Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh upaya pembangunan infrastruktur di Provinsi Gorontalo. Pernyataan ini disampaikan AHY saat menerima kunjungan resmi Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, di Gedung Kementerian Koordinator (Kemenko) Jakarta pada Selasa, 15 April 2025.
Dalam pertemuan tersebut, AHY menekankan pentingnya percepatan pembangunan di Provinsi Gorontalo yang sejak lama menghadapi tantangan ketertinggalan, khususnya pasca pemisahan dari Provinsi Sulawesi Utara. Menurutnya, pemekaran wilayah seharusnya membawa dampak nyata bagi masyarakat dalam bentuk peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, serta kesejahteraan ekonomi.
“Kita akan mendukung agar pembangunan lima tahun ke depan di Gorontalo sukses, serta masyarakat juga bisa merasakan perubahan dan peningkatan. Tantangan terbesar di Gorontalo adalah mengejar ketertinggalan setelah lepas dari Sulawesi Utara. Masyarakat harus merasakan inilah arti pemekaran provinsi, jangan cuma begitu-begitu saja,” ujar AHY.
Gubernur Gusnar Ismail dalam paparannya menyampaikan enam program prioritas infrastruktur yang menjadi fokus pembangunan daerah. Enam program ini merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Gorontalo, yang dirancang untuk mendorong konektivitas, pengelolaan sumber daya air, hingga penanganan bencana.
Program-program tersebut meliputi:
-
Peningkatan infrastruktur Bandara Djalaludin, yang ditujukan untuk mendukung fungsi embarkasi haji serta memperluas akses penerbangan domestik dan internasional. Pengembangan bandara ini diproyeksikan mampu mendorong sektor pariwisata dan investasi di Gorontalo.
-
Pembangunan Bendungan Bulango Ulu, sebagai salah satu proyek strategis nasional yang mendukung pengairan pertanian, penyediaan air baku, hingga mitigasi bencana banjir di kawasan sekitar.
-
Pembangunan Flyover Simpang Lima Telaga, yang merupakan inisiatif baru dari Pemerintah Provinsi Gorontalo. Flyover ini diharapkan menjadi solusi kemacetan di salah satu titik tersibuk yang menjadi pintu masuk utama ke Kota Gorontalo.
-
Penyelesaian Segmen Tiga Ruas Jalan GORR (Gorontalo Outer Ring Road), sebagai bagian dari pengembangan jaringan jalan lingkar luar yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi di wilayah Gorontalo.
-
Optimalisasi Bendung Randangan, yang berfungsi vital dalam mendukung sistem irigasi pertanian serta konservasi sumber daya air.
-
Rekonstruksi Infrastruktur Akibat Bencana Alam, khususnya pemulihan jalan, jembatan, dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa dan banjir beberapa waktu terakhir.
Menurut Gusnar, realisasi enam program prioritas ini bukan hanya akan memperkuat struktur infrastruktur Gorontalo, tetapi juga akan memberi dampak signifikan terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat. Ia berharap agar pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator dapat memberikan dukungan teknis maupun pendanaan.
“Dari sekian banyak program dan kegiatan yang ada dalam RPJMD Provinsi Gorontalo, ada enam program prioritas yang kami harapkan mendapat dukungan penuh dari Bapak Menko. Menurut kami, jika program prioritas ini dapat direalisasikan, insya Allah dapat mengangkat eksistensi Provinsi Gorontalo dan terutama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Gusnar.
Salah satu program yang paling disorot dalam pertemuan ini adalah pembangunan Flyover Simpang Lima Telaga. Proyek ini tidak hanya bertujuan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas, tetapi juga dirancang sebagai ikon baru yang mencerminkan kemajuan Gorontalo. Gusnar menambahkan bahwa pembangunan flyover tersebut merupakan simbol penting dari transformasi kota menuju kawasan metropolitan yang modern dan tertata.
“Dukungan dari Bapak Menko akan meringankan kami dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo,” pungkas Gusnar.
Menanggapi paparan Gubernur, AHY menyambut baik semua usulan program yang telah dirancang oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar implementasi program berjalan lancar. Dalam pertemuan tersebut, AHY turut didampingi oleh Deputi 1 dan Deputi 3, serta sejumlah staf khusus yang akan mengawal tindak lanjut teknis dari program-program yang diusulkan.
“Semua program ini sangat masuk akal dan dibutuhkan oleh masyarakat Gorontalo. Kita akan segera menindaklanjuti melalui kementerian teknis terkait, serta mendorong agar pembiayaannya dapat diakomodasi dalam rencana anggaran nasional. Kita ingin melihat Gorontalo bangkit dan berkembang lebih cepat,” ujar AHY.
Pertemuan strategis ini menjadi langkah awal bagi peningkatan kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, khususnya dalam hal pemerataan pembangunan wilayah. Dengan dukungan dan kolaborasi yang kuat, diharapkan Provinsi Gorontalo dapat segera lepas dari status daerah tertinggal dan menjelma menjadi pusat pertumbuhan baru di kawasan timur Indonesia.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

