cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

Pemprov Jatim Kebut Normalisasi Saluran Bendungan Boreng Demi Pulihkan Irigasi 306 Hektare Sawah di Lumajang

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) terus mengakselerasi proyek normalisasi saluran Bendungan Boreng yang terletak di Kelurahan Rogotrunan, Kabupaten Lumajang. Langkah ini dilakukan demi mengembalikan fungsi irigasi pada area persawahan seluas 306 hektare yang selama lebih dari empat tahun mengalami gangguan aliran air akibat kerusakan infrastruktur bendungan.

Normalisasi ini menjadi kelanjutan dari peresmian Bendungan Boreng oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada 6 Maret 2025 lalu. Peresmian tersebut menandai komitmen kuat pemerintah daerah dalam memulihkan sektor pertanian di Lumajang, terutama di Desa Boreng, Desa Blukon, dan Kelurahan Rogotrunan yang selama ini sangat bergantung pada sistem irigasi dari bendungan tersebut.

Mengatasi Penyumbatan dan Kerusakan Saluran

Kepala Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, Baju Trihaksoro, menjelaskan bahwa usai peresmian, ditemukan permasalahan penyumbatan aliran air dari Bendungan Boreng ke jaringan irigasi yang menghubungkan ketiga desa tersebut. Akibatnya, air tidak mengalir maksimal ke lahan pertanian yang selama ini sangat membutuhkan pasokan air untuk keberlangsungan aktivitas tanam.

“Sesuai dengan tujuan dibangunnya, Bendungan Boreng ini adalah upaya kita untuk mengembalikan pelayanan irigasi ke sawah seluas 306 hektare di tiga desa di Lumajang. Maka kita kebut proses normalisasi ini,” kata Baju, Rabu (9/4/2025).

Selama hampir tujuh tahun terakhir, jaringan irigasi di kawasan ini tidak berfungsi secara optimal. Banyak bagian saluran yang mengalami kerusakan, pendangkalan, bahkan dipenuhi oleh tanaman liar yang menghambat aliran air. Oleh karena itu, proses normalisasi tidak hanya fokus pada pembersihan saluran, tetapi juga mencakup rehabilitasi secara menyeluruh.

Rincian Normalisasi dan Target Penyelesaian

Pengerjaan proyek normalisasi dimulai sejak 28 Maret 2025. Tahap awal dilakukan dengan survei dan penelusuran jaringan saluran irigasi yang dilanjutkan dengan asesmen kondisi di lapangan. Tim dari Dinas PU SDA diterjunkan untuk memetakan kerusakan dan menyusun strategi perbaikan teknis secara menyeluruh.

Proses normalisasi mencakup pembersihan tanaman liar sepanjang 1.500 meter saluran, serta rehabilitasi saluran rusak sepanjang 1.350 meter. Kerusakan yang ditangani termasuk kebocoran, kerusakan pasangan saluran, dan jebolnya beberapa bagian infrastruktur irigasi.

“Karena sudah bertahun-tahun tidak digunakan, saluran-saluran ini benar-benar dalam kondisi memprihatinkan. Maka kami bergerak cepat agar air bisa segera mengalir ke sawah-sawah masyarakat,” jelas Baju.

Jika seluruh proses normalisasi berjalan lancar, Bendungan Boreng diperkirakan mampu mengalirkan debit air sebesar 1.476 liter per detik. Jumlah ini sangat mencukupi, karena untuk mengairi 306 hektare sawah hanya dibutuhkan sekitar 550,8 liter per detik. Artinya, suplai air yang dihasilkan setelah normalisasi akan memberikan kelebihan kapasitas yang bisa dimanfaatkan untuk skema cadangan atau perluasan wilayah irigasi ke depannya.

Harapan Baru bagi Petani Lumajang

Bendungan Boreng sendiri sebelumnya mengalami kerusakan parah, khususnya setelah jebolnya bagian hulu yang selama ini menjadi tempat penampungan air dari Kali Asem—sumber utama pasokan air untuk sistem irigasi di kawasan ini. Akibatnya, selama lebih dari empat tahun terakhir, para petani di tiga desa tersebut tidak dapat bercocok tanam secara optimal. Banyak lahan yang menganggur, dan produktivitas pertanian menurun drastis.

Melalui renovasi yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur tahun 2024 sebesar Rp13,1 miliar, Bendungan Boreng kini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk mengembalikan fungsi irigasi, memulihkan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di kawasan Lumajang.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk mendukung para petani agar bisa kembali mengolah lahannya secara maksimal. Normalisasi ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal ketahanan pangan daerah,” pungkas Baju.

Membangun Masa Depan Pertanian yang Lebih Baik

Proyek normalisasi Bendungan Boreng menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pembangunan infrastruktur sumber daya air dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya petani. Dalam konteks yang lebih luas, langkah ini juga selaras dengan upaya nasional dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan Indonesia.

Dengan kembalinya fungsi irigasi di Lumajang, diharapkan para petani dapat kembali berproduksi secara maksimal, meningkatkan hasil panen, serta berkontribusi terhadap ketersediaan pangan baik di tingkat regional maupun nasional. Pemprov Jatim berharap bahwa proyek ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun dan merawat infrastruktur irigasi secara berkelanjutan.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/