Rencana pembangunan satu pasang dermaga tambahan di lintasan penyeberangan Kayangan–Pototano disambut positif oleh para pelaku usaha pelayaran. Langkah ini dinilai sebagai solusi strategis untuk mengatasi berbagai tantangan yang selama ini dihadapi sektor transportasi laut di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), sekaligus mendorong peningkatan aktivitas ekonomi dan distribusi logistik antar pulau.
Manajer Cabang PT. Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Kayangan, Listyono Dwitutuko, menyampaikan apresiasinya atas rencana tersebut. Menurutnya, penambahan dermaga akan berdampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas angkut dan efektivitas operasional kapal penyeberangan. Dalam keterangannya pada Sabtu, 3 Mei 2025, Listyono menyatakan bahwa pembangunan dermaga tambahan di lintasan Kayangan–Pototano akan meningkatkan kapasitas angkut hingga 50% dibanding kondisi saat ini.
“Jika dermaga tambahan ini terealisasi, maka kapasitas penyeberangan bisa naik drastis. Ini bukan hanya tentang mempercepat waktu tunggu kapal, tapi juga memperlancar distribusi barang dan mobilitas masyarakat,” ujar Listyono.
Dampak Positif terhadap Operasional dan Distribusi
Tidak hanya menambah kapasitas angkut, dermaga tambahan ini juga akan memberikan dampak positif terhadap frekuensi operasi kapal. Listyono menyebut bahwa hari operasi kapal per bulan dapat meningkat hingga 60%, atau setara dengan 16–17 hari aktif per kapal. Saat ini, keterbatasan infrastruktur sering kali menyebabkan antrean panjang kapal dan waktu tunggu yang tinggi, terutama saat musim libur atau lonjakan distribusi barang.
Peningkatan hari operasi ini sangat penting, terutama mengingat peran vital lintasan Kayangan–Pototano dalam mendukung distribusi logistik regional. Rute ini menghubungkan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, dua pulau besar di NTB yang saling melengkapi dari sisi sumber daya dan kebutuhan logistik.
Dengan bertambahnya frekuensi pelayaran, arus barang antar pulau dapat menjadi lebih lancar, efisien, dan berbiaya lebih rendah. Ini tentu menjadi keuntungan tidak hanya bagi pelaku usaha logistik dan transportasi, tetapi juga masyarakat umum yang selama ini bergantung pada pasokan barang pokok dari wilayah seberang.
Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Selain sebagai solusi jangka pendek untuk mengatasi kemacetan pelabuhan, pembangunan dermaga tambahan juga menjadi strategi jangka panjang dalam mendukung pertumbuhan sektor ekonomi lokal. Listyono menekankan bahwa pembangunan ini adalah bentuk antisipasi terhadap meningkatnya produksi sektor pertanian dan perikanan di Pulau Sumbawa.
“Produksi dari sektor primer seperti pertanian dan perikanan di Sumbawa menunjukkan tren peningkatan. Untuk menyalurkan hasil produksi ini ke pasar, baik di Lombok maupun luar daerah, tentu dibutuhkan infrastruktur logistik yang memadai,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa pembangunan infrastruktur pelabuhan harus selaras dengan konsep “Ship Promote The Trade”. Konsep ini menekankan bahwa pembangunan pelabuhan dan transportasi laut bukan semata-mata untuk melayani kebutuhan eksisting, tetapi juga sebagai alat pendorong pertumbuhan perdagangan dan aktivitas ekonomi secara lebih luas.
Jalur Strategis Antar Pulau
Lintasan Kayangan–Pototano memang memiliki peran yang sangat penting bagi konektivitas wilayah di NTB. Sebagai penghubung utama antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, jalur ini menjadi jalur vital untuk distribusi barang, mobilitas orang, serta mendukung sektor-sektor strategis seperti pariwisata, pertanian, dan industri perikanan.
Dengan kondisi geografis NTB yang terdiri dari pulau-pulau, peran transportasi laut menjadi sangat penting. Oleh karena itu, penguatan infrastruktur pelabuhan seperti penambahan dermaga di lintasan ini menjadi langkah logis dan mendesak untuk mengatasi hambatan logistik yang kerap terjadi.
Kunjungan anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, ke Pelabuhan Kayangan pada 3 Mei 2025 juga mempertegas urgensi dan perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor transportasi laut di NTB. Kehadiran wakil rakyat ini menjadi sinyal positif bahwa aspirasi pelaku usaha dan masyarakat daerah mendapat perhatian di tingkat nasional.
Menjawab Tantangan, Menjemput Peluang
Secara keseluruhan, rencana pembangunan dermaga tambahan ini merefleksikan keseriusan berbagai pihak dalam menjawab tantangan konektivitas dan logistik antar wilayah. Dalam era di mana efisiensi distribusi dan kecepatan mobilitas menjadi kunci daya saing regional, infrastruktur pelabuhan yang andal adalah kebutuhan mutlak.
Selain menjadi jawaban atas berbagai persoalan teknis yang selama ini membebani pelaku usaha dan masyarakat, proyek ini juga membuka peluang baru. Peningkatan kapasitas dermaga akan menciptakan ruang pertumbuhan bagi usaha logistik, memperkuat rantai pasok sektor pertanian dan perikanan, serta mendorong integrasi ekonomi antar pulau yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Apabila pembangunan ini bisa berjalan sesuai rencana, maka tidak hanya pelaku usaha yang diuntungkan, tetapi juga masyarakat luas yang akan menikmati kelancaran distribusi barang, stabilitas harga, dan peningkatan peluang usaha di sektor-sektor produktif.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

