cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

Bendungan Mujur: Harapan Petani Selatan Lombok Tengah untuk Ketahanan Pangan NTB

Mataram – Permasalahan air untuk pertanian di kawasan selatan Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali mencuat dalam diskusi publik menyusul kegiatan panen raya padi serentak nasional yang dipusatkan di Desa Teruwai, Kecamatan Pujut. Dalam momentum tersebut, Ketua Komisi II Bidang Perekonomian DPRD NTB, Lalu Pelita Putra, menyampaikan harapannya kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, agar menyuarakan percepatan pembangunan Bendungan Mujur langsung ke Presiden Republik Indonesia.

Menurut Pelita, pembangunan Bendungan Mujur yang telah menjadi wacana selama puluhan tahun, kini harus mendapat perhatian lebih serius. Pasalnya, bendungan ini dipandang strategis dalam menjawab permasalahan klasik yang dihadapi petani di wilayah selatan Lombok Tengah—yakni ketergantungan pada hujan karena lahan pertanian di kawasan tersebut adalah sawah tadah hujan.

“Jika Bendungan Mujur bisa terbangun, Insya Allah akan mampu membantu petani, terutama mereka yang selama ini hanya mengandalkan air hujan,” ujar Pelita dalam keterangannya di Mataram, Selasa.

NTB dan Peran Strategis dalam Produksi Pangan Nasional

Nusa Tenggara Barat secara umum, dan Kabupaten Lombok Tengah secara khusus, memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Data menunjukkan bahwa NTB berkontribusi sebesar 9 persen terhadap produksi beras nasional, menjadikannya salah satu daerah penghasil padi terbesar di Indonesia. Dari total produksi tersebut, Kabupaten Lombok Tengah menyumbang sekitar 43 persen, menjadikannya daerah lumbung padi utama di provinsi ini.

Dengan angka kontribusi sebesar itu, sudah selayaknya wilayah ini memperoleh prioritas dalam pengembangan infrastruktur penunjang sektor pertanian, salah satunya adalah pembangunan bendungan. Keberadaan bendungan tak hanya menjamin ketersediaan air irigasi sepanjang tahun, tetapi juga meningkatkan produktivitas lahan dan kesejahteraan petani secara langsung.

Harapan Besar dalam Masa Kepemimpinan Baru

Masa kepemimpinan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri masih sangat awal. Menurut Pelita, inilah waktu yang tepat untuk mengangkat kembali isu pembangunan Bendungan Mujur, bukan hanya sebagai agenda pembangunan daerah, tetapi sebagai program prioritas nasional.

“Puluhan tahun hanya menjadi isu, sekarang saatnya menjadi realisasi. Kalau bendungan ini bisa dibangun, saya yakin petani akan sangat terbantu,” tegas Pelita, yang merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) VIII Kabupaten Lombok Tengah.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan sektor pertanian NTB selama dua tahun terakhir patut disyukuri. Bahkan, dalam kegiatan panen raya di Desa Teruwai, Presiden Republik Indonesia memberikan instruksi langsung kepada Gubernur NTB agar mengajukan rencana revitalisasi irigasi seluas 20 ribu hektar.

“Instruksi ini peluang besar yang tidak boleh disia-siakan,” ujar Pelita.

Tantangan Anggaran dan Perluasan Akses Irigasi

Salah satu tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur di era saat ini adalah keterbatasan anggaran. Efisiensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah menjadi tuntutan nasional. Di sisi lain, kewenangan penggunaan anggaran kini semakin terkonsentrasi pada keputusan presiden.

Dalam konteks ini, dukungan langsung dari pemerintah pusat menjadi sangat penting. Pelita menekankan bahwa peluang emas seperti instruksi presiden tentang revitalisasi irigasi harus segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi NTB.

“Itu sinyal yang harus segera dijemput dan dilaksanakan,” katanya.

Revitalisasi irigasi tentu akan meningkatkan efisiensi penggunaan air dan memperluas cakupan lahan yang dapat ditanami sepanjang tahun. Namun untuk kawasan tadah hujan seperti Desa Teruwai dan sekitarnya, keberadaan bendungan seperti Mujur adalah solusi jangka panjang yang lebih strategis.

Air, Pupuk, dan Produktivitas Petani

Dalam musim tanam terakhir, NTB mengalami curah hujan yang relatif baik, memungkinkan para petani bercocok tanam tanpa banyak kendala air. Namun, menurut Pelita, ketergantungan terhadap kondisi alam ini tidak bisa dijadikan dasar untuk pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

“Kita tahu panen raya di Desa Teruwai adalah hasil dari sawah tadah hujan. Tapi bagaimana jika musim berikutnya curah hujan turun drastis?” ujarnya.

Selain untuk pengairan, ketersediaan air sangat penting dalam proses pemupukan, terutama pada fase awal pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, infrastruktur pengairan permanen seperti bendungan akan memberi jaminan terhadap produktivitas pertanian dalam jangka panjang.

Mendorong Ketahanan Pangan Lewat Infrastruktur

Pembangunan Bendungan Mujur bukan semata untuk memenuhi kebutuhan air petani. Lebih dari itu, ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat provinsi dan nasional. Ketersediaan air yang stabil akan berdampak langsung pada luas tanam, jumlah panen, dan pada akhirnya ketahanan ekonomi masyarakat desa.

Dengan komitmen kepemimpinan daerah yang kuat dan dukungan dari pemerintah pusat, pembangunan Bendungan Mujur bukanlah hal yang mustahil. Justru ini adalah saat yang paling tepat untuk mewujudkan impian petani Lombok Tengah yang selama ini hanya bergantung pada langit.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/