 7,6 km dengan nilai kontrak Rp 1,6 triliun oleh penyedia jasa PT Adhi Karya-PT Waskita Karya-PT Jaya Konstruksi (KSO).
Kemudian Paket 2 dibangun panjang 11 km dengan nilai kontrak Rp 1,3 triliun oleh penyedia jasa PT PP-PT Nindya Karya (KSO).
Sementara Paket 3 dibangun sepanjang 15,47 km dengan nilai kontrak Rp 2,7 triliun oleh penyedia jasa KSO HK-Wika-Brantas.
Adapun Jalan Tol Bayung-Lencir diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 16 Oktober 2024 bersamaan dengan Jalan Tol Lima Puluh-Kisaran.
Jokowi mengatakan, Tol Bayung Lencir-Tempino di Provinsi Jambi dibangun sepanjang 34 kilometer dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 5,6 triliun. “Ini sudah dibangun sejak dua tahun yang lalu dan menjadi bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera,” imbuhnya.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

