cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

Kerja Sama Kemensos, PKP, dan BPS untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Miskin

Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) serta Badan Pusat Statistik (BPS) telah bersinergi untuk menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo terkait target nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026. Kerja sama ini akan fokus pada penyediaan rumah layak huni dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa program Kementerian PKP yang beririsan dengan Kemensos adalah Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSPS). Program ini memiliki kaitan erat dengan kerja-kerja Kemensos serta DTSEN. “Kami bersyukur sekali melihat perencanaan yang telah dibuat dan dipertemukan dengan program ini. Hal ini membuat penyasaran kita tentu lebih mudah dibanding data-data sebelumnya,” katanya.

Gus Ipul juga menjamin bahwa data kemiskinan di DTSEN memiliki perangkingan yang lebih jelas, mulai dari desil 1, 2, 3, dan seterusnya. Hal ini diamini oleh Kepala BPS Amalia Adininggar, yang menjelaskan bahwa desil 1 mencakup data warga miskin ekstrem dengan pendapatan di bawah Rp400 ribu, desil 2 dengan pendapatan di bawah Rp600 ribu, dan desil 3 di bawah Rp900 ribu.

Prioritas dari sasaran program pengentasan kemiskinan ada di desil 1, desil 2, dan desil 3. Termasuk juga sebagian di antaranya keluarga rentan yang perlu didukung dan difasilitasi agar naik kelas bukan malah turun kelas. “Fokusnya kepada miskin ekstrem, kemudian yang miskin, di atasnya yang miskin ada yang rentan,” katanya.

Gus Ipul juga menekankan bahwa akurasi data sangat penting untuk efektivitas program. Meskipun DTSEN bersifat dinamis, namun ada mekanisme pemutakhiran data. “Maka nanti BPS akan melakukan pemutakhiran data setiap tiga bulan sekali. Kita harapkan data yang kita miliki ini tetap akurat,” ujarnya.

Menteri PKP Maruar Sirait mengatakan bahwa program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya akan berpegang pada DTSEN. Program ini mengusahakan kualitas rumah masyarakat sehingga memenuhi persyaratan dari sisi kesehatan, sanitasi, air bersih, dan kekuatan bangunan. Program BSPS ini juga menyasar masyarakat miskin ekstrem, miskin, dan rentan.

Dengan demikian, diharapkan kerja sama antara Kemensos, PKP, dan BPS dapat membantu mencapai target nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026. Program BSPS dan penggunaan DTSEN diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin dan rentan.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/