cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

Pemerintah Fokus Membangun 15 Bendungan Prioritas untuk Periode 2025-2029

Pemerintah telah mengidentifikasi 15 bendungan sebagai proyek prioritas untuk periode 2025-2029. Proyek bendungan ini akan menjadi bagian integral dari rencana besar untuk memperkuat ketahanan air dan mendukung sektor pertanian, energi, serta pengendalian banjir di berbagai daerah.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti menjelaskan bahwa proyek bendungan ini sangat penting untuk memperkuat sistem penyediaan air, irigasi, serta meningkatkan ketahanan pangan di daerah-daerah yang membutuhkan.

Beberapa bendungan yang menjadi prioritas adalah Bendungan Way Apu (Maluku) dengan anggaran Rp 2,16 triliun, Bendungan Jragung (Jawa Tengah) dengan anggaran Rp 3 triliun, dan Bendungan Bulango Ulu (Gorontalo) dengan anggaran Rp 2,42 triliun.

Pembangunan bendungan-bendungan ini menjadi prioritas karena peran vitalnya dalam mengatasi krisis air, menjaga kualitas lingkungan, dan meningkatkan ketersediaan air irigasi yang akan mendukung produksi pertanian serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah.

Diana menambahkan bahwa proyek-proyek ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup rakyat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan.

Pemerintah juga menargetkan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya akan memberikan manfaat jangka pendek tetapi juga jangka panjang bagi generasi mendatang. Dengan adanya bendungan-bendungan ini, diharapkan masyarakat akan merasakan dampak positif dalam akses air bersih, irigasi yang lebih efisien, serta pengelolaan potensi energi yang dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dalam periode 2025-2029, pemerintah akan melanjutkan pembangunan 15 bendungan yang sedang berjalan. Tiga bendungan yang direncanakan selesai pada tahun 2025 adalah Jragung, Mbay, dan Way Apu. Sementara itu, beberapa bendungan lainnya termasuk dalam rencana pembangunan yang akan berlanjut hingga setelah 2025.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/