Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Kulonprogo kembali melanjutkan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Wates pada tahun 2025. Proyek infrastruktur ini menjadi solusi penting bagi mobilitas pejalan kaki, khususnya warga Padukuhan Jogoyudan yang ingin mengakses Alun-alun Wates tanpa harus memutar jalan atau menyeberangi rel kereta secara langsung.
Proyek Strategis Penunjang Akses Warga
JPO Wates dirancang untuk menghubungkan sisi utara dan selatan rel kereta api yang memisahkan kawasan permukiman warga dan pusat pemerintahan Kabupaten Kulonprogo. Lokasi JPO berada di depan Kantor Pemkab Kulonprogo, tepatnya di seberang Jalan Jogoyudan atau Jalan Diponegoro. Letaknya juga berdekatan dengan Stasiun Wates, sehingga keberadaan jembatan ini akan sangat strategis sebagai jalur aman bagi pejalan kaki.
Gigih Muktitama, Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Muda dari DPUPKP Kulonprogo, menjelaskan bahwa saat ini proses pengadaan konstruksi masih berlangsung. “Prosesnya sementara ini baru dalam tahap pengadaan untuk mencari pemenang jasa konstruksinya,” ujarnya, Kamis (22/5/2025).
Tahapan Pembangunan dan Kendala Tahun Lalu
Pembangunan tahap pertama telah dilakukan pada tahun 2024, yaitu berupa pemasangan pilar JPO. Namun, proyek tersebut harus dihentikan sementara karena terkendala waktu pengerjaan yang berdekatan dengan akhir tahun, di mana terjadi peningkatan mobilitas penumpang kereta. Hal ini membuat pemasangan lanjutan tidak memungkinkan dilakukan pada saat itu.
“2024 hanya pemasangan pilar-pilar saja, lanjutan konstruksi dilakukan tahun 2025,” ungkap Gigih.
Dengan kelanjutan proyek ini, targetnya JPO Wates dapat rampung pada akhir tahun 2025 dengan waktu pengerjaan diperkirakan sekitar enam bulan. Kehadiran jembatan ini sangat dinanti warga, terutama mereka yang tinggal di sisi selatan rel dan kerap beraktivitas di kawasan pemerintahan atau Alun-alun Wates di sisi utara.
Spesifikasi Teknis JPO
Pembangunan JPO ini tidak hanya menjawab kebutuhan fungsional warga, tetapi juga dirancang dengan standar keamanan yang tinggi, mengingat jembatan akan melintasi jalur kereta api aktif. Menurut Gigih, jembatan memiliki panjang sekitar 45,8 meter dengan lebar dua meter, cukup untuk mengakomodasi dua arah pejalan kaki secara aman dan nyaman.
Ketinggian jembatan juga menjadi perhatian utama. JPO ini akan dibangun dengan ketinggian 6,4 meter, mengikuti ketentuan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang mensyaratkan minimum 6,2 meter untuk jembatan di atas rel, karena akan ada tiang listrik untuk kebutuhan operasional KRL ke depan. Ini berbeda dengan JPO yang dibangun di atas jalan raya yang umumnya hanya berketinggian empat meter.
“Jadi nanti JPO-nya sangat tinggi sekali,” kata Gigih.
Aspirasi Warga dan Dukungan Anggaran
Pembangunan JPO Wates merupakan realisasi dari aspirasi warga Padukuhan Jogoyudan yang disampaikan sejak tahun 2022. Setelah melalui proses administrasi, termasuk pengurusan izin ke Direktorat Jenderal Perkeretaapian pada tahun 2023, proyek ini akhirnya bisa dimulai. Anggaran pembangunan bersumber dari APBD Kulonprogo dan insentif fiskal.
“Masyarakat perkotaan Kulonprogo itu kan di sisi selatan rel kereta, sedangkan pemerintahannya di sisi utara. Maka kami melihat kebutuhan untuk jembatan ini sangat mendesak,” jelas Gigih.
Dengan adanya JPO, warga tidak perlu lagi memutar jalan sejauh beberapa ratus meter hanya untuk menyeberang ke sisi lainnya. Hal ini tentu akan menghemat waktu dan meningkatkan keselamatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan pengguna sepeda yang sering melintasi rel untuk menuju fasilitas publik seperti Alun-alun Wates, kantor pemerintahan, hingga pusat perbelanjaan.
Harapan Ke Depan
Pemerintah Kulonprogo berharap pembangunan JPO Wates bisa selesai tepat waktu dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dalam jangka panjang, jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyeberangan, tetapi juga sebagai simbol komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur publik berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Dengan target penyelesaian pada Desember 2025, proyek ini menjadi prioritas untuk menunjang konektivitas warga dan menciptakan kota yang lebih ramah bagi pejalan kaki. Kolaborasi antara DPUPKP, Pemerintah Kabupaten, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memastikan proyek berjalan lancar, sesuai standar teknis, dan tepat sasaran.
Pembangunan JPO Wates adalah langkah kecil yang berdampak besar, menjembatani dua sisi kehidupan masyarakat Kulonprogo dan memperkuat integrasi kota yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

