cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

Dorong Akses dan Pertumbuhan, DPRD Kaltim Kawal Pembangunan Bandara Mahakam Ulu

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur di wilayah terluar, termasuk di Kabupaten Mahakam Ulu. Salah satu proyek vital yang tengah menjadi perhatian serius adalah pembangunan bandara di wilayah tersebut. Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendorong realisasi proyek strategis ini demi mempercepat konektivitas dan memperkuat kehadiran negara di daerah perbatasan.

Menurut Ekti, pembangunan bandara di Mahakam Ulu bukan hanya kebutuhan logistik semata, tetapi juga solusi jangka panjang untuk mengatasi keterisolasian wilayah. Letak geografis Mahakam Ulu yang berada di ujung barat Kaltim menjadikan wilayah ini sulit diakses melalui jalur darat dan sungai. Akses transportasi yang terbatas menjadi penghambat utama mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta pelayanan publik.

“Bandara tersebut akan menjadi solusi jangka panjang bagi keterisolasian wilayah perbatasan, terutama di Mahakam Ulu,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra ini juga menjelaskan bahwa meskipun urgensinya tinggi, proyek pembangunan bandara masih berada dalam tahap awal perencanaan teknis. Sejumlah dokumen penting seperti Detail Engineering Design (DED), Kerangka Acuan Kerja (KAK), dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) saat ini sedang disusun oleh Dinas Cipta Karya Kaltim. Dokumen-dokumen tersebut menjadi fondasi utama sebelum proyek memasuki tahapan konstruksi fisik.

Sebelumnya, proyek ini sempat berada di bawah kendali Dinas Perhubungan. Namun karena tidak adanya nomenklatur yang sesuai untuk menangani proyek bandara perintis, kewenangan akhirnya dialihkan ke Dinas Cipta Karya. Pergeseran tanggung jawab ini membawa konsekuensi terhadap jadwal pelaksanaan proyek, termasuk mundurnya sejumlah tahapan teknis dan administratif.

“Peralihan itu baru terjadi dan perubahan tersebut berdampak pada jadwal pelaksanaan proyek. Saya memperkirakan penyusunan dokumen teknis membutuhkan waktu dua bulan, yang akan disusul dengan proses lelang sekitar dua bulan berikutnya,” terangnya.

Namun demikian, Ekti berharap proses tersebut bisa dipercepat. Menurutnya, jika proses lelang bisa dimulai lebih awal dari estimasi empat bulan, maka konstruksi bandara pun dapat segera dilakukan. Ia mengimbau semua pihak yang terlibat agar proaktif dan sigap dalam menyiapkan seluruh dokumen pendukung, agar tidak terjadi keterlambatan lanjutan.

Sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi, proyek pembangunan bandara Mahakam Ulu akan dilaksanakan melalui kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu. Saat ini, nota kesepahaman (MoU) antara Gubernur Kalimantan Timur dan Bupati Mahakam Ulu sedang disusun guna memperkuat kerangka kerja sama tersebut.

“Sebagai bentuk kolaborasi, proyek ini akan dilaksanakan melalui kerja sama erat antara Pemprov Kaltim dan Pemkab Mahulu,” kata Ekti.

Bandara Mahakam Ulu diharapkan dapat membawa dampak besar bagi masa depan daerah. Selain mempercepat mobilitas masyarakat, keberadaan bandara akan menjadi pengungkit bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Transportasi udara yang efisien akan membuka peluang lebih besar bagi distribusi hasil pertanian, perdagangan antarwilayah, hingga pengembangan pariwisata berbasis alam yang selama ini belum optimal diakses.

Tak hanya itu, proyek ini juga mencerminkan komitmen negara dalam memperkuat keberadaannya di wilayah perbatasan yang selama ini relatif tertinggal. Dengan membangun sarana transportasi yang layak, pemerintah menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan merata.

Untuk tahap awal, fokus pembangunan bandara akan diarahkan pada konstruksi landasan pacu (runway) dan area parkir pesawat (apron). Pendanaan proyek ini berasal dari tiga sumber utama, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mahakam Ulu, APBD Provinsi Kalimantan Timur, serta dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kombinasi pendanaan tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi fisik proyek dan memastikan keberlanjutan pembangunan hingga tuntas.

“Proyek ini sangat penting. Tahun ini fokus pada pembangunan runway dan apron, dengan dukungan pembiayaan dari tiga sumber, yaitu APBD Mahulu, APBD Kaltim, dan APBN,” tutup Ekti.

Dengan dukungan penuh dari DPRD Kaltim, serta komitmen kolaboratif antar lembaga pemerintah, pembangunan Bandara Mahakam Ulu diharapkan segera terealisasi. Bukan hanya untuk menghubungkan wilayah, tetapi juga sebagai simbol keadilan pembangunan bagi masyarakat perbatasan Kalimantan Timur.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/