cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

Kunjungan Kerja Gubernur NTT: Pengembangan Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kabupaten Nagekeo

Pada 2 hingga 4 April 2025, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Nagekeo untuk melakukan peninjauan terhadap beberapa proyek strategis yang bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan, pengembangan ekonomi lokal, serta peningkatan sektor pertanian dan industri UMKM. Kunjungan ini tidak hanya memperlihatkan komitmen pemerintah provinsi dalam memajukan daerah, tetapi juga mencerminkan upaya serius dalam mendukung swasembada pangan di wilayah NTT.

Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah peninjauan terhadap Bendungan Mbay Lambo yang terletak di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan. Bendungan yang diperkirakan akan selesai pada akhir 2025 ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Nagekeo, bahkan di seluruh NTT. Dengan kapasitas yang dimilikinya, bendungan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi beras lokal hingga dua kali lipat. Peningkatan produksi beras ini sangat penting mengingat kebutuhan pangan yang terus berkembang dan tantangan ketahanan pangan yang dihadapi oleh wilayah tersebut.

Melalui proyek ini, Pemerintah Provinsi NTT menunjukkan perhatian yang serius terhadap sektor pertanian, khususnya dalam hal penyediaan air irigasi yang lebih optimal untuk lahan pertanian. Dengan adanya Bendungan Mbay Lambo, para petani akan mendapatkan akses yang lebih baik terhadap irigasi, sehingga produktivitas pertanian di Kabupaten Nagekeo, terutama padi, dapat meningkat secara signifikan. Ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjadikan NTT sebagai wilayah yang mandiri dalam hal penyediaan bahan pangan, khususnya beras.

Selain meninjau bendungan, Gubernur Melki Laka Lena juga mengunjungi Desa Waekokak, yang terletak di Kecamatan Aesesa Selatan, untuk melihat langsung potensi yang dimiliki oleh desa tersebut dalam bidang industri garam dan pertanian. Dalam kunjungan ini, Gubernur menekankan pentingnya pengembangan industri garam di NTT, yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Desa Waekokak, yang memiliki tambak garam dan lahan pertanian, diharapkan dapat menjadi salah satu sumber utama produksi garam di NTT, sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah ini.

Potensi besar industri garam di NTT menjadi perhatian serius dari pemerintah provinsi. Selain untuk konsumsi dalam negeri, produksi garam yang melimpah juga dapat menjadi komoditas ekspor, memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Gubernur Melki Laka Lena mengajak masyarakat setempat untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada dengan lebih optimal, serta mengembangkan berbagai usaha berbasis pertanian dan industri yang mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Tidak hanya sektor pertanian, kunjungan ini juga mencakup sektor UMKM, khususnya yang terkait dengan produk unggulan lokal. Gubernur Laka Lena mengunjungi BUMDes Marapokot di Kecamatan Aesesa untuk meluncurkan produk unggulan beras Nagekeo. Peluncuran ini merupakan langkah konkret dalam mempromosikan produk lokal dan meningkatkan daya saing produk daerah di pasar. Beras Nagekeo, yang dikenal dengan kualitasnya yang baik, diharapkan dapat dikenal lebih luas dan menjadi kebanggaan masyarakat NTT.

Selain meluncurkan produk unggulan, Gubernur Laka Lena juga memberikan hibah tanah seluas 7.000 meter persegi kepada BUMDes Marapokot. Hibah ini diberikan untuk mendukung pengembangan usaha BUMDes, yang selama ini telah berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui kebijakan pro-rakyat mereka. Salah satu kebijakan yang patut diapresiasi adalah kebijakan BUMDes yang membeli gabah petani dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga standar nasional. Misalnya, BUMDes membeli gabah petani dengan harga Rp7.500 per kilogram, sementara harga standar nasional hanya Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini tidak hanya membantu petani untuk mendapatkan harga yang lebih baik, tetapi juga meningkatkan motivasi petani untuk terus berproduksi.

Keberadaan BUMDes Marapokot ini menjadi contoh nyata bagaimana sektor ekonomi lokal dapat berkembang dengan dukungan yang tepat dari pemerintah. Dengan adanya kebijakan yang berpihak pada petani dan pengusaha kecil, diharapkan sektor UMKM di Kabupaten Nagekeo dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Selain itu, BUMDes juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat, sehingga turut mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di wilayah tersebut.

Kunjungan Gubernur Melki Laka Lena ke Kabupaten Nagekeo ini juga merupakan bagian dari upaya lebih besar pemerintah provinsi NTT untuk memaksimalkan potensi lokal. Dari sektor pertanian, industri garam, hingga UMKM, semuanya menjadi fokus perhatian dalam upaya mendukung swasembada pangan dan pengembangan ekonomi daerah. Langkah-langkah konkret yang diambil melalui kunjungan ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT.

Di akhir kunjungan, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan bahwa pengembangan sektor pertanian dan ekonomi lokal adalah prioritas utama dalam pemerintahan NTT. Diharapkan, dengan adanya proyek-proyek strategis ini, masyarakat Nagekeo, dan NTT pada umumnya, dapat merasakan manfaat langsung berupa peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup yang lebih baik. Pemerintah provinsi NTT berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang dapat mengoptimalkan potensi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/