AYOBANDUNG.COM — Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M. Fanshurullah Asa mengusulkan integrasi jaringan gas kota (jargas) dalam program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah.
KPPU memperkirakan penghematan subsidi LPG sebesar Rp 3,5 triliun per tahun serta pengurangan biaya impor LPG hingga Rp 1,4 triliun per tahun jika jargas diintegrasikan dalam program pembangunan perumahan. Langkah ini juga diharapkan dapat mempercepat swasembada energi sesuai amanat Asta Cita Presiden Prabowo.
Ketua KPPU, yang akrab disapa Ifan mengaku, realisasi pembangunan jargas yang telah diamanatkan dalam Perpres No. 6 Tahun 2019 berjalan lambat.
“Keterlambatan ini mengakibatkan konsumsi LPG bersubsidi melonjak hingga lima tahun terakhir, menghabiskan APBN sebesar Rp 461 triliun dan menciptakan inefisiensi ekonomi,” ungkap Ifan.
Dia menambahkan, pembangunan 3 juta rumah dengan instalasi jargas dapat memberikan efisiensi anggaran negara yang signifikan. Selain itu, sektor konstruksi yang dinilai memiliki tingkat persaingan usaha rendah, dengan Indeks Persaingan Usaha (IPU) Nasional 2024 sebesar 4,89, perlu dibenahi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
KPPU meminta agar skema investasi pembangunan jargas memenuhi kriteria kelayakan finansial dan ekonomi, serta berprinsip pada open access. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku usaha besar, menengah, dan kecil agar tercipta keadilan dalam berusaha.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menyambut baik rekomendasi KPPU. “Kami ingin memastikan bahwa pembangunan ini tidak hanya berjalan sesuai target, tetapi juga mematuhi prinsip persaingan usaha yang sehat,” ujar Maruarar.
Dia menegaskan, program kementeriannya mencakup pembangunan satu juta rumah di perkotaan dan dua juta rumah di pedesaan.
Source Artikel: https://www.ayobandung.com/umum

