cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

HIPMI Jabar Dorong Percepatan Operasional Penuh Pelabuhan Patimban Subang

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat (Jabar) mendorong percepatan operasional penuh Pelabuhan Patimban yang terletak di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dorongan ini dilontarkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem logistik nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap Pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini menjadi pusat utama kegiatan ekspor-impor Indonesia.

Ketua Bidang Perindustrian dan Perdagangan HIPMI Jabar, Dede Saputra, menyampaikan bahwa insiden kemacetan parah yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok beberapa waktu lalu menjadi alarm keras bagi semua pemangku kepentingan. Menurutnya, kejadian tersebut membuktikan bahwa sistem logistik nasional sangat rentan jika tidak didukung oleh pelabuhan alternatif yang memiliki kapasitas memadai.

“Kejadian di Tanjung Priok menjadi alarm keras bahwa sistem logistik nasional sangat rentan jika tidak ditopang oleh pelabuhan alternatif yang mumpuni. Pelabuhan Patimban adalah solusi jangka panjang yang harus segera dioptimalkan,” ujar Dede dalam keterangan resminya di Jakarta pada Senin, 2 Juni 2025.

Sebagai wujud keseriusan, HIPMI Jabar tidak hanya berhenti pada wacana. Dede telah melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok dan bertemu langsung dengan Kepala KSOP, Heru Susanto. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal kolaborasi antara regulator dan pelaku usaha dalam mendorong percepatan operasional penuh Pelabuhan Patimban.

Dalam pertemuan tersebut, Dede menegaskan bahwa HIPMI Jabar siap menjadi jembatan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan para pelaku usaha untuk bersama-sama menciptakan sistem logistik yang efisien dan kompetitif. “Ini bukan hanya soal efisiensi logistik, tapi juga masa depan daya saing ekonomi Jabar dan Indonesia secara menyeluruh,” tegasnya.

Lebih jauh lagi, Dede juga telah menyampaikan usulan percepatan operasional Pelabuhan Patimban dalam forum resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Barat tahun 2025. Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan infrastruktur logistik di wilayahnya.

Sebagai tindak lanjut, HIPMI Jabar melalui Dede tengah menjalin koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemangku kepentingan di sektor industri, transportasi, dan pemerintahan, untuk mempercepat proses implementasi di lapangan.

Dari sisi pembangunan fisik, progres di Pelabuhan Patimban menunjukkan perkembangan yang signifikan. Berdasarkan data terakhir, pembangunan Terminal Kendaraan (Car Terminal Paket 5) telah mencapai progres 78,9 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2025. Terminal ini nantinya akan meningkatkan kapasitas kendaraan Completely Built-Up (CBU) dari 218.000 unit menjadi 600.000 unit per tahun.

Sementara itu, Terminal Peti Kemas (Container Terminal Paket 6) telah mencapai progres 73,87 persen dan ditargetkan selesai pada awal November 2025. Kapasitas terminal ini akan melonjak drastis dari 250.000 TEUs menjadi 1,9 juta TEUs per tahun, menjadikan Pelabuhan Patimban sebagai salah satu pelabuhan peti kemas terbesar di Indonesia.

Tak hanya itu, pembangunan jalan tol akses yang menghubungkan kawasan industri Jawa Barat dengan pelabuhan juga menunjukkan perkembangan positif. Infrastruktur ini akan mempercepat arus distribusi barang dari dan ke pelabuhan, serta memperkuat konektivitas antara kawasan industri utama di Karawang, Bekasi, dan Purwakarta dengan Pelabuhan Patimban.

Pelabuhan Patimban sendiri telah mulai beroperasi sejak tahun 2021, terutama untuk aktivitas ekspor kendaraan. Seiring penyelesaian seluruh fase pembangunan yang dijadwalkan tuntas pada kuartal IV tahun 2025, pelabuhan ini diharapkan menjadi simpul logistik modern yang terintegrasi, efisien, dan kompetitif di tingkat global.

“Dengan hadirnya Pelabuhan Patimban secara penuh, kita tidak hanya menciptakan pelabuhan alternatif, tetapi juga memperluas ruang pertumbuhan ekonomi baru, mengurangi beban Tanjung Priok, serta meningkatkan efisiensi logistik secara nasional,” ujar Dede.

Ia menutup keterangannya dengan menyatakan bahwa HIPMI Jabar akan terus mengawal percepatan proyek ini sebagai bagian dari dukungan terhadap program strategis nasional. “HIPMI Jabar berkomitmen mendukung penuh percepatan proyek strategis nasional ini agar tercipta sistem logistik nasional yang lebih tangguh dan berdaya saing,” pungkasnya.

Dengan dorongan dan kolaborasi aktif dari para pelaku usaha muda, Pelabuhan Patimban diyakini akan menjadi motor penggerak ekonomi Jawa Barat dan Indonesia secara keseluruhan. Transformasi logistik melalui infrastruktur modern ini diharapkan mampu mengakselerasi pemulihan ekonomi pasca pandemi serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/