cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

Modifikasi Becak Listrik Ini Mampu Angkut Logistik Saat Bencana

PT Eltran Indonesia dan BNPB menggarap angkutan listrik untuk kebutuhan logistik saat bencana. Menampang di pameran ADEXCO 2025.

ANAK usaha PT LEN Industri (Persero), PT Eltran Indonesia, meluncurkan dua kendaraan listrik untuk kebutuhan logistik di tengah situasi bencana. Masing-masing armada logistik ringan (ALR) ini berupa modifikasi becak listrik yang dinamai Tangguh, serta sepeda motor listrik yang dinamai Tangkas.

Direktur Utama Eltran Indonesia Tuning Rudyati mengatakan pengembangan kedua angkutan ini merupakan komitmen entitasnya untuk menghadirkan inovasi teknologi ramah lingkungan. “Untuk mendukung sistem penanggulangan bencana di Indonesia,” katanya, dikutip dari siaran pers pada Kamis, 11 September 2025.

Tangguh dan Tangkas, yang merupakan hasil kolaborasi PT Eltran Indonesia dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), diperkenalkan dalam ajang 4th Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran. Forum internasional yang digelar hingga 13 September nanti mempertemukan para pemangku kepentingan di bidang kebencanaan. Perwakilan dari berbagai negara saling berbagai inovasi dan teknologi untuk memperkuat level antisipasi bencana secara global, terutama di Asia.

Spesifikasi Tangguh dan Tangkas

Tangguh dipaparkan sebagai angkutan listrik yang mampu mengangkut beban hingga 200 kilogram. Kendaraan yang namanya diusulkan oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto ini dirancang menunjang distribusi logistik skala kecil di area terdampak bencana. Fungsinya untuk kebutuhan distribusi barang dari gudang menuju posko pengungsian.

“ALR yang canggih dan ringan dapat dioperasikan oleh orang difabel dilokasi bencana,” begitu bunyi promosi resmi PT Eltran Indonesia.

Mengutip spesifikasi teknis Tangguh, gerobak listrik ini berdimensi 2,32 x 0,84 x 1,31 meter Memiliki fitur reverse mode untuk bergerak mundur, dilengkapi bemper protector, sistem rem cakram, ban anti bocor, serta multispeed (7 tingkat kecepatan).

Angkutan ini disokong baterai litium berdaya 48V 20Ah dengan waktu charging 5 jam. Dengan kecepatan berkisar 25 kilometer per jam, produk ini bisa mencapai jarak tempuh maksimal 25 kilometer, dengan beban angkut maksimal 200 kilogram.

Adapun Tangkas merupakan sepeda listrik dengan bentuk mirip motor trail, yang daya jelajahnya diklaim bisa menjangkau jarak 60 kilometer. Kemampuan ini masih bisa ditingkatkan ke 120 kilometer dengan penggunaan baterai tambahan. Kendaraan ini dirancang untuk mendukung mobilitas petugas di medan bencana yang sulit dijangkau kendaraan konvensional.

Kelistrikan Tangkas disokong baterry pack 72V 40 Ah untuk menggerakkan dinamo Mid Drive 3.000 Watt. Dengan waktu pengisian 4-8 jam agar penuh, angkutan ini memiliki daya hingga 25 tenaga kuda, dengan kecepatan maksimum bisa menembus 80 kilometer per jam.

Tangkas memiliki dimensi 1,99 x 0,78 x 1,39 meter dengan jarak ground clearence 280 milimeter. Bobot kosong kendaraan ini menembus 120 kilogram, dengan daya angkut maksimal 190 kilogram.

 

 

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/www.mediakonstruksi.id/info/