cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

Jalan Tol Tempino–Ness Rampung, Siap Dukung Konektivitas dan Ekonomi Jambi

Pembangunan infrastruktur jalan tol terus mengalami kemajuan di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu proyek strategis yang kini memasuki tahap akhir adalah Jalan Tol Betung–Jambi Seksi 4, tepatnya pada ruas IC Tempino–Ness (Pijoan). Proyek yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya ini akhirnya rampung setelah melalui proses konstruksi yang cukup menantang.

Pihak kontraktor menyatakan bahwa pekerjaan pembangunan jalan tol ini telah selesai 100 persen per 25 Juli 2025, sesuai kontrak kerja yang telah disepakati. Saat ini, proses yang sedang berjalan adalah tahapan Uji Layak Fungsi yang wajib dilakukan sebelum tol resmi dibuka dan dioperasikan untuk umum.

Junior Project Director Seksi 4 Tol Betejam, Ahmadi, menjelaskan bahwa seluruh pekerjaan konstruksi utama telah rampung, termasuk penyelesaian kendala pembebasan lahan yang sempat menghambat progres beberapa waktu lalu. “Tahap selanjutnya, ada proses Uji Layak Fungsi, rencananya akan dilakukan minggu depan,” ujarnya saat diwawancarai oleh media lokal, Jambi Ekspres, pada 31 Juli 2025.

Salah satu tantangan yang sempat dihadapi oleh tim pelaksana proyek adalah keterlambatan pembebasan lahan sekitar 2 hektare yang digunakan untuk kaki-kaki timbunan dan lereng galian. Namun menurut Ahmadi, permasalahan tersebut telah terselesaikan melalui jalur hukum dan telah memperoleh putusan dari pengadilan, sehingga tidak lagi menghambat proses penyelesaian proyek.

Tol Tempino–Ness yang membentang sepanjang 19 kilometer ini merupakan bagian penting dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Sumatera. Proyek ini sejatinya dijadwalkan selesai pada 4 Juni 2025, namun karena beberapa kendala teknis dan cuaca, serta proses pembebasan lahan yang masih tertunda, pihak pelaksana melakukan addendum kontrak dan memperpanjang masa kerja hingga 25 Juli 2025.

Dengan selesainya pekerjaan fisik, tol ini dipastikan akan segera menjalani tahap uji kelayakan fungsi (ULF) oleh instansi teknis terkait, seperti Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Proses ULF bertujuan memastikan bahwa jalan tol telah memenuhi standar keselamatan, keamanan, serta kesiapan operasional, termasuk kelengkapan marka jalan, rambu, penerangan, drainase, dan fasilitas lainnya.

Tidak hanya menyelesaikan jalur utama, tim konstruksi juga telah merampungkan pembangunan rest area yang terletak di Desa Bertam, sekitar STA 158. Rest area ini dibangun berhadapan untuk kedua arah jalan tol dan mengusung tipe A, dengan luas sekitar 6 hektare untuk masing-masing sisi. Desain rest area dibuat modern namun tetap memadukan unsur kearifan lokal, dan nantinya akan menjadi wadah bagi pelaku UMKM lokal untuk menjajakan makanan dan produk khas daerah.

Ahmadi menambahkan bahwa rest area ini dilengkapi fasilitas lengkap, termasuk kios makanan, area parkir luas, toilet umum, dan ruang istirahat. PT Hutama Karya sebagai pelaksana proyek juga menyediakan lahan untuk pembangunan SPBU di masing-masing rest area, sebagai bagian dari layanan dasar pengguna jalan tol.

“Kita ingin rest area ini tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga ruang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Kita optimis, ini akan jadi rest area yang lengkap dan representatif,” ujar Ahmadi.

Tol Tempino–Ness diperkirakan akan memberi dampak signifikan terhadap konektivitas antarwilayah di Provinsi Jambi. Jalur ini akan mempercepat waktu tempuh dari arah Betung menuju Jambi, memangkas kemacetan di jalur nasional eksisting, serta memperlancar distribusi logistik barang dan jasa. Dengan meningkatnya aksesibilitas, sektor-sektor strategis seperti perkebunan, pertambangan, dan perdagangan di Jambi diprediksi akan terdorong lebih pesat.

Di sisi lain, keberadaan tol juga diharapkan mampu mendorong pengembangan wilayah baru di sekitar koridor tol, seperti kawasan industri, pemukiman, dan pusat logistik. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat segera menyiapkan regulasi serta perencanaan tata ruang yang mendukung pertumbuhan kawasan di sepanjang jalur tol tersebut.

Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR telah berkomitmen untuk terus memperluas jaringan tol di Sumatera sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Kehadiran tol seperti Tempino–Ness diyakini menjadi kunci untuk membuka potensi wilayah serta menciptakan ekonomi regional yang lebih dinamis dan terintegrasi.

Meski proyek ini mengalami penyesuaian waktu akibat faktor cuaca dan teknis, selesainya pekerjaan utama menunjukkan efektivitas manajemen proyek dan koordinasi yang solid antara pemerintah, kontraktor, dan masyarakat. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa proyek infrastruktur nasional tetap dapat diselesaikan dengan baik meskipun menghadapi tantangan.

Dengan segera dioperasikannya ruas Tol IC Tempino–Ness ini, masyarakat Jambi akan segera menikmati manfaat dari infrastruktur modern yang aman, nyaman, dan efisien. Hal ini juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan tengah Sumatera.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/