Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengkaji potensi Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di bendungan eksisting. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan energi dan memanfaatkan sumber daya yang sudah tersedia.
Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, menyatakan bahwa pembangunan bendungan harus dimanfaatkan secara optimal, termasuk sebagai sumber energi listrik. “Kami ingin bendungan berperan dalam mencapai swasembada energi sesuai dengan Asta Cita,” ujar Diana.
Saat ini, ada tiga bendungan yang sedang dalam proses KPBU, yaitu Bendungan Tiga Dihaji di Sumatera Selatan, Bendungan Bintang Bano di Nusa Tenggara Barat, dan Bendungan Leuwikeris di Jawa Barat. Ketiga bendungan ini memiliki potensi untuk mendukung ketahanan energi dengan total kapasitas listrik sebesar 53,7 MW.
Dari 61 bendungan yang dibangun pada tahun 2015-2024, terdapat 43 bendungan dengan potensi PLTA. Sebanyak 35 di antaranya telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dengan potensi listrik sebesar 250,51 MW.
Pemerintah juga telah menetapkan 10 bendungan prioritas KPBU PLTA, yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan bahwa pengembangan PLTA di bendungan eksisting dapat meningkatkan ketahanan energi dan memanfaatkan sumber daya yang sudah tersedia.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan bahwa skema KPBU dapat menggabungkan pembangunan bendungan dan PLTA dalam satu paket, sehingga prosesnya menjadi lebih efisien. “Dengan skema satu paket, perencanaan ekonomi bisa lebih matang sejak awal,” ujar Yuliot.
Dengan demikian, pengembangan PLTA di bendungan eksisting diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi dan memanfaatkan sumber daya yang sudah tersedia. Pemerintah akan terus mengkaji potensi KPBU dalam pengembangan PLTA di bendungan eksisting untuk mencapai swasembada energi.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

