PT Hutama Karya (Persero), selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), menunjukkan komitmennya dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 dengan memberikan akses terbatas Jalan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji – Seulimeum) khusus untuk rombongan jamaah haji asal Provinsi Aceh. Fasilitasi ini diberikan menyusul persetujuan dari Pemerintah melalui surat resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dengan nomor BM0702-TL/258 tanggal 14 Mei 2025.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menjelaskan bahwa pembukaan akses ini merespon permohonan dari Wakil Gubernur Aceh untuk memudahkan mobilitas jamaah haji yang akan diberangkatkan maupun dipulangkan melalui embarkasi Banda Aceh. Akses tol dibuka secara terbatas dari 17 hingga 30 Mei 2025 untuk jadwal keberangkatan, serta 27 Juni hingga 9 Juli 2025 untuk jadwal pemulangan.
“Fasilitas ini hanya diberikan untuk kendaraan resmi pengangkut jamaah haji. Penggunaan jalan tol akan diawasi ketat dan dilakukan dengan sistem buka-tutup demi keamanan dan kelancaran pelaksanaan,” ungkap Adjib dalam keterangannya, Jumat (23/5/2025).
Efisiensi Waktu dan Kenyamanan Jamaah
Meskipun Jalan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 1 masih dalam tahap konstruksi dan belum dibuka untuk umum, penggunaannya secara terbatas ini dinilai sangat strategis, khususnya untuk mendukung kelancaran ibadah jamaah haji, terutama mereka yang berusia lanjut dan berasal dari daerah-daerah terpencil di Aceh.
“Jika melalui jalur nasional, perjalanan dari Sigli ke Banda Aceh bisa memakan waktu hingga 2,5 jam. Namun dengan terhubungnya Seksi 1 hingga Seksi 6 (Baitussalam), perjalanan hanya memakan waktu sekitar 1 jam. Ini efisiensi yang signifikan, apalagi bagi lansia,” terang Adjib.
Kecepatan dan kenyamanan perjalanan menjadi pertimbangan utama. Dengan kondisi jalan tol yang mulus dan minim hambatan lalu lintas, rombongan haji dapat tiba di Asrama Haji dengan kondisi fisik yang lebih baik dan lebih siap untuk melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Jadwal Rombongan dan Pengawasan Ketat
Sejak dibukanya akses ini, sejumlah rombongan dari berbagai kabupaten telah memanfaatkan jalur tol tersebut. Beberapa di antaranya adalah:
-
18 Mei 2025, pukul 02.30 WIB: 32 kendaraan dari Kabupaten Aceh Timur
-
18 Mei 2025, pukul 06.30 WIB: 8 kendaraan dari Kabupaten Pidie
-
19 Mei 2025, pukul 06.17 WIB: 20 kendaraan dari Kabupaten Bener Meriah
-
20 Mei 2025, pukul 12.30 WIB: 19 kendaraan dari kloter Lhokseumawe
Seluruh proses pengangkutan dilakukan dengan pengawalan dan pengawasan intensif oleh aparat kepolisian dan instansi terkait. Penggunaan jalur tol dilakukan dengan sistem buka-tutup yang menyesuaikan dengan jadwal kloter jamaah haji. Setelah rombongan selesai melintas, jalur kembali ditutup untuk menjaga keamanan dan sterilisasi dari kendaraan umum.
Kesiapan Infrastruktur dan Koordinasi Lintas Sektor
Hutama Karya memastikan bahwa semua aspek teknis di lapangan telah disiapkan dengan matang sebelum akses dibuka. Mulai dari screening kendaraan, pemasangan rambu-rambu sementara, penerangan jalan, hingga fasilitas darurat di sepanjang ruas jalan telah tersedia.
Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya bekerja sama erat dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh, Kementerian Perhubungan, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta instansi teknis lainnya. Unit pertolongan dan pelayanan jalan tol juga disiagakan pada titik-titik krusial untuk memastikan respon cepat jika terjadi hal-hal darurat.
Sebagai bentuk layanan khusus, kendaraan rombongan haji tetap melakukan transaksi di Gerbang Tol Padang Tiji, namun tidak dikenakan tarif untuk ruas Seksi 1. Keputusan ini diambil sebagai wujud dukungan nyata terhadap kelancaran dan kenyamanan pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Komitmen dan Harapan
Tahun ini, sebanyak 4.378 jamaah haji asal Aceh akan diberangkatkan dalam 12 kloter. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk BUMN seperti Hutama Karya, menjadi bagian integral dari suksesnya penyelenggaraan haji.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan kontribusi kami dalam menyukseskan haji tahun ini, khususnya bagi masyarakat Aceh. Semoga jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, aman, dan nyaman,” ujar Adjib.
Imbauan untuk Pengguna Tol Lainnya
Selama pembukaan akses terbatas berlangsung, Hutama Karya juga mengimbau kepada masyarakat umum untuk tidak memaksakan diri menggunakan ruas Seksi 1 karena hanya diperuntukkan bagi kendaraan jamaah haji dan panitia resmi. Keluarga pengantar dihimbau tetap menggunakan jalan nasional.
Selain itu, pengguna jalan tol secara umum juga diminta untuk mematuhi ketentuan lalu lintas, seperti menjaga kecepatan maksimal 60 km/jam di ruas belum beroperasi penuh, tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat, dan selalu waspada.
Dengan koordinasi yang baik, infrastruktur yang memadai, dan kepatuhan semua pihak, upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam memperlancar proses keberangkatan dan kepulangan jamaah haji asal Aceh.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

