cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

Bendungan Meninting: Infrastruktur Vital untuk Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Air di NTB

Pembangunan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus dikebut untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Proyek yang dimulai sejak 2020 ini awalnya direncanakan selesai pada Desember 2024. Namun, faktor cuaca dan keterlambatan pasokan material inti menyebabkan penundaan, dengan target penyelesaian yang kini dijadwalkan pada minggu pertama Maret 2025.

Infrastruktur Strategis untuk Irigasi dan Pengendalian Banjir

Menurut Direktur Bendungan dan Danau, Adenan Rasyid, hampir seluruh pekerjaan fisik utama telah rampung, termasuk saluran air (waterway), fasilitas umum (fasum), intake, dan spillway. Saat ini, proyek hanya menyisakan penyelesaian timbunan tubuh bendungan (maindam) sebesar 5 m³.

Dengan total investasi Rp1,4 triliun, Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung 10 juta m³ dan luas genangan mencapai 46 hektare. Bendungan ini akan memberikan berbagai manfaat strategis bagi masyarakat, antara lain:

  • Irigasi Pertanian: Menyediakan sumber irigasi bagi 1.559 hektare lahan pertanian di Lombok Barat.
  • Pengendalian Banjir: Mampu mengurangi potensi banjir hingga 59 hektare di wilayah Kota Lombok.
  • Ketahanan Energi: Berpotensi menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 9 MW.

Selain itu, bendungan ini akan mengoptimalkan pemanfaatan air hujan, mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien, serta mengurangi risiko bencana banjir yang kerap melanda wilayah NTB.

DPR RI Kawal Penyelesaian Bendungan Meninting

Dalam kunjungan kerja spesifik ke lokasi proyek di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian proyek agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur bendungan ini merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan dan sumber daya air nasional. DPR RI akan terus mengawasi agar proyek ini selesai tepat waktu dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujar Ridwan Bae saat meninjau langsung progres konstruksi di lapangan.

Turut hadir dalam kunjungan kerja ini:

  • Adenan Rasyid – Direktur Bendungan dan Danau, Ditjen Sumber Daya Air
  • Djaya Sukarno – Inspektur I Inspektorat Jenderal
  • Eka Nugraha Abadi – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I, Ditjen Sumber Daya Air

Dengan target penyelesaian pada Maret 2025, Bendungan Meninting diharapkan menjadi salah satu infrastruktur vital yang mendukung stabilitas pangan, pengelolaan irigasi pertanian, serta pengendalian banjir di NTB. Keberadaan bendungan ini akan memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat setempat dan mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/