PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), salah satu perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia, mencatatkan pencapaian positif di awal tahun 2025 dengan meraih kontrak baru senilai Rp 1,23 triliun hingga Februari. Capaian ini merepresentasikan sekitar 24,6% dari total target kontrak baru yang ditetapkan perusahaan untuk sepanjang tahun ini, yaitu sebesar Rp 5 triliun.
Corporate Secretary PT Total Bangun Persada Tbk, Anggie S. Sidharta, menyampaikan bahwa nilai kontrak baru yang berhasil dikantongi perusahaan mencakup proyek pembangunan gedung fasilitas umum, industri, serta data center. Segmen-segmen tersebut memang menjadi fokus utama TOTL dalam memperkuat portofolio proyek di tengah dinamika industri konstruksi yang semakin kompleks.
Target Konservatif di Tengah Tantangan Ekonomi
Menariknya, target kontrak baru yang dipasang oleh TOTL untuk tahun 2025 ini terbilang lebih konservatif dibanding realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 5,08 triliun. Hal ini bukan tanpa alasan. Anggie menjelaskan bahwa tahun 2025 masih menyimpan sejumlah tantangan, baik dari sisi global maupun domestik, yang memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan dan laju pertumbuhan sektor konstruksi.
Kondisi geopolitik internasional yang belum sepenuhnya stabil, tren inflasi global, serta ketidakpastian pasar keuangan masih menjadi perhatian utama pelaku industri. Di sisi domestik, proses transisi pemerintahan dan penyesuaian kebijakan fiskal juga dapat mempengaruhi laju investasi dan penyerapan anggaran pembangunan.
Namun demikian, TOTL tetap optimis dapat mencapai target yang ditetapkan dengan mengandalkan strategi diversifikasi proyek, efisiensi operasional, serta peningkatan daya saing dalam lelang proyek.
Dampak Kebijakan Suku Bunga BI
TOTL juga menanggapi positif kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% pada Maret 2025. Menurut Anggie, langkah ini dapat memberikan dorongan terhadap iklim investasi dan konsumsi masyarakat, yang pada akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Meski begitu, Anggie menambahkan bahwa kondisi perusahaan tetap stabil meskipun terjadi perubahan pada suku bunga, karena saat ini TOTL tidak memiliki utang ke pihak kedua. Hal ini memberikan keleluasaan dalam pengelolaan keuangan dan menurunkan risiko beban bunga, sebuah langkah strategis yang jarang dilakukan oleh perusahaan konstruksi pada umumnya.
Kinerja Keuangan 2024 yang Mengesankan
Laporan keuangan TOTL untuk tahun buku 2024 menunjukkan performa yang impresif. Perusahaan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 3,09 triliun, meningkat tipis 1,99% dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 3,02 triliun. Meskipun pertumbuhan pendapatan tidak terlalu signifikan, efisiensi dalam struktur biaya berhasil meningkatkan profitabilitas secara mencolok.
Beban pokok pendapatan TOTL mengalami penurunan dari Rp 2,65 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp 2,54 triliun di tahun 2024. Penurunan ini menjadi indikator bahwa perusahaan mampu menekan biaya produksi dan operasional secara efektif, bahkan di tengah fluktuasi harga bahan bangunan dan ketatnya persaingan pasar.
Sebagai hasil dari efisiensi ini, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak drastis sebesar 53,70% secara tahunan (year on year/yoy), dari Rp 172,68 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp 265,42 miliar di tahun 2024.
Faktor Pendorong Utama Kinerja
Anggie menjelaskan bahwa pencapaian positif TOTL sepanjang 2024 tidak lepas dari tingginya carry over proyek dari tahun sebelumnya. Proyek-proyek yang telah dimulai pada 2023 masih memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan dan laba tahun 2024.
Lebih dari itu, TOTL juga berhasil menerapkan prinsip efisiensi dan optimalisasi dalam setiap lini bisnisnya. Langkah ini mencakup penggunaan teknologi konstruksi modern, manajemen rantai pasok yang lebih efisien, serta sistem pengawasan biaya proyek yang lebih ketat.
Strategi dan Prospek ke Depan
Menghadapi sisa tahun 2025, TOTL akan terus fokus pada akuisisi proyek-proyek strategis yang memiliki nilai tambah tinggi. Proyek-proyek pembangunan gedung industri dan pusat data (data center) masih menjadi prioritas, mengingat permintaan yang terus meningkat dari sektor teknologi dan manufaktur.
TOTL juga aktif menjajaki potensi kerja sama dengan mitra strategis untuk memperluas jangkauan proyek, baik di dalam negeri maupun di kawasan regional Asia Tenggara. Strategi ini diharapkan mampu memperkuat posisi perusahaan sebagai kontraktor kelas atas yang tidak hanya mengandalkan volume, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan proyek.
Penutup
Kinerja impresif PT Total Bangun Persada Tbk hingga awal 2025 mencerminkan kekuatan fundamental perusahaan dalam menghadapi tantangan industri. Dengan pendekatan strategis yang hati-hati, efisiensi operasional, serta fokus pada proyek bernilai tinggi, TOTL siap melanjutkan tren pertumbuhan yang positif dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan infrastruktur nasional.

