Pengembangan kawasan terpadu Kualanamu Aerocity di Sumatera Utara memasuki babak baru. PT FAF Mitra Propertindo sebagai pengembang resmi menandatangani kerja sama konstruksi dengan kontraktor pelaksana CV Intech Powerindo, menandai dimulainya pembangunan fisik proyek ambisius ini. Penandatanganan berlangsung di Medan pada Minggu, 4 Mei 2025, dan menjadi bukti nyata bahwa proyek ini bukan sekadar wacana, melainkan langkah konkret menuju realisasi kawasan hunian dan komersial modern di sekitar Bandara Internasional Kualanamu.
Direktur Utama PT FAF Mitra Propertindo, M. Afif Rahardian, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam membangun proyek tepat waktu dan sesuai rencana. “Kami ingin menunjukkan kepada publik dan para konsumen bahwa proyek Kualanamu Aerocity dikerjakan secara serius, tidak hanya dalam konsep, tetapi juga dalam pelaksanaan. Ini bentuk kepastian dari kami sebagai pengembang,” ujar Afif, Senin (5/5/2025).
Kawasan Strategis yang Terintegrasi
Proyek Kualanamu Aerocity dikembangkan di atas lahan seluas 1,6 hektare dan dirancang sebagai kawasan terpadu dengan total 10 tower apartemen, satu tower hotel, 958 unit hunian apartemen, dan 98 unit kios komersial. Target pembangunan tower pertama ditetapkan selesai pada Desember 2025 dan akan mulai diserahterimakan kepada konsumen pada Januari 2026.
Kawasan ini memiliki posisi yang sangat strategis, hanya 7 menit dari Gerbang Masuk Bandara Kualanamu, 5 menit dari pintu Tol Batang Kuis, dan 3 menit dari Stasiun KA Aras Kabu. Lokasi yang unggul dari sisi konektivitas ini menjadikan Kualanamu Aerocity sangat potensial sebagai pusat hunian, bisnis, hingga destinasi wisata baru di wilayah Medan dan Deli Serdang.
“Letaknya sangat ideal untuk semua jenis aktivitas, mulai dari tempat tinggal, pusat komersial, hingga akomodasi bagi para pelancong dan pelaku bisnis. Infrastruktur transportasi yang terus berkembang di kawasan ini juga akan menjadi katalis tambahan,” jelas Afif.
Pertumbuhan Ekonomi Sumut Dorong Optimisme
Komisaris PT FAF Mitra Propertindo, Fauzi Farhat, menekankan bahwa pengembangan kawasan ini juga dilandasi oleh pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara yang konsisten. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 5,1 persen pada tahun 2023 dan meningkat menjadi 5,5 persen pada 2024. Faktor utama pendorongnya berasal dari sektor perkebunan, perdagangan, serta logistik.
“Sumatera Utara sedang mengalami momentum pertumbuhan yang luar biasa. Ini memberikan peluang besar, baik bagi para pengembang properti maupun investor yang ingin mengambil bagian dalam transformasi kawasan produktif,” ujar Fauzi.
Sebagai ibu kota provinsi, Medan juga tengah tumbuh menjadi salah satu kota bisnis utama di luar Pulau Jawa. Hal ini memperkuat posisi Kualanamu Aerocity sebagai magnet investasi properti dan komersial yang sangat menjanjikan.
Bandara Kualanamu, Titik Vital Penerbangan Regional
Salah satu keunggulan lain dari Kualanamu Aerocity adalah lokasinya yang berdiri di sekitar Bandara Internasional Kualanamu, yang menjadi salah satu bandara tersibuk di luar Pulau Jawa. Bandara ini memainkan peran vital sebagai pusat penerbangan haji dan umrah dari wilayah Sumatera.
Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 8.328 jemaah haji diberangkatkan melalui Bandara Kualanamu. Ini menjadikan kawasan sekitar bandara sebagai titik aktivitas keagamaan yang sangat aktif. Melihat fakta tersebut, Direktur Sales & Marketing PT FAF Mitra Propertindo, Rizki Hafiz, menyebutkan bahwa proyek ini juga menyasar kebutuhan hunian dan fasilitas pendukung bagi jemaah dan pelaku industri perjalanan ibadah.
“Setiap musim haji dan umrah, ribuan orang keluar masuk Kualanamu. Ini peluang besar bagi apartemen transit, hotel, serta kios logistik. Kami ingin menjadikan Aerocity sebagai pusat layanan modern bagi mereka,” terang Rizki.
Investasi Properti dengan Prospek Tinggi
Kualanamu Aerocity tidak hanya dirancang sebagai tempat tinggal, namun juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan mengusung konsep kawasan terpadu yang menyatukan fungsi hunian, bisnis, perhotelan, dan akses transportasi, proyek ini berpotensi menarik minat tidak hanya end-user, tetapi juga para investor.
Fauzan Farhat, Komisaris PT FAF Mitra Propertindo lainnya, mengungkapkan bahwa proyek ini juga menargetkan ekspatriat dan pelaku bisnis dari negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Vietnam. “Bandara Kualanamu sudah menjadi pintu gerbang utama bagi para pelaku bisnis lintas negara. Ini menciptakan permintaan akan hunian jangka menengah dan panjang, serta properti sewa jangka pendek,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa unit apartemen yang dibangun diharapkan memberikan return sewa yang tinggi dengan proyeksi capital gain sebesar 15–20 persen per tahun. “Kami tidak hanya menjual properti, tapi juga memberikan solusi investasi jangka panjang yang berkelanjutan,” jelas Fauzan.
Harapan ke Depan
Ke depan, proyek Kualanamu Aerocity diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan kawasan sekitar. Selain menciptakan lapangan kerja baru, kehadiran kawasan ini akan memperkuat daya tarik investasi di sektor properti dan mendukung percepatan pembangunan wilayah Deli Serdang dan sekitarnya.
Dengan kerja sama konstruksi yang telah diteken dan pembangunan fisik yang segera dimulai, publik kini dapat melihat arah nyata dari proyek ini. PT FAF Mitra Propertindo pun menunjukkan bahwa Kualanamu Aerocity bukan sekadar mimpi, melainkan proyek konkret yang siap mengubah wajah kawasan sekitar Bandara Kualanamu menjadi pusat pertumbuhan baru di Sumatera Utara.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

