Pemerintah Melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan memanfaatkan lahan sitaan bekas koruptor untuk pembangunan rumah subsidi. Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menyatakan bahwa KPK siap menyerahkan aset tersebut untuk kepentingan masyarakat.
“Kami sudah sampaikan kalau misalnya Pak Menteri (Ara) berkenan silahkan mengajukan permintaan kepada kami atas aset-aset tanah. Kalau memang itu kemudian dapat dimanfaatkan ya kami akan serahkan. Demikian untuk kepentingan masyarakat dan bangsa,” kata Johanis.
Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) menjelaskan bahwa pihaknya telah mendapatkan lahan eks Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di daerah Bekasi dan Karawaci, Tangerang. Setelah dilakukan survei, lahan di Karawaci dinyatakan clean and clear, sedangkan lahan di Bekasi tidak bisa digunakan dengan cepat karena sudah diduduki oleh sekitar 1.000 KK.
Rencananya, rumah yang akan dibangun di tanah eks-BLBI Karawaci dapat ditempati oleh berbagai kalangan, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan kelas menengah. Ara juga berencana mengirimkan surat ke KPK untuk meminta aset sitaan koruptor yang bisa digunakan untuk lahan pembangunan rumah subsidi.
“Kami akan mengirimkan surat ke KPK untuk meminta aset sitaan koruptor yang bisa digunakan untuk lahan pembangunan rumah subsidi. Kami akan memprioritaskan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam program ini,” ujar Ara.
Dalam program pembangunan rumah subsidi ini, pemerintah juga berencana untuk memanfaatkan aset-aset tanah yang ada di KPK. KPK telah menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan aset-aset tanah tersebut untuk kepentingan masyarakat.
“Kami siap menyerahkan aset-aset tanah yang ada di KPK untuk kepentingan masyarakat. Kami akan mendukung penuh program pembangunan rumah subsidi ini,” kata Johanis.
Dengan demikian, program pembangunan rumah subsidi ini diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam memiliki rumah yang layak. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi kesenjangan sosial ekonomi di Indonesia.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

