cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

Progres Tol Jogja–Solo Seksi 2 Capai 54 Persen Mei

Pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif, termasuk proyek strategis nasional Tol Jogja–Solo. Salah satu bagian penting dari proyek ini, yaitu Seksi 2 Paket 2.2 yang membentang dari Trihanggo hingga Junction Sleman, kini telah menunjukkan progres signifikan. Hingga Mei 2025, progres fisik proyek tersebut telah mencapai 54,885%.

Informasi ini disampaikan oleh Agung Murhandjanto, Humas PT Adhi Karya untuk proyek Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2. Menurutnya, pekerjaan di lapangan terus berjalan dengan intensitas tinggi demi mengejar target penyelesaian konstruksi.

“Untuk di paket 2.2B, progres pekerjaan per hari ini sudah 54%,” ujar Agung pada Selasa (13/5/2025).

Tol Trihanggo–Junction Sleman merupakan bagian penting dari konektivitas antara Yogyakarta dan Solo, dan dibangun dengan dua jenis struktur utama: konstruksi at grade (di atas tanah) dan elevated (melayang). Model kombinasi ini disesuaikan dengan kondisi medan dan kawasan yang dilintasi, terutama pada area ring road dan kawasan padat penduduk.

Progres Konstruksi At Grade

Pada bagian konstruksi at grade, sejumlah pekerjaan telah mencapai penyelesaian. Beberapa item penting seperti pemasangan boks saluran dan boks underpass telah rampung. Hal ini penting karena instalasi saluran air yang baik akan menjaga kelangsungan infrastruktur tol dalam jangka panjang.

Untuk pekerjaan jembatan, sebanyak 234 bore pile telah selesai dikerjakan dari total target 273 titik. Selain itu, 12 dari 14 pilecap jembatan juga telah berhasil diselesaikan. Beberapa item lainnya dalam pekerjaan jembatan saat ini masih dalam proses penyelesaian dan ditargetkan tuntas dalam waktu dekat.

Progres signifikan juga terlihat pada pekerjaan Junction Ramp, khususnya Ramp 1 dan Ramp 3. Dari total 18 erection PCI Girder yang harus dipasang, 13 unit telah berhasil ditempatkan di lokasi. Sementara itu, dari 20 unit abutment dan pierhead, 14 unit telah rampung, menyisakan 6 unit lagi yang akan segera dikerjakan.

Progres Konstruksi Elevated

Sementara itu, pada bagian konstruksi elevated, progres pekerjaan juga menunjukkan kemajuan yang patut diapresiasi. Pekerjaan struktur utama meliputi mainroad serta ramp on/off tol melayang. Dalam kategori pekerjaan bore pile, dari total 756 titik, 633 titik telah berhasil dikerjakan, menunjukkan bahwa mayoritas pondasi utama untuk struktur melayang telah terbentuk.

Untuk item pilecap, dari total 48 unit yang direncanakan, 26 unit telah rampung. Progres ini menunjukkan bahwa pekerjaan struktur atas juga berjalan seiring dengan penyelesaian pondasi bawah. Secara umum, pekerjaan di sektor elevated dikerjakan paralel dengan at grade agar tidak terjadi penundaan dalam tahapan konstruksi.

Progres Pembebasan Lahan Capai 97%

Selain konstruksi fisik, aspek pengadaan lahan juga menjadi fokus penting dalam pembangunan jalan tol. Agung menyebut bahwa hingga Mei 2025, proses pembebasan lahan di seksi Trihanggo–Junction Sleman telah mencapai 97%, menyisakan hanya 3% lahan yang belum berstatus clean and clear.

“Untuk lahan yang sudah clear and clean sudah terbebaskan 97%, sisanya 3% belum clean and clear,” jelasnya.

Sisa lahan yang belum terbebas terdiri dari tanah hak milik dan tanah Sultan Ground. Untuk tanah hak milik, proses penyelesaian akan dilakukan melalui skema konsinyasi di Pengadilan Negeri Sleman. Salah satu kasus menyangkut ahli waris yang tidak dapat ditemukan sehingga menunda proses penyerahan secara administratif.

“Yang satu akan dikonsinyasi di PN Sleman itu karena salah satu ahli warisnya dari pemilik tanah itu tidak ditemukan. Berita acara dari BPN sudah turun dan nanti akan segera dihibahkan ke PN Sleman untuk segera dilakukan proses konsinyasi,” tambah Agung.

Adapun untuk tanah Sultan Ground, prosesnya tengah menunggu penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Jasamarga Jogja-Solo selaku operator tol, pihak Kraton Ngayogyakarta, dan Kementerian PUPR sebagai pihak ketiga.

“Prinsipnya kami tinggal menunggu Perjanjian Kerja Sama atau PKS antara pihak PT Jasamarga Jogja-Solo dengan pihak Kasultanan Jogja dan tripartit dari Kementerian PU,” tuturnya.

Optimisme Penyelesaian dan Manfaat Tol Jogja–Solo

Dengan progres konstruksi yang telah mencapai lebih dari 50% dan pembebasan lahan hampir rampung, pihak pelaksana optimis proyek ini dapat selesai tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Tol Jogja–Solo nantinya akan menjadi solusi strategis dalam mengurai kemacetan, memangkas waktu tempuh antarwilayah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah DIY dan Jawa Tengah.

Kehadiran tol ini juga diharapkan meningkatkan aksesibilitas pariwisata, distribusi logistik, dan konektivitas antarwilayah secara lebih efisien. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat, proyek ini menjadi salah satu simbol transformasi infrastruktur nasional menuju masa depan yang lebih terhubung dan produktif.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/