Jakarta – Geotextile menjadi salah satu material agar konstruksi bisa dibangun di tanah lunak. “Karpet ajaib” ini dinilai bisa membuat jalan tol lebih mulus dan kokoh.
Geotextile terbuat dari campuran polypropylene dan polyester berbentuk hamparan sehingga sering disebut karpet.
Material ini dibentangkan di atas tanah lunak sebagai pemisah, sebelum ditimbun tanah baru yang lebih keras.
Meneruskan informasi dari Instagram @hkinfrastruktur, Rabu (14/2/2024), dijelaskan bawa Geotextile memiliki empat fungsi dasar, yakni:
- Penyaringan
Mengalirkan air tanpa membawa timbunan tanah.
- Pemisah
Menjadi pemisah tanah dasar dan tanah timbunan.
- Drainase
Membantu peresapan air secara lebih optimal.
- Penguatan
Memperkuat struktur tanah timbunan.
Terdapat dua jenis Geotextile, yakni:
- Geotextile Woven
Lebih kuat dan tahan terhadap tarikan karena memiliki kuat tarik. Biasanya digunakan untuk pembangunan yang memerlukan kekuatan mekanis dan struktural tinggi tinggi seperti di bawah jalan raya, di bawah pondasi, atau sebagai penguat tanah. Selain itu, geotextile woven juga berfungsi menyeragamkan penurunan tanah.
- Geotextile Non-Woven
Lebih lembut sehingga memiliki ketahanan yang baik terhadap penetrasi dan robekan, sekaligus berfungsi sebagai pemisah atau separator.
Kain ini juga sering digunakan dalam sistem drainase, konstruksi tanah tinggi, atau untuk mencegah erosi.
Material ini juga digunakan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) dalam proyek-proyek pembangunannya.
Teknologi ini diaplikasikan oleh HKI pada keseluruhan konstruksi yang berada di kontur tanah lunak, seperti pada proyek Jaln Tol Binjai-Stabat, Jalan Tol Bengkulu-Taba Penanjung, Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang, Jalan Tol Pekanbaru-Dumai.
Source Artikel : konstruksimedia.co.id

