Jepara, 28 April 2025 – Upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Jepara mendapat dorongan baru melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-124 tahun 2025. Salah satu fokus utama dalam program ini adalah normalisasi Bendungan Sebumbung yang terletak di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan.
Selama bertahun-tahun, Bendungan Sebumbung berperan vital sebagai sumber utama irigasi bagi lahan pertanian warga setempat. Namun, akibat sedimentasi yang menumpuk serta pertumbuhan tumbuhan liar di sekitar saluran air, fungsi bendungan tersebut mengalami penurunan signifikan. Aliran air menjadi tersumbat, mengakibatkan berkurangnya pasokan air ke area pertanian, yang berimbas pada menurunnya produktivitas lahan pertanian warga.
Melihat kondisi ini, TMMD Reguler ke-124 menempatkan normalisasi Bendungan Sebumbung sebagai salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan kegiatannya. Program ini melibatkan kolaborasi antara prajurit TNI, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat setempat untuk membersihkan dan memulihkan fungsi bendungan.
Kondisi Bendungan Sebumbung Sebelum Normalisasi
Sebelum adanya upaya normalisasi, Bendungan Sebumbung mengalami degradasi fungsi yang cukup parah. Endapan lumpur menebal di dasar bendungan, sementara tumbuhan liar dan gulma menyumbat aliran air di saluran-saluran utama. Akibatnya, volume air yang dapat disalurkan ke area persawahan menurun drastis, dan banyak petani mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air untuk tanaman mereka.
Kondisi ini berdampak langsung terhadap hasil panen. Petani di Desa Kecapi mengeluhkan berkurangnya produktivitas lahan, bahkan di beberapa area terjadi gagal panen. Hal ini tidak hanya mempengaruhi ekonomi lokal, tetapi juga mengancam ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Langkah Normalisasi dan Target Program
Dalam pelaksanaan normalisasi, Satgas TMMD melakukan serangkaian langkah teknis. Pertama, dilakukan pembersihan gulma dan tumbuhan liar yang menghalangi jalur aliran air. Setelah itu, endapan lumpur yang menumpuk di dasar bendungan diangkat menggunakan alat berat dan dibantu secara manual oleh personel TNI dan warga.
Selain itu, struktur tanggul bendungan juga diperiksa dan diperbaiki jika ditemukan kerusakan. Dengan normalisasi ini, diharapkan aliran air menjadi lebih lancar dan kapasitas bendungan kembali meningkat, sehingga dapat memenuhi kebutuhan irigasi untuk lahan pertanian seluas sekitar 24 hektar.
Kapten Inf Ngadino, Pasi Teritorial Kodim 0719/Jepara, yang memimpin kegiatan ini, menyatakan bahwa normalisasi bendungan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Kecapi.
“Kami berharap dengan program ini, warga bisa mendapatkan kembali akses air yang memadai untuk sawah mereka. Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga membangkitkan harapan masyarakat untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Kapten Ngadino.
Dukungan dan Antusiasme Masyarakat
Program ini disambut dengan antusiasme besar dari masyarakat. Banyak warga yang secara sukarela bergabung dalam kegiatan gotong royong membersihkan bendungan. Mereka menyadari bahwa keberhasilan program ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan mereka.
Salah satu warga, Sutrisno, yang merupakan petani setempat, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan melalui program TMMD. “Sudah lama kami berharap bendungan ini diperbaiki. Setiap musim tanam, kami selalu kesulitan mendapatkan air. Mudah-mudahan dengan perbaikan ini, panen kami bisa kembali melimpah,” ujarnya.
Partisipasi aktif masyarakat ini menjadi bukti bahwa program TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan rakyat, membangun semangat gotong royong, dan memperkuat ketahanan sosial di desa.
Kontribusi TMMD untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal
Upaya normalisasi bendungan ini sejalan dengan tujuan nasional untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah. Ketersediaan air irigasi yang memadai akan meningkatkan intensitas tanam dan hasil panen, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani dan stabilitas ekonomi lokal.
Selain itu, keberhasilan normalisasi Bendungan Sebumbung juga membuka peluang untuk pengembangan sektor pertanian lainnya, seperti diversifikasi tanaman dan pengembangan agrowisata berbasis pertanian, yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga Desa Kecapi.
Harapan ke Depan
Dengan keberhasilan pelaksanaan TMMD ke-124 ini, diharapkan program-program serupa dapat terus digalakkan di berbagai daerah lain yang memiliki masalah serupa. Normalisasi infrastruktur pertanian seperti bendungan, saluran irigasi, dan embung menjadi kunci penting dalam upaya membangun kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Bagi warga Desa Kecapi, normalisasi Bendungan Sebumbung adalah titik awal dari kebangkitan sektor pertanian mereka. Dengan kerja sama yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, harapan untuk masa depan yang lebih sejahtera kini semakin nyata.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

