Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat di Provinsi Aceh. Salah satu hasilnya terlihat dari rampungnya peningkatan Jalan Lawe Kinga–Simpang Seberang sepanjang 4,8 kilometer di Kabupaten Aceh Tenggara yang kini menjadi akses utama warga untuk mengangkut hasil pertanian dengan lebih cepat, aman, dan efisien.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Aceh sebagai bagian dari pelaksanaan Inpres Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah dalam Mendukung Swasembada Pangan dan Energi. Program ini bertujuan memperkuat jaringan transportasi menuju kawasan produksi sehingga distribusi hasil pertanian dan komoditas unggulan daerah semakin lancar.
Manfaat pembangunan jalan sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Yasin, warga Desa Lawe Serke, Kecamatan Lawe Sigala-gala, mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui kini berubah menjadi lebih baik. Perjalanan menuju ladang menjadi lebih nyaman sehingga proses membawa hasil panen dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas pembangunan infrastruktur tersebut. Menurutnya, keberadaan jalan yang layak sangat membantu aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama para petani yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan jalan daerah tidak hanya berfokus pada perbaikan permukaan jalan, tetapi juga memperhatikan standar geometrik agar dua kendaraan roda empat dapat berpapasan dengan aman. Kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan.
Dody menjelaskan, Program Inpres Jalan Daerah dirancang untuk memperkuat rantai pasok pangan dari sentra produksi hingga pasar. Dengan akses yang semakin baik, waktu distribusi menjadi lebih singkat, biaya transportasi dapat ditekan, dan risiko kerusakan hasil panen selama pengiriman dapat diminimalkan. Kondisi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Secara keseluruhan, pelaksanaan Program IJD di Provinsi Aceh telah mencakup 33 ruas jalan yang tersebar di 19 kabupaten dan kota. Total panjang jalan daerah yang ditingkatkan mencapai 118,73 kilometer dengan pekerjaan preservasi berupa penguatan struktur jalan menggunakan lapis pondasi atas dan bawah serta pelapisan aspal beton berkualitas tinggi.
Selain Aceh Tenggara, peningkatan infrastruktur juga dilakukan di sejumlah wilayah strategis lainnya. Di Kabupaten Simeulue, pemerintah memperbaiki Jalan Blang Seubel–Badegong sepanjang dua kilometer untuk memperlancar distribusi hasil bumi di kawasan kepulauan. Sementara itu, di Kabupaten Aceh Jaya dilakukan preservasi Jalan Tanoh Manyang–Seumira Seksi II sepanjang 5,4 kilometer guna memperkuat akses menuju sentra produksi lokal. Adapun di Kabupaten Aceh Besar, peningkatan jalan sepanjang 13,6 kilometer di dua ruas diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah penyangga ekonomi serta mendorong pertumbuhan aktivitas masyarakat di berbagai sektor.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

